Rabu, 02 Agustus 2017

STRATEGI CERDAS HT & JOKOWI DI BALIK LAYAR (2)

Perindo
Hary Tanoe dan Jokowi
Tidak sulit melihat ada benang merah yang menghubungkan Jokowi dan HT dalam Capres kali ini..
Waktu Jokowi dan HT sama-sama blusukan ke pesantren, barulah saya mendapat sinyal yang kuat bahwa "akan ada yang terjadi" mendekati pilpres kali ini.

HT dan Jokowi menerapkan strategi yang sama dan seiring, dekati pemilih muslim. Dengan mendekati pemilih muslim, yang nota bene adalah pemilih terbanyak di Indonesia maka strategi mereka bisa dibilang berhasil.

HT bahkan rela berkopiah dan bersarung untuk melakukan hal itu. Banyak santri yang menyalami dan mencium tangannya, sambil terbentang spanduk besar-besar di pinggir jalan, "SELAMAT DATANG H ARI TANOE TERCINTA ".

Dan benar saja, tidak lama kemudian HT mendukung Jokowi sebagai capres, yang juga akan memuluskan pencawapresannya. HT berhasil menyingkirkan Ahok yang sebenarnya kandidat terbaik dalam konsep koalisi Pelangi yang akan menyatukan pemilih dari berbagai suku, ras dan agama.

Jika Jokowi ibarat kuda dalam bdiak catur, HT adalah menteri yang jalannya selalu miring. Dia gak bisa jalan lurus karena takut disangka jadi benteng.

Bahkan Mars Perindo sebenarnya adalah simbol-simbol dukungan kepada Jokowi.
Lihat saja salah satu baitnya..
"Dengungkan gema, nyatakan persatuan
Oleh Perindo
Oleh Perindo
Jayalah Indonesia.."

Jaya disana maksudnya adalah Jokowi, karena waktu masih mahasiswa Jokowi sering dipanggil teman2nya dengan nama Jaya Sujaya..
Begitulah skenario hebat HT dan Jokowi di balik layar yang tidak semua orang tahu.

Benar juga kata pepatah bahwa "Dalam politik tidak ada kawan yang abadi.." Lihat saja, belum pernah dalam perpolitikan Indonesia kita menemukan politikus yang bernama Abadi.
Seruput..

"Iya iya.. aku tidur di sofa malam ini..."