Minggu, 06 Agustus 2017

JAWA BARAT BUKAN TIMUR TENGAH..

Budaya
Kirab Budaya
"Jawa barat itu sedang kehilangan identitas".

Begitu kata Kang Dedi Mulyadi waktu kami ketemu berbincang tentang banyak hal, mulai politik sampai agama.

"Coba lihat Bali. Orang ke Bali pasti merasakan aura Bali. Atau minimal Jogja-lah. Orang masih bisa merasakan aura Jogja ketika mereka kesana..

Tapi apa yang dirasakan orang ketika mereka masuk Jawa barat ? Tidak ada. Sama seperti kota-kota di Indonesia lainnya. Jawa barat kehilangan identitas dirinya, dipaksakan menjadi kota metropolis tanpa melihat potensi dirinya. Ibarat seorang anak yang berbakat menari tapi dipaksa jadi peragawati.."

Minum kopi adalah ritual yang tidak terpisahkan dari perbincangan. Tapi kang dedi tidak minum kopi, dia minum jamu. Maklum, blusukannya ke desa2 terpencil di Jawa barat membutuhkan stamina yang lebih. Saya membaca jadwal dia sehari aja udah kelimpungan.

"Yang lebih parah -ketika Jabar sedang kehilangan identitas- ada yang sedang memaksakan Jabar supaya memakai baju timur tengah. Budaya Jabar ingin dihilangkan, dimatikan dan diganti budaya yang kata mereka lebih Islami.

Kurang Islam apa Jabar? Bahkan kalau mau dirunut, pepatah2 di masyarakat Sunda itu adalah nilai2 Islam sesungguhnya.."

Saya suka melihat semangat kang dedi. Ia sangat mengerti akar dirinya. Ia adalah anak desa yang lahir dan hidup tidak jauh dari desanya. Ia bangga akan nilai-nilai kesundaannya.

Dan nilai-nilai itulah yang sedang ia bangkitkan lagi melalui kabupaten yang sekarang sedang dipimpinnya, Purwakarta.

Tapi ia paham. Bahwa masih banyak yang harus ia lawan, terutama kelompok masyarakat yang mabok agama. Yang menjadikan agama sebagai solusi atas semua masalah, bahkan menunggangi dan memperkosanya.

Saya suka cara kang dedi melawan. Tidak frontal berhadapan, tapi dengan membangunkan nilai2 budaya yang sudah lama hilang - atau sengaja dihilangkan. Itulah sebaik-baiknya perlawanan.

"Tidak ada hal yang saya paling inginkan ketika saya menjadi Gubernur nantinya, selain mengembalikan Jawa barat kembali pada nilai-nilai kesundaannya.."

Secangkir kopi ketika diseruput pagi, itu nikmat sekali. Senikmat bangkitnya kembali nilai diri kita oleh mereka yang punya tanggung jawab moral untuk menunjukkan inilah Indonesia.
Ini bukan negeri di timur tengah.