Senin, 21 Agustus 2017

MENGGESER SUDUT PANDANG

Humor
Humor
Entah kenapa saya selalu melihat banyak hal dari sisi "kelucuan".

Sudah lama saya tidak marah. Marah terakhir saya lampiaskan ke diri saya sendiri yang goblok, lemah, pengecut dan selalu menyalahkan sesuatu kepada situasi dan seseorang untuk menutupi kelemahan.

Sesudah berhasil mengalahkan diri sendiri untuk jujur terhadap banyaknya kelemahan, ternyata itu membuka dimensi pandangan baru dalam kehidupan. Sudah tidak ada lagi nafsu berlebihan apalagi amarah yang cenderung membutakan.

Malah ketika saya menghadapi seseorang yang marah membabi buta di depan mata, saya langsung merasa aneh. "Kenapa bisa manusia kehilangan dirinya sendiri dan dikuasai oleh emosi ya ?".

Keanehan itu kemudian berubah menjadi kelucuan melihat begitu lemahnya manusia terhadap dirinya sendiri..

Rasa marah yang keluar dalam bentuk emosi membutakan itu sejatinya adalah ciri manusia kalah. Mereka kalah dalam kehidupan, kalah dalam persaingan, kalah dalam kehormatan dan kalah dalam segala hal.

Mereka butuh pelampiasan untuk mengeluarkan lava dalam dirinya. Mereka tidak bisa mengendalikan api dalam jiwanya.

Hidup itu sesungguhnya seperti secangkir kopi. Ia membawa keceriaan, rasa semangat, pandangan positif dan nikmat yang menggairahkan. Energi tersalurkan ke tempat yang tepat karena pikiran yang tenang itu mencerahkan..

Lihat pakde Jokowi...

Dia marah pada negara besar ini tapi selalu direndahkan bangsa lain. Apakah ia harus mencaci maki mereka yang merendahkannya ?

Tidak. Ia malah membangun infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia untuk membuktikan bahwa Indonesia tidak akan bisa diremehkan oleh siapapun juga.

Hanya orang rendah yang merasa dirinya rendah ketika direndahkan. Para pemenang selalu ingin membuktikan. 
Seruput dulu? Hidup ini sesungguhnya hanyalah komedi bagi jiwa-jiwa yang tenang.