Jumat, 22 Februari 2019

JANGAN MELEBIHI IBLIS, NENO

Puisi Neno Warisman
Neno Warisman
"Aku lebih mulia dari dia !"

Teriak iblis sambil menunjuk Adam. Ia marah karena Tuhan memerintahkannya untuk bersujud kepada manusia pertama di dunia.

"Apa yang membuatmu merasa lebih mulia dari Adam?" Tanya Tuhan.

"Karena aku terbuat dari api, sedangkan ia dari tanah!" Iblis menjawab dengan keangkuhannya.

Tuhan tahu bahwa bukan itu sebenarnya poinnya. Iblis marah, karena kesombongannya sebagai mahluk yang paling mulia diantara semua mahluk pada masanya, dihancurkan saat itu juga. Selama ini iblis selalu dihormati oleh sesamanya sebagai ahli ibadah.

Iblis dikenal sangat taat karena ia tidak pernah meninggalkan waktu menyembahNya. Karena merasa paling taat itulah ia mengklaim bahwa dirinya paling dekat dengan penciptaNya.

Iblis lalu berkata, "Demi kekuasaanMu! Aku akan menyesatkan semua keturunan Adam di dunia !"

Seorang teman pernah berkata, "Tidak semua maksiat manusia di dunia ada karena godaan iblis. Terbanyak adalah karena manusia tidak mampu mengekang nafsunya. Tetapi ketika manusia mulai merasa beriman, iblis akan datang dengan penuh dendam untuk menyesatkannya. Karena iblis tidak ingin ada yang lebih beriman dari dirinya.."

Neno, jika dirimu sekilas membaca sejarah iblis, maka engkau akan tahu bahwa kesombongan adalah jubah kebesarannya. Kesombongan datang dalam bentuk benih. Dari situ, tumbuhlah pohon dan ranting kemaksiatan yang pada akhirnya akan menghancurkan manusia itu sendiri.

Mendengarmu berdoa, "Kalau Kau tidak menangkan kami, kami khawatir tak ada lagi yang menyembahMu, ya Allah..." membuat saya miris dan seperti mendengar sumpah iblis sejelas-jelasnya.

Tahukah dirimu, Neno, seandainya seisi alam semesta ini tidak menyembahNya, Ia tidak akan menjadi lemah? Alam semesta inilah yang melemah, jika tidak menyembah padaNya.

Doamu bukanlah sebuah doa, tetapi lebih mirip sebuah kutukan, sebuah ancaman, sebuah keangkuhan, bahwa dirimu bisa mendikte penciptamu untuk mengabulkan nafsu besarmu berkuasa di kursi dunia.

Neno, sadarlah. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang layak dipertahankan mati-matian, apalagi hanya sebuah kedudukan.

Jangan menjadi iblis, Neno. Engkau bahkan lebih hina darinya. Karena iblis bahkan tidak berani mengancam mengatas-namakan semesta alam, untuk tidak menyembah penciptaNya.

Iblis hanya mewakili dirinya sendiri. Kau Neno, berbicara seakan engkaulah pencipta dan Tuhan adalah mahluk yang kau ciptakan.

Maha besar Tuhan dari segala kebusukan yang keluar dari seseorang yang merasa melebihi diriNya..

Sugik Sugik di Sekitar Kita

Sugi Nur Rahardja
Sugik Nur Rahardja
"Saya mantan maling, gak pernah mondok, gak tahu kitab kuning. Trus kenapa??"

Begitu teriak Sugik Nur, seorang yang dianggap ustaz oleh sebagian pendukungnya, di sebuah masjid saat salat Jumat. Sugik marah ketika ada seorang anak muda dari Ansor NU menginterupsi ceramahnya yang selalu menyesatkan "Islam Nusantara".

Banyak cerita kisah Sugik, yang dulu bangga memakai gelar Gus sebelum namanya, meski bukan anak Kiai. Ia dikabarkan mantan sales MLM dan pemabuk yang sekarang sudah tobat. Sayangnya kisah tobatnya kemudian dicederai dengan sikapnya yang sok ngustad meski ngaji saja belum benar.

Sugik pun "jualan" agama dengan mencoba menggabungkan model Suroboyoan yang terbiasa misuh "Jancok" "Cocotmu" "Matamu picek" dalam ceramah agamanya. Ia ingin punya branding tersendiri dalam panggung entertainnya. Hanya apa yang dia lakukan kontras dengan nilai-nilai agama yang ia sampaikan. Akhirnya yang terjadi adalah perilaku kontroversial.

Sugik merasa cukup dengan dandanan ala padang pasir, hapal beberapa ayat, sedikit bahasa Arab, ia sudah layak disebut ustaz atau penceramah agama. Ditambah dengan sedikit kemampuan memainkan media sosial, maka diundanglah ia ke mana-mana yang hasilnya mengenyangkan perutnya.

Jangan kaget. Banyak model Sugik di sekitar kita. Mereka-mereka yang mencari makan dari jualan ayat-ayat Tuhan dengan sedikit kemampuan. Mereka yang memelihara orang-orang bodoh sebagai jamaah karena lebih mudah dikapitalisasi dengan dogma.

Pada akhirnya, kita harus kembali belajar sejarah, bahwa sesungguhnya iblis dikutuk bukan karena ia melakukan maksiat, melainkan karena ia merasa paling beriman. Dari sana kita bisa mengambil pelajaran bahwa kesombongan dalam keimanan sesungguhnya adalah perilaku iblis yang nyata.

Seruput dulu kopinya.

Rabu, 20 Februari 2019

GRACE NATALIE & WAJAH PARTAI MILENIAL

Politik
Grace Natalie
Di grup-grup whatsapp berseliweran video iklan Partai Solidaritas Indonesia.

Surprise juga saya melihat videonya. Disana tampil ketua umum PSI Grace Natalie dengan penampilan berbeda. Grace yang biasanya tampil garang di podium dengan segala visinya untuk merevisi kembali perda syariah sampai masalah poligami, mendadak menjadi centil, imut dan bergaya recehan.

Seorang teman sempat protes keras terhadap video itu. "Bagaimana bisa seorang ketua umum sebuah partai tampil dengan gaya kekanak-kanakan dan tidak ada pesan yang disampaikan ? Itu akan meruntuhkan kredibilitas partai !" Begitu protesnya.

Saya ketawa. Hei, dunia sudah berubah. Justru saya senang melihat gaya Grace yang meruntuhkan simbol partai yang selama ini kita kenal angkuh, arogan, besar, lamban dan feodal. PSI menawarkan konsep partai yang langsing, ceria, muda, independen tapi tetap cerdas dan berwawasan.

Itulah wajah partai dan pemilihnya ke depan.

Saya ingat film tentang Steve Jobs, penemu apple, saat dia kembali ke perusahaannya sesudah dipecat karena dianggap tidak sesuai visi perusahaan yang dulu ditemukannya.

Jobs pertama kali datang ke bagian desain. Dia mengumpulkan kepala desain dan mengajak mereka berfikir liar tentang inovasi desain yang merubah wajah komputer apple sekarang. Dan keluarlah Mac3 yang punggungnya berwarna warni merombak pakem warna komputer yang waktu itu senada.

Dan slogannya yang keren "Think different".

Sesudah diluncurkan, penjualan Mac3 melesat menjadi jutaan unit di seluruh dunia dan menyelamatkan apple dari keruntuhan.

Kelak ke depan, wajah partai di Indonesia akan berubah total. Mereka akan berebut generasi optimis, kreatif, muda, berbeda dan berbahaya. Sudah gak jaman model iklan dengan gaya lagu mars macam Perindo kemarin yang menampilkan kegagahan dan slogan-slogan. "Old school.." kata anak muda jaman now.

Dan ketika itu terjadi, PSI sudah membangun brandnya sejak awal. Mereka leader dalam brand dan ini posisi yang menguntungkan. Ibarat sikat gigi, orang banyak mengenalnya sebagai Pepsodent padahal itu merk dagang. Dan milenial adalah PSI, itu yang diharapkan.

Jadi pilpres mulai tahun 2024 nanti, sudah gak laku jualan hoaks, fitnah, saling menjelekkan, cebong dan kampret yang selalu berseteru di media sosial. Pilpres ke depan, beradu kreatif, dinamis dan banyak memunculkan ide humor untuk menarik penggemar.

Begitulah Indonesia ke depan. Dan Grace Natalie juga PSI sudah memulainya sekarang.

Kalau anda tidak suka iklannya, mungkin memang bukan anda target marketnya. Atau mungkin sudah ketuaan.

Seruput kopi dulu.

Artikel Terpopuler