Selasa, 15 Agustus 2017

KETIKA MINORITAS KENTUT DI TENGAH MAYORITAS

Mayoritas-Minoritas
Agama
Tidak ngerti kenapa, sejak dulu saya membenci kata "mayoritas" dan "minoritas". Apalagi ketika itu dikaitkan ke masalah agama.

Manusia cenderung membentuk ukuran-ukurannya sendiri. Ukuran yang seharusnya hanya menjadi bahan studi, malah diterapkan dalam konsep sosial.

Saya juga tidak mengerti, sejak kapan agama dikotakkan dalam ukuran mayoritas dan minoritas dalam konteks sosial ?

Khusus untuk Indonesia, kan sudah ada sila ke 5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Catat, seluruh rakyat Indonesia. Bukan rakyat yang mayoritas agama.

Memang manusia itu siapa ?

Toh dalam agamapun sudah jelas bahwa Tuhan berfirman, semua hambaNya berkedudukan sama dihadapanNya. Yang membedakan masing-masing adalah amal perbuatannya.

Memang manusia sanggup mengelompokkan yang sini manusia yang mayoritas amalnya baik dan yang sono amalnya kurang ? Mungkin manusia yang bisa begini adalah saudara dekatnya Tuhan..

Lalu konsep mayoritas dan minoritas ini ajaran siapa ?

Konsep mayoritas dan minoritas itu hanya ada pada manusia yang sudah tidak adil sejak dalam pemikirannya. "Mereka yang akalnya melemah, kebanggaan dirinya menguat" kata Imam Ali. Mereka yang tidak mampu bertarung secara cerdas, cenderung menggunakan kekuatan kelompoknya.

Jadinya seperti hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang..

Buang jauh-jauh pemikiran mayoritas dan minoritas dalam konsep sosial. Biarkan itu hanya ada dalam studi, dalam survey dan sebagainya bukan dalam bermasyarakat apalagi bernegara.

Founding father Indonesia sudah sepakat bahwa semua warga negara Indonesia mempunyai kedudukan yang sama, tidak terbedakan oleh ras, suku dan agama. Bahkan sumpah pemuda yang dibela dengan darah para pemuda pun sudah menetapkan "satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa".

Konsep kesatuan, bukan konsep siapa yang paling banyak umatnya..

Apalagi jika pemikiran mayoritas dan minoritas ini datang dari seorang kepala daerah atau kepala negara. Ini kepala pemerintahan atau kepala umat beragama ? Bahwa sejak awal disumpah, para pemimpin sudah menyatakan mereka harus siap berdiri diatas semua golongan...

Sambil menyeruput kopi sore hari, saya baru sadar bahwa dalam agama pun dikabarkan bahwa surga hanya dihuni oleh minoritas manusia..

Lalu dimana mayoritas manusia kelak berada ?


Hanya kentut tetangga yang keras dan mengagetkan manusia satu ruangan yang sunyi senyap, yang bisa menjawabnya...