Rabu, 11 Oktober 2017

BERSUARALAH, JANGAN LAGI DIAM

Eggi Sudjana
Romo Magnis
"Biar Tuhan yang membalas, bang… kami doakan saja mereka supaya sadar.."

Saya jujur ikut gemas dengan model pernyataan seperti ini ketika ada masalah yang terjadi pada banyak saudara-saidaraku yang beragama Kristen, baik itu yang Katolik maupun Protestan.


Seakan-akan semua masalah harus diselesaikan sendiri oleh Tuhan. Dan ketika akhirnya tidak selesai, mereka bersembunyi lagi dalam kata "Gusti mboten sare".
Propaganda bahwa minoritas harus mengalah yang ditanamkan oleh mereka yang merasa kaum mayoritas, benar-benar sudah tertancap dalam benak sehingga "selalu merasa kalah", baik ketika terus diinjak-injak.
Ketika harus bicara "lawan kesewenang-wenangan", lalu mengkeret sambil mengeluh, "apa kita akan menang?", atau "nanti malah terjadi perpecahan".

Tidak banyak yang sadar bahwa siapapun di Indonesia ini, baik agamanya maupun suku dan rasnya, semua mempunyai kekuatan hukum yang sama. Tidak ada yang mayoritas maupun minoritas di mata hukum.

Masalah apakah hukumnya nanti akan berpihak itu masalah lain, karena itu masalah ada di perangkat hukumnya. Tetapi apapun, yang dilihat adalah usaha manusia itu sendiri, terlepas bagaimana hasilnya nanti.

Pantas saja Birgaldo Sinaga mengeluh ketika ia mengkritik PGI yang sama sekali tidak mengeluarkan suara ketika ada ucapan dari ES yang terkesan mengecilkan keberadaan agama Kristen di Indonesia.


Terlalu lama dalam situasi mengalah, membuat birgaldo merasa sendirian ketika hendak berjuang membangkitkan semangat saudara-saudara seimannya, untuk menggunakan hak suaranya.

Jika semua diserahkan pada Tuhan, jangan salahkan ketika satu waktu Tuhan membalas,

"bukankah kalian, hai manusia, sudah Kuberikan akal sebagai pendamping kalian? Sudah Kuberikan tangan untuk mengurus sendiri masalah kalian? Sudah Kuberikan kaki untuk menentukan masa depan kalian? Sudah Kuberikan hati untuk keberanian kalian? Lalu apa gunanya itu semua jika kalian serahkan lagi masalah kalian kepadaKu?".
Yang perlu dipahami oleh saudara-saudaraku yang Kristen, mereka yang selalu mengklaim bahwa mereka adalah mayoritas sebenarnya bukan mayoritas. Jika berbicara mayoritas itu adalah muslim, sesungguhnya NU lah yang mayoritas dengan jumlah umat sebanyak 60-80 juta jiwa.
Apakah mereka yang berteriak mayoritas itu dari NU? Jelas bukan.


Jadi sudahilah model kepasrahan yang ditempatkan pada posisi yang salah. Kita punya hukum sebagai senjata bersama, pergunakan dengan baik dengan segenap akal, tangan, kaki dan hati kalian. Sadarilah hak-hak kalian sebagai anak bangsa.

Bersuaralah, jangan lagi diam. Jangan biarkan orang-orang yang berani bersuara, sendirian.

Kepada mereka yang berani bersuara atas nama hukum, saya angkat secangkir kopi untuk kalian.

"Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang baik” Imam Ali bin Abi Thalib.