Senin, 16 Juli 2018

WAJIB PAKE JILBAB DI SMP NEGERI

Siswi
Siswi Berjilbab

"Yang muslim wajib pake jilbab.."

Begitu kata seorang teman saat memasukkan anak perempuannya di hari pertama masuk SMP negeri di Surabaya. "Gak ditulis di surat edaran, tapi disampaikan oleh guru-guru di sekolah. Siswa wanita muslim wajib pake jilbab. Itu untuk memudahkan guru memisahkan mana yang muslim dan mana yang Kristen.."

Temanku cerita, anaknya mengeluh. Sudah di SD diwajibkan berjilbab, sekarang di SMP juga begitu. Dia bosan pake jilbab dan ingin seperti anak remaja umumnya.

Memang aneh sekolah negeri sekarang.

Saya ingat ketika saya SMP & SMA di tahun 80-90an, teman-teman yang wanita bisa bebas mengekspresikan dirinya tanpa harus terbebani dengan aksesoris yang membedakan dia dengan teman lainnya yang tidak seagama. Coba cek saja film-film remaja pada waktu itu, tidak ada siswi yang berjilbab. Dan semua baik-baik saja..

Tapi semua itu berubah setelah negara api menyerang.

Sekarang sudah ada pemisahan, mana muslim dan mana yang non muslim. Seakan agama begitu penting dalam memisahkan pergaulan antar sesama. Tanpa sadar sejak kecil anak kita dikotak-kotakkan berdasarkan apa keyakinannya. Dan keyakinan itu harus ditunjukkan berdasarkan aksesorisnya.

Dan ini terjadi di sekolah negeri. Sekolah yang berada di naungan pemerintah yang seharusnya menaungi semua warganya tanpa melihat perbedaan apapun karena hak dan kewajiban semuanya sama. Sekolah yang kepala sekolah dan guru-gurunya digaji pake uang rakyat, yang berasal dari semua agama.

Jadi untuk apa mewajibkan jilbab sebagai salah satu aksesoris wajib di sekolah negeri ? Apa jilbab berhubungan dengan prestasi ? Atau jilbab berkaitan dengan ahlak seseorang ?

Contoh yang baru saja terjadi, seorang anggota DPR RI dari komisi VII ditangkap KPK karena menerima suap sekian miliar rupiah. Dan dia berjilbab !

Pendidikan yang mengkotak-kotakkan siswa berdasarkan agamanya ini, akan berlanjut ketika mereka dewasa. Nanti dari mereka ada yang membuka salon khusus muslim. Perumahan khusus muslim. Apa-apa muslim. Tapi kalau ketangkep KPK, terus menyanggah, "Jangan liat agamanya dong, itu kan oknum.."

Seharusnya pemerintah pusat, terutama Dinas Pendidikan, melihat fenomena ini sebagai sebuah ancaman besar terhadap kesatuan negara. Bahwa kewajiban pakai jilbab di sekolah negeri ini, sangat berbahaya dalam mempengaruhi pemikiran seseorang. Kita akhirnya terbiasa mengkotakkan diri, dan berkumpul hanya dengan sesama.

Harus dibuat peraturan dan harus diawasi ketat, kepala sekolah negeri yang membuat peraturan seperti ini. Bagaimana bisa membasmi terorisme, jika sejak awal pendidikan sudah disusupi ideologi, "Kami paling benar dari kalian ?"

Jangan heran, jika generasi-generasi hasil pemaksaan seperti ini akan menguasai kampus-kampus negeri dan menghasilkan pengajar, praktisi bahkan pejabat-pejabat yang sibuk dengan aksesori.

Dan permasalahan ini tidak akan bisa selesai, jika orang tua murid diam saja karena takut anaknya tidak mendapat nilai baik jika mengadukan ke publik. Harus ada class action ke pemda, pemkot bahkan pemerintah pusat bahwa aturan tanpa tertulis di sekolah negeri seperti itu wajib ditiadakan.

Kalau bisa buat kelompok "Ibu-ibu perduli negeri" yang khusus mengawasi situasi seperti ini. "Jilbab itu hak, bukan kewajiban di sekolah negeri".

Sebenarnya kita bisa melihat, bagaimana ancaman terhadap ideologi bangsa, nyata dan terjadi di halaman rumah kita sendiri. Hanya banyak dari kita yang abai dan tidak perduli..

Ah, serasa kopi pagi ini pahit sekali..

Jumat, 13 Juli 2018

FREEPORT BISA GRATIS, NGAPAIN BAYAR?

Papua
Jonan, Sri Mulyani dan Freeport

"Ngapain beli saham 51 persen?? Tunggu tahun 2021 aja, Freeport sudah 100 persen milik kita. Gratis lagi. Jokowi buang-buang uang!!".

Pagi-pagi tulisan teman saya si mantu muncul lagi. Rupanya dia fesbukan sambil sembunyi diatas genteng. Mertua lakinya nyari di bawah kesana kemari.

Memang secara kontrak, ijin Freeport akan habis di tahun 2021. Dan pemerintah Indonesia bisa tidak meneruskan ijin itu kalau mau, apalagi Freeport sering melanggar janji untuk membayar hak negara.

Dan jika pemerintah tidak meneruskan kontrak, berarti tambang tutup. Freeport hengkang dari bumi Indonesia dan 100 persen tambang jadi punya kita.

"Emangnya kite bisa garap, woi mantuu ?" Teriak si mertua yang baca status mantunya.

Dia pagi ini gemas, karena selain celana dalam istrinya dibawa lari, dompetnya juga. Padahal isi dompet tinggal ceban doang, cuman cukup buat beli kuota.

"Elu aja, mantu, gua tinggalin bengkel. Noh, peralatan ada, tempat ada, cuman elu skill kagak ada. Kerjaan elu cuman ngeceprok di bengkel sambil bayangin warisan gua. Bengkel gua tinggalin seminggu, hancur kagak ada yang mampir.

Gimane Freeport? Itu tambang bukan sembarang tambang. Peralatan mereka khusus dan mahal. Kalo kontrak gak diperpanjang, trus mereka pulang, siapa yang garap? Mau nunggu orang laen yang garap? Butuh waktu 5 tahun lagi, baru orang lain bisa ngerjain tambang itu. Lu kira gampang, kulkas bekas?".

Si mertua laki histeris. Istrinya teriak-teriak dari kamar mandi nanyain celananya. Dia gak bisa keluar, kan malu masa telanjang. Mending kalo bodi masih bagus, ini sudah awut2an..

"Itu di Freeport ada 33 ribu karyawan, tu. 90 persennya pekerja Indonesia. Trus mereka mau dipecatin gitu ?? Rusuh tuh Papua. Orang lapar lu suruh puasa. Papua rusuh, Amerika ikut maen. Mereka juga gak rela investasi mereka di Freeport sia-sia. Bisa kacau Indonesia kayak tahun '65 kalau kita mau maen keras2an kayak gitu..."

Dari kamar mandi teriakan ibu mertua makin kencang. Ditambah gedor-gedor pintu segala. Mertua laki makin histeris, soalnya pake ancaman entar malam gak dapat jatah.

"Belum lagi Freeport pasti bawa masalah ini ke pengadilan Internasional. Kita harus keluar duit lagi untuk bayar pengacara mahal. Dan sesudah tahunan berperkara, kita bisa kalah.

Iklim investasi pasti goncang. Indonesia bisa gak dipercaya investor kalau gini, kagak ada jaminan investasi aman. Rupiah pasti terpuruk karena investor tarik uang dollarnya pulang.

Elu sih senang. Kerjaan cuman ngupil doang, berharap Indonesia rusuh, trus elu demo. Pulang-pulang bawa nasi bungkus, lu bilang habis kerja.. Kerja apaann ?? Cuman tereak2 doang modal gamis ma sorban. Itu juga mukenah istri gua lu pake ke jalan.."

Tiba-tiba terdengar suara genting pecah. Rupanya atap rumah gak tahan menahan bobot temanku si mantu yang naudzubillah. "Brakkkkk!!!" Si mantu terjun bebas ke bawah.

Entah Tuhan punya rencana, si mantu jatuh tepat di kamar mandi dimana emak mertua sedang gak pakaian. Makin menjerit si emak liat mantu jelek melongo kebingungan, dikira dia sekarang sudah di surga bersama bidadari di kayangan. Tapi bidadari kok kisut gitu, pikirnya.

Gemparlah satu kelurahan. Tidak lama ada yang mem-videokan dan menyebarkan di fesbuk dengan caption, "Viral! Seorang menantu pengangguran hendak memperkosa ibu mertua disaat suaminya tidak ada!!". Komen-komenpun berhamburan, "Astaghfirullah, menantu kurang ajar!! Semoga mendapat hidayah!!".

Bahkan ada komen, "Menantu itu pasti Syiah! Syiah bukan Islam!!" Apa hubungannya coba?

Ah, ada ada saja. Mending kuseruput kopi dulu sambil menikmati hidup yang sederhana..

HUTANG UNTUK BELI FREEPORT

Inalum
Tanda Tangan Freeport-Indonesia

"Hutang lagi. Hutang lagi. Beli Freeport aja pake hutang. Yang dibanggain apanya?? Hutang makin bengkak. Indonesia bisa bangkrut !!"

Tulis seorang teman di dinding facebooknya. Hari-harinya memang begitu, penuh dengan kenyinyiran yang sempurna.

Saya tersenyum bacanya. Baginya Jokowi sama sekali gada baiknya. Sama seperti ia melihat mertuanya yang menuntut ia untuk cari kerja, jangan hanya nongkrong di rumah saja.

Ingin saya menjelaskan. Tapi mana dia mau ngerti?? Wong namanya sudah benci. Ah, tapi siapa tau mertuanya baca. Mertuanya membela saya. Bukan karena suka, tapi karena ia lebih benci pada menantunya.

Gini saya jelasin kepada bapak mertua..

Yang mengambil 51 persen saham Freeport adalah PT Inalum, perusahaan pelat merah. Sebenarnya Inalum tidak sendiri, tetapi dia adalah pemimpin dari 3 perusahaan BUMN khusus untuk pertambangan. Mereka menamakan gabungan ini sebagai holding.

Nah, dana dari gabungan perusahaan ini dikumpulkan ada sekitar 88 triliun rupiah. Besar sekali. Dan khusus untuk pengambil alihan saham Freeport, Inalum grup menyediakan dana sebesar 21 triliun rupiah.

"Berapa sih dana untuk mengambil 51 persen saham Freeport ?"

Dari hitung-hitungan, total dana yang harus disiapkan sekitar 54 triliun rupiah.

Wah, berarti Inalum grup kurang 33 triliun rupiah lagi dong? Darimana dana sisanya?

"Pasti pake hutang!" Suara mertua temanku terdengar keras sambil melirik menantunya yang pura-pura sibuk cuci celana. Saking gagapnya, temanku malah mencuci celana dalam ibu mertuanya. Pantas, suaminya marah..

Ya pak mertua, betul. Inalum grup akhirnya hutang. Lebih tepatnya, ditawarin hutang.

"Lha, siapa memangnya yang jaman segini nawarin hutang?? 33 triliun lagi. Kan gede tuh?? Segede biji menantu gua.." Kata mertua sinis, sambil nyindir2 menantunya.

Ada. 11 bank siap memberikan hutang kepada Inalum grup sebesar 33 triliun rupiah. Nah, Inalum tinggal milih tuh, bank mana saja yang bisa memberikan bunga paling rendah. Kan enak..

"Kok bisa? Gimana bayarnya??"

Inilah yang orang banyak tidak tahu. Direktur Freeport McMoran sendiri mengatakan, bahwa dengan kepastian investasi dan operasi sampai tahun 2041, Indonesia bisa mendapatkan untung lebih dari 860 triliun rupiah..

Woww, 860 triliun ??

Dari tahun 2018 ke tahun 2041, ada waktu 23 tahun.

Jadi, kalau 860 triliun dibagi 23 tahun, maka setiap tahunnya Indonesia bisa untung hampir sekitar 35 triliun rupiah.

Jika bisa untung segitu, berarti hutang 33 triliun ke bank gak ada artinya. Ibaratnya, setahun aja selesai tuh hutang. Sisa 22 tahun, tinggal untungnya doang. Pendapatan Indonesia jadi besar. Bisa buat bayar apa saja dan sejahterakan rakyatnya..

"Pantas bank-bank ngiler untuk ngutangin. Soalnya mereka tahu, kalau pendapatan di Freeport besar.. " Akhirnya si mertua mengerti dengan penjelasan ala anak SMP ini. Semakin mengerti, semakin benci dia sama menantunya.

Akhirnya gak tahan, si mertua laki mengangkat sarungnya. Dia berjalan mendekati menantunya yang semakin gagap dengan mencuci beha ibu mertuanya.

"Oi mantu!" Tereak si mertua. "Dengerin tuh penjelasannya. Jangan cuman tereak-tereak hutang hutang aja. Hutang gak papa. Asal bisa bayar.."

Dan mulailah pengadilan terjadi di rumah itu. "Emangnya elu, mantu. Hutang ke gua kagak pernah bayar. Penghasilan aja kagak ada. Kuota minta ma anak gua. Kerjaan nyinyir ke pemerintah. Titel doang sarjana. Ngapain kek elu. Jual jual diri gitu. Kan lumayan meski tampang lu murah..."

Temanku makin gugup. Dia langsung lari sambil membawa celana dalam ibu mertuanya.

"Hei kampret. Lu bawa lari kemana celana istri gua?? Mau lu guna-guna??" Mereka tampak kejar-kejaran sepanjang gang rumah.

Saya tersenyum sambil seruput secangkir kopi. Hidup ini memang indah..

MEDAN PERTARUNGAN FREEPORT

Inalum
Penandatanganan

Tanpa keributan berarti, mayoritas saham Freeport sudah berhasil kita kuasai. "Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita, PT Inalum, telah mencapai kesepakatan awal dengan Freeport pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," begitu kata Jokowi seperti dimuat di media-media.

Jokowi patut bersyukur.

3,5 tahun waktu diperlukan untuk negosiasi mendapatkan Freeport kembali. Dan itu bukan pekerjaan mudah. Freeport Mc Moran sebagai pemegang saham terbesar di Freeport tentu tidak mau menyerahkan tambang itu kepada Indonesia begitu saja. Mereka menebarkan banyak ancaman melalui pengamat-pengamat yang dibayar bahwa Indonesia bisa rusuh jika merebut miliknya.

Belum lagi pesimisme yang ditebar bahwa tambang Freeport sudah tidak ada lagi emasnya sehingga Indonesia rugi jika mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk membeli saham mayoritas.

Freeport bahkan melakukan pemecatan kepada 3000 karyawannya sebagai bagian dari gertakan itu, berharap ada imbas kepada pemerintah pusat supaya berfikir ulang untuk merebut tambangnya.

Tapi yang tidak dihitung oleh Freeport adalah bahwa tambang itu sudah menjadi sebuah simbol. Simbol kedaulatan Indonesia di tanahnya sendiri. Inilah yang membuat Jokowi bersikeras untuk "merebutnya", tentu dengan melalui negosiasi diatas meja.

Panglima terbaikpun disiapkan. Mulai Ignasius Jonan dipanggil kembali menjadi Menteri, sampai Sri Mulyani turun tangan.

Dan berhasil. Freeport mengalah untuk menjual sahamnya sebesar 51 persen. Kepemilikan mayoritas ini menandakan Indonesia berkuasa atas segala keputusan didalamnya.

Siapapun tahu, tidak mudah mengambil alih Freeport. Kontrak-kontrak sejak lama dikunci supaya Indonesia tidak bisa memiliki. Lobi-lobi politik dan uang bertebaran untuk menghalangi niat pemerintah dalam gerakannya.

Tapi Jokowi membuktikan bahwa dialah macan Asia sebenarnya. Tanpa perlu menepuk dada, ia dengan halus berhasil membuat nama Indonesia harum kembali dimata Internasional.

Penanda-tanganan kesepakatan antara PT Inalum sebagai wakil pemerintah dan Freeport, adalah sebuah sejarah yang harus dicatat oleh generasi muda. Bahwa ada orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan berjuang demi bangsa. Mereka bisa saja kaya raya jika mau disuap, tapi mereka tahu bahwa tinta hitam suatu saat akan mencoreng mereka jika melakukan itu.

Indonesia adalah bangsa yang besar jika diisi orang-orang seperti ini.

Angkat secangkir kopi untuk para macan asia ini.

Rabu, 11 Juli 2018

ABU JIBRIL & TERORISME

Al Qaeda
Anak Abu Jibril

Sepak terjang Abu Jibril dalam radikalisme dan terorisme sudah sangat lama..

Nama aslinya Fihiruddin Muqti. Dia asli Lombok. Dan ilmu agamanya dia dapat dari Abdullah Sungkar, pengelola pesantren Ngruki Solo.

Bersama Abu Bakar Baasyir, mereka ingin membangkitkan kembali gerakan DI/TII. Dan tahun 1985 mereka kabur ke Malaysia, kemudian tertangkap. Di Malaysia mereka mengubah nama gerakan mereka menjadi Jamaah Islamiyah. Gerakan ini mengirim banyak pengikut mereka untuk ikut perang di Afghanistan.

Anak Abu Jibril sendiri -Muhammad Jibriel bin Abdulrahman- dikirim ke Pakistan dan bergabung bersama Osama bin Laden. Dia pernah ditahan tiga tahun karena tuduhan terorisme.

Di Indonesia Muhammad Jibril mendirikan situs arrahmah.com, situs radikal yang isinya memecah belah bangsa. Salah satu anak abu Jibril sendiri, mati di Suriah tahun 2015, bergabung dengan kelompok teroris al-Qaeda.

Dengan semua "prestasi" itu, bisa dilihat apa visi abu Jibril terhadap Indonesia dan Pancasila. Dan sekarang ia bergabung dengan gerakan lawan politik Jokowi untuk menumbangkannya karena visi Jokowi terhadap Indonesia sangat berseberangan dengannya.

Inilah yang harus kita lawan. Radikalisme dan terorisme, yang bermutasi menjadi dukungan politik untuk melebarkan sayapnya. Jika mereka menang nanti, tumbuh suburlah apa yang mereka semai sekarang ini.

Membela Jokowi bukan hanya membela sosok, tetapi membela simbol perlawanan terhadap intoleransi, radikalisme dan terorisme yang ingin mencari jalan supaya hidup di negeri ini..

Jangan sampai Indonesia nanti seperti Suriah, jika mereka berkuasa disini. Angkat secangkir kopi.

Sabtu, 07 Juli 2018

FREEPORT & KERAS KEPALANYA JOKOWI

Freeport
Jokowi

Kisah Freeport dulu adalah kisah suram Indonesia..

Kisah ini berawal sejak ditemukannya gunung tembaga di Papua oleh Jean Jacques Dozy pada tahun 1936. Penemuan Dozy ini terdengar oleh Forbes Wilson, geolog Freeport, tahun 1959. Ketika Wilson ingin membuktikan laporan Dozy, dia terpukau melihat apa yang dinamakannya harta karun.

Sejak itu, wajah Indonesia berubah.

Soekarno yang menentang penguasaan asing terhadap sumber daya alam Indonesia, dijatuhkan. Soeharto langsung mensahkan UU no 1 tahun 1967 sesudah itu.

"Freeport adalah perusahaan asing pertama yang menandatangani kontrak dengan rezim baru di Jakarta dan menjadi aktor ekonomi dan politik utama di Indonesia," tulis Denise Leith dalam Politics of Power: Freeport in Suharto's Indonesia (2003).

Sejak itu penguasaan tambang Freeport semakin meluas. Kontrak dibuat untuk mengamankan posisi Freeport sehingga sulit dimiliki pemerintah Indonesia. Inilah kejahatan terbesar yang dilakukan anak bangsa, yang merampok kekayaan negeri untuk kepentingan sendiri.

Karena perampokan itu, ibu pertiwi dijajah oleh anak-anaknya sendiri. Ia diperkosa habis-habisan tanpa mendapatkan hak yang sesuai. Papua tetap miskin dan akhirnya berontak supaya bisa merdeka.

Wajah itu berubah ketika Jokowi menjadi Presiden. Ruh Soekarno menitis kepadanya untuk mengembalikan hak bangsa. Dengan keras kepala ia berjanji akan mengembalikan Freeport ke pangkuan anak negeri.

Dan ia menempatkan panglima yang tepat untuk masalah itu. Ignasius Jonan, yang juga keras kepala, diberikan tugas berat untuk menyelesaikan semuanya.

Meski banyak yang mengingatkan bahayanya campur tangan pemerintah AS jika pemerintah memaksa mengambil alih Freeport, Jokowi tetap maju. Freeport sudah bukan lagi sekedar tambang yang menghasilkan. Ia simbol perjuangan kedaulatan.

Dan perjuangan itu mendekati keberhasilan. Freeport sudah menyetujui bahwa saham yang selama ini mayoritas mereka kuasai, akan diserahkan ke Indonesia. Indonesia akan menguasai 51 persen saham di Freeport.

Itu berarti negeri ini menguasai mayoritas saham dan berhak menentukan setiap keputusan yang ada. Freeport tidak bisa lagi sembunyi-sembunyi dalam setiap laporan.

Dan bukan hanya itu...

Jokowi juga ingin mengembalikan hak masyarakat Papua, dengan memberikan porsi saham kepemilikan sebesar 10 persen kepada mereka. Masyarakat Papua tidak lagi hanya menjadi penonton atas kekayaan alam mereka, tetapi sudah menjadi pemain utama.

Perjuangan panjang untuk mengembalikan tambang Freeport kembali ke pangkuan ibu pertiwi ini, sudah mendekati hasil akhir..

Dengan negosiasi yang sangat alot, dan rally lobi-lobi panjang, akhirnya PT Freeport bersedia membuka diri terhadap kepemilikan Indonesia.

Bukan hanya itu, mereka juga setuju mengubah kontrak kontrak karya yang selama ini menjadikan mereka istimewa dengan ijin pertambangan biasa. Dan PT Freeport akan membangun smelter selama 5 tahun ke depannya..

"Ini sejarah bagi bangsa Indonesia.." begitu kata Sri Mulyani, Menkeu, gembira melihat perkembangan yang terjadi. Tentu ini sejarah, karena rumit dan alotnya perjuangan negeri ini untuk mendapatkan haknya kembali..

Jika perjanjian sudah ditanda-tangani dan tambang Freeport resmi mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah, kita wajib berterimakasih kepada para pejuang-pejuang ini. Karena tanpa mereka, entah kapan tambang itu akan menjadi milik kita..

Terimakasih pak Jonan. Terimakasih Archandra. Terimakasih bu Sri Mulyani. Dan terimakasih untuk semua pihak yang tidak terlihat, tapi hasilnya terasa bagi kami.

Dan secara khusus, terimakasih pak Jokowi. Hanya engkau sekarang ini yang bisa mengembalikan kebanggaan negeri ini. Sudilah kiranya memimpin kami satu periode lagi..

Dan saya yakin, di alam sana, Soekarno bapak pendiri negeri, tersenyum senang sambil mengangkat secangkir kopi tanda kebanggaan bahwa masih ada penerusnya yang benar-benar memikirkan bangsa..

Seruput kopinya..

Kamis, 05 Juli 2018

FREEPORT SEBENTAR LAGI JADI MILIK KITA

Divestasi
Kisruh Freeport
Menuju divestasi 51persen saham Freeport yang sebentar lagi akan dimiliki Indonesia, dimana ada bagian 10 persen saham untuk Papua, saya jadi teringat perkataan Prabowo dulu..

Seandainya bukan Jokowi yang memerintah, Freeport tidak akan pernah menjadi milik kita. Selain Jokowi, para tokoh - baik sipil dan militer - terlalu tunduk pada kekuatan lobi Amerika.

Catat, pada masa sekaranglah kita dianggap bangsa yang berdaulat oleh mereka..

SYARIAT YANG SALAH TEMPAT

OTT KPK
OTT Gubernur Aceh

Sebenarnya saya kurang setuju dengan pemaknaan kata "hukum syariat", seakan-akan itu adalah sebuah cara dalam agama..

Hukum potong tangan yang terjadi pada masa awal Islam, adalah cara yang efektif pada masa itu, jadi bukan sebuah cara dalam agama. Dulu kan belum ada sistem peradilan dan penjara seperti sekarang.

Yang bisa diambil dalam agama itu adalah makna keadilannya, bukan model hukumannya. Model hukum berkembang sesuai masanya...

Tapi kata-kata "syariat" itu memang menggoda..

Terutama ketika bisa berlindung dibalik baju agama. Itu tempat perlindungan paling aman karena suci tak bernoda meski KPK tidak mau tahu lu sesuci apa.

Penerapan model syariat seperti ini hanya memunculkan manusia2 munafik seperti Irwandi. Berlindung dibalik "Aceh Merdeka", dibalik kata "syariat agama", eh garong ternyata.

Semoga warga Aceh bisa maklum, bahwa hukum syariat itu buat kalian dan bukan buat pejabat pembuatnya..

Mari kita teriakkan, "TAKDIRRRRR.... "

sambil seruput kopi tentunya.

Rabu, 04 Juli 2018

MEREKA TIDAK SENANG DENGAN NU

Nahdhatul Ulama
NU

Berkembangnya aliran Islam garis keras di NKRI, tidak lepas dari abainya pemerintahan dulu yang membiarkan mereka besar..

Bahkan mungkin malah memeliharanya..

Kebiasaan sistem politik kita sejak lama, suara adalah yang utama. Jadi bagaimana memelihara suara itu supaya tetap memilih mereka. Konsep itu menjadikan banyak keputusan politik lahir karena tekanan massa, bukan karena pertimbangan yang sesuai Undang-Undang.

Sebagai contoh, maraknya PKL di jalan-jalan itu karena mereka dilindungi partai atau kader partai. Kader ini membutuhkan suara mereka ketika ada pemilihan, karena itu kepentingan mereka dijaga sebaik-baiknya. Kalau perlu ditambahkan banyak fasilitas supaya mereka nyaman, meski ia tahu itu melanggar.

Begitu juga dalam agama Islam..

Perkembangan Islam garis keras selama puluhan tahun melalui pesantren, masjid dan dunia pendidikan, adalah melalui fasilitas dari pemerintah-pemerintah yang dulu berkuasa. Mereka diberikan dana bantuan sosial, dana pembangunan masjid, dan segala macam dana yang membuat kelompok garis keras ini setahap demi setahap membesar dan menguasai wilayah.

Ketika mereka menguasai wilayah, maka mereka akan mudah melakukan persekusi dan intimidasi. Bahkan aparat pun takut bertindak dengan alasan, "supaya tidak menambah keributan..".

Situasi yang terpelihara sejak lama ini menjadikan Indonesia rawan perpecahan karena ada agenda besar yang diusung kelompok garis keras ini untuk menguasai negeri, yaitu menjadikan Indonesia negeri Islam..

Situasi ini sejak lama disadari oleh salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Sejak awal mereka sudah mengingatkan akan adanya kelompok global yang ingin merebut Indonesia dan menjadikan negeri ini berada dibawah kuasanya. Indonesia akan dihilangkan model demokrasinya dan dijadikan salah satu wilayah pemerintahan, dimana pusatnya ada di Timur Tengah sana.

Gerakan senyap NU yang berlomba dengan kelompok Islam garis keras dalam mendekati pemerintahan, membuat kelompok ini marah besar. NU adalah penghalang utama mereka dalam melaksanakan misinya.

Sulitnya kelompok garis keras ini menyusup ke NU karena ada perbedaan mendasar antar mereka dengan NU. Ada keyakinan-keyakinan yang sangat berbeda, dimana mereka menganggap apa yang dilakukan NU itu bidah atau musrik - seperti kebiasaan tahlilan dan ziarah kubur - sehingga mereka sulit beradaptasi di NU. Sedangkan di Muhammadiyah mereka lebih mudah masuk kesana..

Karena itu yang mereka lakukan adalah merebut masjid NU dengan tujuan mengambil umat NU. Mereka masuk masjid NU pertama sebagai tamu, kemudian pelan-pelan masjid dikuasai dan pemahaman umat disana dijadikan sama dengan pemahaman kelompok garis keras itu..

Inilah yang terjadi selama ini, yang menjadikan banyak sekali umat Islam yang tadinya ramah, mendadak menjadi pemarah. Kelompok itu seperti zombie, yang ketika menggigit mangsanya, sang mangsa akan berubah seperti mereka..

Mereka tidak pernah suka kepada NU..

Meskipun kadang di publik mereka selalu mengatakan, "Sesama muslim itu saudara.." Tapi pada intinya mereka sangat ingin menghancurkan NU. Kebencian mereka akan tampak jelas ketika NU menjalankan keyakinannya dan mereka langsung menyinyir tanpa batas..

Karena sulit sekali mengambil alih NU, kelompok garis keras ini membelokkan misinya dengan menguasai pemerintahan.

Karena itulah mereka membentuk partai dan ormas, untuk menyusupkan orang-orangnya di eksekutif, legislatif bahkan yudikatif. Tujuan mereka, jika mereka menguasai pemerintahan, mereka akan lebih mudah menyetir NU dan menghancurkan ormas itu dengan kekuasaan..

NU pun tidak mau kalah..

Mereka menyusupkan orang-orangnya ke dalam kelompok garis keras itu. Orang-orang NU harus melakukan siasat - dengan bergaya seperti kelompok garis keras - untuk bisa mengendalikan mereka dari dalam. Di luar, NU bekerjasama dengan pemerintahan untuk menghancurkan mereka..

Dan seperti kita lihat, NU masih memenangkan pertandingan. Salah satu tentakel kelompok garis keras, seperti HTI, langsung dibungkam..

Perang ini sebenarnya nyata dan terasa, tapi tidak banyak yang mengira karena masih terlihat aman-aman saja. Tapi bentrokan-bentrokan dan pengusiran tokoh garis keras seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah oleh Banser dan Ansor, seharusnya membuka mata..

Karena itu, sebagai warga negara yang perduli pada kebhinekaan dan cinta pada negeri, kita seharusnya berada di belakang NU, bergandengan tangan dengan mereka.

Kita masih aman sekarang ini, masih karena ada NU. Kalau tidak, kita bisa seperti Afghanistan, dimana ada kelompok keras seperti Taliban yang akan menguasai wilayah karena berhasil memprovokasi warga.

Dan kesuksesan NU inipun menarik perhatian pemerintah Afghanistan, untuk belajar bagaimana mempertahankan negara dari kelompok garis keras yang masih banyak disekitar mereka. Karena itu dibangunlah NU Cabang Afghanistan..

Percayalah, ngopi dengan orang-orang NU itu mengasyikkan. Mereka orang yang sangat memahami perbedaan. Karena buat mereka, apapun rokokmu, mau itu Gudang Garam, Djarum, ataupun Sampoerna Mild, selama membawa kenikmatan bagimu, silahkan.

Kan kalau banyak yang merokok itu enak. Pas habis, ada teman untuk diminta. Karena mulut asem itu lebih berbahaya dari amukan istri di rumah yang kurang uang belanja.

Sabtu, 30 Juni 2018

SELAMAT JALAN, OM PASIKOM

Sudarta
GM Sudarta

Saya belajar banyak dari om GM Sudarta..

Saya kenal beliau bukan dari sosoknya, tetapi justru dari karakter fiksinya, Om Pasikom. Om Pasikom mengajarkan saya bagaimana melakukan kritik secara cerdas dan tidak kasar. Halus tapi menusuk dalam. Lantang tapi tak kehilangan sisi humornya.

Masa kecil saya, ketika membaca Kompas, adalah langsung mencari karikaturnya. Dari sanalah saya bisa mengetahui arah berita-berita yang ada dan apa maksudnya.

Jika Om GM Sudarta berteriak lewat karikatur, saya lewat tulisan. Beda model tapi sama pesan.

Mendengar kabar Om GM meninggal, tiba-tiba dunia saya berhenti sejenak. Dan alam pikir saya me-rewind kembali secara cepat masa-masa kecil yang pernah terlewat.

Selamat jalan, Om.. Selamat jalan. Mungkin satu saat kita ngopi di alam yang berbeda..

BAHAYANYA PKS KETIKA BERKUASA

Pendidikan
Anggota Yayasan Darul Maza Minta Maaf

Apa yang terjadi pada Robiatul Adawiyah, seorang guru SDIT Darul Maza, Bekasi adalah sebuah peringatan..

Bu Robiatul dipecat dari tempatnya mengajar karena berbeda pilihan Gubernur.

Kebetulan pimpinan sekolah dan yayasan adalah simpatisan PKS. Mereka memaksa semua pengajar dan staf yayasan harus memilih paslon no 3 Sudrajat-Syaikhu sebagai Gubernur Jabar. Sedangkan bu Robiatul menentang arus dengan memilih Ridwan Kamil..

Tanpa sadar bu Robiatul membuka topeng PKS dengan elegan. PKS muncul dengan cara-cara orde baru dulu yang memaksa semua PNS untuk memilih Golkar sebagai partai utama. Dulu semua TPS diawasi dan dicatat. Siapa yang memilih selain Golkar, dipecat..


Dalam pemilu ada konsep LUBER, Langsung Umum Bebas & Rahasia. Di tangan simpatisan PKS, seperti pimpinan yayasan SDIT Darul Maza, bebas dan rahasia tidak boleh ada. Semua harus searah, tidak boleh ada yang keluar barisan. Ketahuan, sanksinya berat..

Cara-cara PKS - yang mirip orde baru ini - sangat berbahaya bagi kelangsungan negara kedepannya. Bayangkan jika mereka menguasai pemerintahan, maka para PNS dan pegawai BUMN tidak boleh punya pilihan. Demokrasi tidak ada dalam kamus mereka, karena demokrasi itu buatan negeri kafir katanya.

Apa yang terjadi di Jatiasih, Bekasi, itu bisa menjadi sebuah contoh kecil, bagaimana jika mereka memegang kekuasaan nantinya. Sebuah pelajaran sekaligus peringatan, bagi mereka yang masih memegang demokrasi sebagai tatanan bernegara..

Yayasan yang memecat bu Robiatul boleh-boleh saja minta maaf dengan mengunjungi sang guru. Tapi bu Robiatul tahu, bahwa jika ia masih disana, hidupnya sudah tidak nyaman lagi. Karirnya pasti dihabisi. Kenapa ? Karena ia sudah divonis berbeda dengan mereka..

Itulah kenapa ia menolak mengajar kembali disana. Buatnya lebih baik mencari tempat dimana ia diterima dengan kemerdekaannya menentukan pilihan..

Keberanian bu Robiatul belum tentu dimiliki banyak orang yang berada dibawah naungan yayasan-yayasan simpatisan PKS. Banyak yang seperti beliau, tapi mencari aman dengan menggadaikan suaranya. Buat mereka, mencari uang yang utama dan kebebasan bersuara nomer kesekian dalam daftarnya.

Itulah kenapa kita harus mencegah PKS berkuasa.

Kita tidak ingin negeri ini satu saat menjadi negeri seperti saat Soeharto berkuasa. Dimana hak-hak dan kebebasan berpendapat kita diberangus oleh penguasa. Dulu mahasiswa berjuang supaya negeri ini kembali pada porosnya. Tapi sekarang ada kelompok yang ingin mengembalikan masa kelam itu kembali berkuasa..

#GuremkanPKS adalah sinyal bahwa memilih Jokowi nanti, bukan saja mencari pemimpin yang terbaik bagi negeri, tapi menghalangi orang-orang buruk berkuasa..

Seruput dulu, para pejuang kopi..