Kamis, 28 September 2017

ROKET ANTI TANK DI TANGAN POLRI

Roket
Latihan
Dalam grup wa dan di timeline saya beredar video aparat kepolisian menggunakan senjata berat, salah satunya adalah RPG atau roket anti-tank. Dan video lama ini muncul kembali secara massif berkaitan dengan isu 5 ribu senjata ilegal yang diungkapkan Panglima TNI.

Saya mencoba bertanya kepada seseorang yang sangat mengerti tentang ini.
"Bagaimana penjelasan tentang aparat kepolisian yang menggunakan senjata berat termasuk roket anti- tank?”

"Apa yang aneh?" Jawabnya.

"Senjata itu dipegang Brimob - Brigade Mobil. Brimob itu pasukan tempur Polri. Brimob adalah korps tertua dalam kepolisian Indonesia dan mengawal kemerdekaan kita sejak 1945. Jadi Brimob mempunyai yurisdiksi penegakan hukum dengan komponen militer.

Normal dan biasa saja.

Barang yang ada di video itu namanya PGI (Pelontar Granat Infanteri).

Barang itu adalah barang lama peninggalan Pelopor - kesatuan khusus Brimob yang berkualifikasi Ranger yang sudah dibubarkan tahun 1974. Dan digunakan sewaktu terlibat dalam pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malaysia.
Barang itu masih ada di gudang Korps Brimob dan kembali digunakan ketika Brimob terlibat dalam operasi menghadapi GAM di Aceh.

Selain itu tidak pernah lagi digunakan kecuali latihan harpuan (pemeliharaan kemampuan) saja seperti di video tersebut.

Tidak ada penambahan lagi sejak jaman pembebasan Irian Barat dulu, yang ada saat ini sudah hampir habis.

PGI yang tersimpan di gudang Brimob adalah peninggalan Resimen Pelopor dan terakhir digunakan saat era konflik Aceh. Untuk saat ini hanya digunakan untuk pengenalan dan latihan..."

Saya merenung..

Sesudah pembicaraan tentang masalah senjata anti-tank yang beredar itu, saya mulai berpikir ada yang memang sangat benci kepada kepolisian. Sejak penumpasan teroris melalui Densus 88, aparat kepolisian memang sangat dibenci oleh ormas-ormas agamis - yang mempunyai agenda khilafah.

Masih teringat ketika peristiwa bom Thamrin, dimana polisi berhasil menggagalkan teroris, yang didapat adalah cemoohan.

Cemoohan itu bagian dari pembunuhan karakter polisi supaya mereka tampak lemah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa bom panci dan aksi terorisme di Indonesia itu sebenarnya adalah skenario polisi sendiri.

Dan kebencian mereka mendapat tempat, ketika Panglima menyebutkan ada senjata ilegal masuk ke Indonesia. Mereka langsung mengeluarkan video-video lama dan menuding bahwa sebenarnya polisi-lah yang disebut Panglima TNI memasukkan senjata ilegal.

Dalam artian, mereka ingin membenturkan TNI dengan Polri. Dan karena ini masih berkaitan dengan isu PKI, maka secara tidak langsung mereka menuding bahwa Polri adalah bagian dari PKI yang ingin memberontak di negara ini dengan menguasai senjata berat militer.

Massifnya peredaran video ini memang tidak bisa dianggap enteng.

Beberapa teman dan saudara yang masih aktif di TNI bahkan menjadi bagian dari penyebar video ini. Mereka sudah terprovokasi -tanpa tahu kejadian sebenarnya- bahwa memang benar berita bahwa akan ada pemberontakan.

Semoga informasi ini bisa menjadi petunjuk dan kewaspadaan, bahwa isu-isu itu bisa menjadi senjata penghancur kita ketika tidak diredam. Dan ini masih akan berlanjut sampai Pilpres 2019. Dan akan berakhir jika Jokowi kalah dalam pemilihan.


Jadi bisa ditebak kan siapa yang punya kepentingan di balik ini? Seruput dulu kopinya, situasi makin panas dan menarik.