Kamis, 24 Agustus 2017

PARA PENJAGA NKRI

Dalam setiap kesempatan, ketika bertemu "orang-orang" besar, saya selalu menyampaikan pesan. "Jangan abai dengan situasi tenang sekarang ini. 


Sesudah keluar Perppu pembubaran ormas radikal, suasana yang terlihat tenang sekarang ini, sebenarnya seperti air laut yang menjauhi pantai sesudah terjadi gempa besar.

Dan pada satu titik, akan datang gelombang tsunami yang bisa saja sulit kita tahan kedatangannya. Peristiwa gelombang aksi massa besar di 411 sebenarnya adalah warning bagi kita, bahwa ketika kita tidak siap, potensi chaos begitu besar. Untunglah aparat kemaren masih sigap menangani gelombangnya.

Tetapi kita tidak bisa bergantung terus pada kesiapan aparat. Kita harus merapatkan elemen-elemen masyarakat yang cinta NKRI untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi".

Saya terdiam sesaat dan teringat seorang bijak berkata, berfikirlah yang terburuk dan lakukan yang terbaik.

"Meskipun situasi keamanan ada di tangan aparat, tetapi jumlah personel jauh sangat kurang dibandingkan massa yang ada. Aparat juga rentan dituding melanggar HAM ketika akhirnya harus menghantam kelompok dengan aksi radikal.

Yang bisa menjaga rakyat adalah rakyat juga.

Dan menghadapi kelompok fundamentalis ini, siapkan kelompok yang bertentangan dengan mereka. Bukan untuk berbenturan fisik, tetapi melawan semua propaganda dan permainan persepi mereka bahwa mereka besar..."

"Kelompok rakyat mana kira-kira yang siap melawan mereka?" Tanya seseorang.
"Ansor dan Banser. Mereka sedang melakukan persiapan dimana-mana, perekrutan dimana-mana untuk menghadapi situasi yang sulit diperkirakan seberapa besar dampak buruknya.."


Kuseruput secangkir sambil menatap wajah mereka dalam-dalam. Semoga mereka mengerti apa yang sedang terjadi..