Selasa, 25 Juli 2017

SULAP BERAS OPLOSAN

Ayam Jago
Maknyus
Pemerintah mengeluarkan dana puluhan triliun rupiah untuk mensubsidi benih dan pupuk, supaya biaya produksi petani bisa turun.

Bahkan terkadang benih diberikan gratis..

Dengan biaya produksi yang ditekan, maka harga jual ke masyarakat juga tidak mahal. Inilah cara pemerintah men-stabilkan harga pangan dalam negeri. Diharapkan petani untung dan masyarakat juga terbantu karena harga beli yang terjangkau..

Jika skema ini berjalan baik, negara bisa swasembada pangan..
Eh, datang PT IBU...

Tiba-tiba dia membeli semua hasil produksi tadi dengan harga sedikit lebih tinggi dari Bulog tanpa modal produksi apapun. Lalu mengemas dan menjual berasnya ke orang-orang kaya..
Ini namanya kurang ajar...

Petani senang karena dapat untung sedikit lebih besar. Tapi tidak paham bahwa disitu ada pihak yang dirugikan..

Kalau pemerintah akhirnya mencabut subsidinya dengan alasan terjadi kebocoran, kira2 siapa yang teriak-teriak bahwa pemerintah tidak pro rakyat ?

Ya mereka-mereka yang merasa mendapat keuntungan dari semua transaksi itu.

Yang diharapkan pemerintah adalah program jangka panjang. Ketika akhirnya kita surplus beras, maka kita bisa meng-ekspor ke negara lain. Jadi selain swasembada, maka kita bisa mendapat pendapatan dari hasil penjualan beras ekspor.

Lha, apa yang harus di ekspor kalau berasnya sudah habis duluan di borong si tengkulak tanpa modal itu dan dijual untuk keuntungan mereka sendiri ?

Sudah gak nanam - gak modalin orang nanam juga - tapi kalau ada panen dia yang datang duluan dan bicara bahwa dia sinterklas yang bisa men-sejahterakan petani karena bisa membeli dengan harga yang lebih tinggi..

Kalau di China, orang2 PT IBU itu bukan saja di tembak mati karena mengambil keuntungan diatas program pemerintah, tapi keluarganya juga dimiskinkan..

Partai suci nan ngacengan itu memang pintar berdandan sebagai "orang mulia". Tapi sesungguhnya dia menari diatas bangkai saudara2 sebangsanya..


Kalau soal sulap menyulap, pak Jokowi seharusnya belajar dari mereka. Lha, pakde itu main sulap aja jujur, kapan bisa pintarnyaaa?. Seruput dulu ah.