Senin, 25 September 2017

JOKOWI ITU ORANG SOLO

Presiden Jokowi
Jokowi
Yang menarik bagi saya adalah bagaimana sikap dan langkah Jokowi terhadap isu PKI ini. Jokowi -sejak awal jabatannya- dikenal sebagai pecatur ulung. Ia tidak langsung bereaksi, apalagi terus-terusan bercuit mencari simpati bahwa "ia bukan anak PKI" seperti yang dituduhkan banyak orang.

Isu PKI adalah senjata mutakhir untuk menghancurkan karakternya, sama seperti isu agama yang dipakai menghabisi Ahok. Jokowi bukan Ahok, yang sangat reaktif menanggapi isu yang menyerang dirinya.

Sudah banyak cara yang ingin memancing Jokowi "keluar" dengan isu PKI ini. Sebuah buku dengan judul "Jokowi undercover" yang membahas hubungan Jokowi dengan PKI, ternyata tidak mampu menghantam elektabilitasnya.

Jokowi bahkan mengeluarkan statemen yang tegas, "Tunjukkan pada saya dimana PKI, akan saya gebuk !" Pernyataan tegas ini menunjukkan komitmennya bahwa ia berada di barisan terdepan jika komunisme bangkit di Indonesia. Sekaligus mematahkan pandangan bahwa ia bagian dari PKI.

Meski begitu masih banyak orang bodoh yang memaksa Jokowi memeriksakan dna-nya untuk menunjukkan bahwa ia memang bukan PKI. Lucu memang, baru kali ini ada yang berpikiran bahwa dna itu ada hubungannya dengan ideologi seseorang.

Belum lelah, banyak cara lawan politiknya untuk terus memaksakan isu PKI ini terus bergulir. Bermula dari aktivis2 genit yang terus menerus memaksakan untuk "meluruskan sejarah", isu PKI kembali ditunggangi untuk menyerangnya.

Lalu muncullah instruksi nobar film PKI. Instruksi Panglima TNI bagai gayung bersambut bagi PKS yang juga menginstruksikan hal yang sama kepada kader-kadernya. Harus ada ruang yang dibangun untuk mencari celah serangan kepada Jokowi nantinya..

Pro dan kontra masalah nobar terjadi di kalangan masyarakat bawah. Tudingan-tudingan "antek PKI" menjadi makanan sehari-hari di media sosial. Inilah situasi yang diharapkan, membuat masyarakat saling curiga hingga akhirnya memungkinkan terjadi bentrokan yang meluas seperti halnya bentrokan di kantor YLBHI Menteng.

Bagaimana sikap Jokowi?

Dengan gayanya yang khas, Jokowi seperti bercanda untuk membuat film PKI dengan gaya milenial. Sebuah pernyataan yang menandakan bahwa ia mengikuti semua perkembangan isu, sekaligus meredamnya dengan sebuah solusi.

Jokowi sama sekali tidak melarang pemutaran film G30S-PKI. Ia malah mempersilahkan siapa saja untuk menonton. Melarangnya malah menguatkan tudingan kepadanya. Dengan mempersilahkan, ia sebenarnya sedang membuka ruang komunikasi seluas-luasnya.

Toh film itu juga tersebar di Youtube, ngapain dilarang? Malah menimbulkan kontroversi yang gada habisnya..

Gagal menjebak Jokowi di acara nobar PKI, dibangun isu baru untuk menghangatkan suasana. Ribuan senjata ilegal masuk ke Indonesia..

Ini masih ada kaitannya dengan isu PKI, karena melihat sejarahnya, isu senjata ilegal juga memainkan peran penting dalam membangun ketakutan masyarakat pada masa itu. Dan pola yang sama dilakukan kembali, sambil melihat reaksi..

Menkopolhukam yang maju menetralisir isu itu, bersama Kapolri dan juga BNN.

Kenapa bukan Jokowi? Toh ini bisa jadi kesempatan buat Jokowi untuk bermain sebagai yang terzolimi, mencari simpati buat Pilpres 2019?

Karena ketika Jokowi yang mengadakan konferensi pers untuk menetralisir masalah senjata ilegal itu, maka akan dibangun pengkubuan antara Jokowi vs Panglima TNI. Dan ini jelas akan menguntungkan lawan politik Jokowi..

Situasi ini mirip ketika AHY datang ke istana untuk menemui Jokowi, tapi yang disuruh Jokowi menemui adalah Gibran, anaknya. AHY yang ingin naik panggung dengan "duduk setara Jokowi", akhirnya harus pergi dengan kecut karena hanya ditemui Gibran yang plonga plongo gak tahu ngapain kok disuruh menemui AHY..

Nah untuk menetralisir statemen Panglima TNI, cukup Menkopolhukam saja. Setara tingginya.

Sejauh ini Jokowi menghadapi isu PKI yang menyerang dirinya dengan elegan dan penuh perhitungan. Bidak-bidak lawan dibangun untuk menjebaknya dengan mengorbankan pion-pion supaya ia makan, dan pada akhirnya ia diharapkan terjepit dengan skak mat.

Tapi pihak lawan tetap tidak paham, bahwa dalam permainan catur, Jokowi bukanlah bidak raja yang langkahnya hanya sebatas satu dua. Ia adalah bidak kuda, yang bisa meloncat kesana kemari tanpa ada bidak apapun yang menghalangi. Sulit sekali mengurungnya dalam berbagai posisi..

Lalu kalau Jokowi adalah bidak kuda, siapa dong rajanya?

Pintarnya, Jokowi menjadikan rakyat sebagai rajanya. Semua langkahnya, adalah bagian dari melindungi rakyatnya. Karena jika raja atau rakyat di skak mat, yang terjadi adalah papan catur harus kembali ditata ulang dari kehancuran. Dan itu prosesnya sangat panjang dan mahal..

Melihat permainan politik Jokowi seperti menonton permainan catur yang menarik dan menegangkan. Jokowi mampu memainkan serangan lawan menjadi permainan yang indah yang membuat kita harus berkeplok tangan..

Entah sudah berapa kosong skor jadi keunggulan Jokowi. Mulai dari masalah BG dulu, KMP vs KIH, sampai masalah PKI sekarang ini..

Lawannya mungkin kurang seruput kopi. Tidak paham bahwa orang Solo harus dilawan dengan cara Solo juga. Halus, seperti batiknya..

Jangan terlalu kasar mainnya. Jokowi mampu membuka jati diri lawannya, siapa dia sebenarnya. Seruput ah.....