Kamis, 20 Juli 2017

KETIKA KEBANGGAAN KITA TERSENTIL

Ujub
Bangga Diri
Jadi memang, lebih mudah mentertawakan orang lain daripada diri sendiri.

Sibuk mentertawakan orang lain, kita lupa aib kita sendiri. Karena banyak dari kita masih terikat kebanggaan terhadap komunitas, golongan dan keyakinan.

Dan ketika kebanggaan itu disentil sedikit saja, kita merasa sakit dan marah. Padahal sebelumnya kita suka sekali menyentil kebanggaan orang lain.

Saya sudah lama meninggalkan kebanggaan-kebanggaan semu itu. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia, meskipun mereka itu bergelar pemuka agama.

Karena sesungguhnya manusia itu diciptakan tidak sempurna supaya bisa melengkapi ketidak-sempurnaan orang lain..

Saya hanya mengambil yang baik dari seseorang yang jelek dan membuang yang jelek dari seseorang yang baik..

Seperti secangkir kopi. Ia tidak sempurna tetapi ia selalu dicari. Seruput.