Selasa, 21 November 2017

BAPAK ORANG PAPUA

Joko Widodo
Presiden Jokowi
Mendengarkan pidato pakde Jokowi ini, kita bisa melihat gambaran besar yang ada dalam rencananya, dimana kapal besar bernama NKRI ini dibawanya menuju arah negara besar yang kita impikan bersama..



Saya tidak paham, kenapa ia justru dibenci oleh orang-orang yang sebenarnya mempunyai cita-cita yang sama..


Saya dibelakangmu, Presiden Joko Widodo.. Saya ibadahkan pikiran dan jiwa saya supaya tercipta keadilan sosial untuk semua saudara-saudara kita..

LELAKI SEJATI ITU BERNAMA JOKOWI

Papua
Pakde Jokowi
Selamat pagi, pakde Jokowi..

Melihat pidato-pidatomu beberapa hari ini, di acara Nasdem maupun di GMNI, aku mendengarkan pedihnya suara hatimu terhadap ketidak adilan di tanah kita selama ini..


Engkau bercerita tentang suatu negeri, dimana tanahnya gemah ripah loh jinawi, tetapi masih banyak penduduknya yang bahkan makanpun sekali sehari..

Engkau bercerita tentang bagaimana sekelompok orang, dengan kekuasaannya sekian puluh tahun lamanya, merampok memperkosa bahkan membunuh banyak manusia dengan merampas hak-hak hidup mereka, di atas kekayaan tanah mereka sendiri..


Engkau menyaksikan dengan kepala dan matamu, betapa sulitnya mereka hidup di negeri sendiri. Makanan mahal, bensin mahal, gelap gulita sepanjang malam, terasing ditengah hiruk pikuk pulau Jawa yang metropolitan.

Aku yakin engkau menangis di dalam hati, bapakku.. Seperti tangisan balita Papua ketika harga susu saja sulit terjangkau.


“Pantas mereka minta merdeka..” Begitu batinmu tertekan ketika menerima kenyataan bahwa siapapun yang terus menerus ditindas seperti itu pasti berteriak dan memberontak.

Siapapun, termasuk saya pastinya, karena itu hal yang sangat manusiawi..

Tapi engkau tidak lari dari kenyataan. Engkau juga tidak mengirimkan mesin perang untuk membungkam mereka.

Engkau malah mengucurkan dana triliunan rupiah dalam bentuk pembangunan jalan, listrik, subsidi, kesehatan dan segala macam yang engkau bisa..

Engkau mencabut kenikmatan yang selama ini kami nikmati di Jawa dan banyak propinsi lain yang sudah duluan mendapat perhatian.

“Lihat saudara-saudaramu di Papua. Tidakkah kalian malu berteriak listrik naik sekian ribu rupiah, sedangkan mereka disana puluhan tahun gelap gulita tetapi diam saja?


Lihat saudara-saudaramu di Papua. Tidakkah kalian malu berteriak bensin naik lima ratus rupiah, sedangkan mereka disana membeli seliter seratus ribu tetapi puluhan tahun tetap diam saja ?”

Begitu pedih suaramu dalam pidato-pidatomu yang menampar logika-logika berfikir masyarakat manja yang selama puluhan tahun bodoh dan terbuai dengan subsidi.

Seharusnya kami malu karena lupa bahwa selama ini kami juga yang melupakan saudara-saudara kita sendiri.

Tetapi ada juga banyak orang yang malunya sudah hilang dan berteriak-teriak, “Jangan hilangkan kenyamanan yang kami dapat selama ini !!”

Bapakku Jokowi, terimakasih sudah mengingatkan kami untuk mulai berbagi, demi pemerataan, demi keadilan sosial yang sejak awal dicita-citakan pendiri bangsa ini.

Seandainya engkau ada disampingku saat ini, tentu sudah kusuguhkan engkau secangkir kopi yang kuseduh dari tanganku sendiri.

Sekedar sebagai rasa simpati sekaligus memberikanmu dukungan bahwa, “Engkau tidak sendiri.. Kami akan berada di belakangmu bersama-sama membangun negeri ini..”


Bapak Jokowi, mengawalmu sama dengan mengawal cita-cita bangsa ini..


Untuk menghormati semua gagasan besarmu, semua mimpimu, semua kinerjamu, ketegaranmu dalam menghadapi fitnah yang menghantammu, kuangkat secangkir kopi tinggi-tinggi..


Darimu, aku belajar bagaimana seharusnya sikap seorang lelaki sejati..

SEKEPING CINTA DARI AUSTRALIA

Australia
Sidney
Ternyata tidak mudah juga bagi saya untuk bicara tentang NKRI, bahkan di Australia..

Sejak awal kedatangan saya di boikot beberapa pihak. Sama seperti kejadian di Riau Pekanbaru, berbagai isu tersiar. Saya di bilang akan melakukan fitnah, mengadu domba sampai menyebarkan paham syiah..


Tetapi panitia di Sydney terus berjuang supaya saya bisa datang. Sampai hari terakhir menjelang saya berangkat masih saja ada masalah. Terutama pada sisi penerbitan visa, atau surat masuk ke Australia.

Saya mendengar banyak, bagaimana panitia di Sydney tidak menyerah melakukan lobi ke beberapa pihak. Beberapa pengusaha disana yang awalnya ingin mensupport kedatangan saya mundur teratur karena tidak ingin punya masalah dengan keberadaan mereka.

Mengagumkan, melihat bagaimana sebuah proses perjuangan berjalan. Akhirnya visa keluar juga. Dan acarapun berjalan lancar. Saya sadar, bahkan untuk bicara tentang NKRI pun bisa begitu sulitnya..

Pada saat acara, tiket gratis yang terbagi habis ternyata juga tidak memenuhi gedung acara. Rupanya masih ada yang memboikot kedatangan saya, sehingga mereka tidak hadir dan mengisi bangku yang ada.


The show must go on. Saya berbicara seperti rentetan peluru mengeluarkan keresahan yang sama dengan masyarkat diaspora Indonesia di Australia.

Saya memperlihatkan tayangan bagaimana hoax di produksi oleh kelompok negara-negara yang sama yang menghancurkan Irak dan Suriah, yang juga ingin menghancurkan Indonesia dengan memanfaatkan kelompok ekstrim berbaju agama..

Dan -Alhamdulillah- warga Indonesia di Australia pun mulai terbuka pikirannya. Mereka mendapat jawaban dari pertanyaan selama ini yang ada di kepala akan siapa dan mengapa kerusuhan di Indonesia bisa terjadi. Mereka mulai mendapat gambar besarnya.

Beberapa orang yang tadinya curiga dengan kedatangan saya tetapi tetap datang ke acara, akhirnya mulai terbuka dan menyadari bahwa selama ini mereka ternyata hanya korban hoax dan propaganda..


“Jangan takut..” Itu pesan saya.

Urusan kita di dunia ini bukanlah masalah hasil karena itu urusan yang Maha Kuasa. Tetapi seberapa besar usaha kita, itulah yang akan menjadi poin-poin amal yang berguna untuk kita di kehidupan selanjutnya..

Kebenaran akan menemukan jalannya, seberapa kuat tekanan menghalanginya dan seberapapun lama waktunya..


Secangkir kopi saya angkat tinggi-tinggi untuk saudara-saudara saya di Sydney yang berjuang tanpa kenal lelah demi kecintaan pada negeri indah tanah tumpah darah kita bersama, Indonesia.. Seruput...

Kamis, 16 November 2017

PERANG BINTANG DI GOLKAR

Setya Novanto
Golkar
Lanjut pertarungan internal Golkar..

Seperti kita bahas sebelumnya, bahwa inti dari masalah Setnov ini adalah bagaimana bisa menguasai Golkar.

Golkar yang memiliki 14 persen kursi di DPR, adalah partai seksi sebagai kendaraan di 2019.


JK sangat berkepentingan dengan menguasai partai ini. Sebelumnya, ia berusaha menguasai Golkar supaya bisa mempunyai posisi tawar di pemerintahan. Tapi niat itu terhambat dengan terpilihnya Setnov sebagai ketua umum. Setnov sendiri dikabarkan adalah orang dekatnya LBP.

Situasi yang baik itu muncul ketika KPK menyelidiki dugaan korupsi e-KTP yang melibatkan Setnov.

Sinterklas ini hampir tidak bisa mengelak dengan adanya bukti dan saksi yang memberatkan dirinya. Posisinya sebagai ketua umum Golkar pun digoncang. Panik, Setnov mengeluarkan sinyal bahwa partainya mendukung Jokowi sebagai Capres 2019.

Sayangnya, Jokowi sudah mengisyaratkan bahwa ini adalah proses hukum dan bukan politik.

Dengan sinyal Jokowi itu, maka bergeraklah KPK mendatangi Setnov untuk menangkapnya. Dan - seperti kita tahu - Setnov pun beraksi. Seperti ninja, cukup membanting granat asap, buzzzz, ia lenyap dari pandangan. Ini ilmu kanuragan tingkat tinggi, selevel Brama Kumbara.

Seperti sudah diduga, JK memaksakan munaslub untuk mengganti Setnov. Situasi yang sama saat terjadi dualisme kepemimpinan Golkar antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tahun 2016.

Pertanyaannya, bagaimana seandainya kelompok JK yang menguasai Golkar?


Tentu ini jadi PR besar buat Jokowi. Situasi 2019 nanti bisa dilihat dari hasil Pilgub DKI kemarin, dimana JK mendukung Anies Sandi. Dengan kendaraan Golkar, JK akan bermanuver menjadi lawan politik Jokowi.

Dengan perolehan kursi 14 persen, maka cukup menggandeng PKS yang mempunyai 6 persen kursi, maka JK sudah bisa mengusung capres. Melihat kedekatan dan dukungan dia ke Anies, maka bukan tidak mungkin JK akan menaikkan Anies sebagai alternatif Presiden untuk melawan Jokowi.

Anies adalah wajah baru dalam Pilpres 2019 nanti, karena Prabowo sudah harus masuk kotak. “Sudah old..” Kata seorang teman.

Dengan keahliannya, JK akan menggandeng partai-partai koalisi yang kemaren tergabung dalam KMP -seperti PAN- untuk mendukung rencananya. Kekuatan besar akan digalang, sehingga nantinya hanya ada dua Capres saja, persis seperti Pilpres 2014.


Itulah kenapa Anies sudah bersiap diri dengan slogan “Pribumi”, sebagai upaya menyiapkan dukungan dari kelompok anti Jokowi. Kemenangannya di Pilgub DKI sebagai modal untuk menaikkan namanya.

JK pintar. Dengan mendorong KPK maka ia bisa dengan legal menyingkirkan Setnov dengan bersih, sekaligus membangun citra ketika Golkar ada di bawah kendalinya nanti, bahwa Golkar sekarang sudah anti korupsi. Sekali tepuk, tiga lalat berguguran. Dua lalat mati, satu dimakan..

Menarik melihat situasi internal Golkar saat ini. Lebih menarik lagi ketika LBP muncul ke permukaan dan siap bertarung lagi dengan JK - seperti di munaslub sebelumnya.

“Old soldier never die..” begitu kata Jenderal McArthur. Usia mereka boleh tua, tapi dalam kancah politik, yang muda-muda cukup nonton sambil makan kacang aja..

Betul begitu, pak Prab?. Menggeram...

SETNOV, KAWAN ATAU LAWAN?

Golkar
Setya Novanto
Papa Setnov ini memang LICIN..

Saya beri huruf kapital karena memang sejatinya ia begitu. Ia selalu memegang kartu truf dalam situasi apapun, tidak perduli seberapa terjepitnya ia saat ini.


Melihat kiprah papa, memang harus kembali ke awal pertarungan Pilpres 2014. Pada saat itu Golkar dipimpin oleh Aburizal Bakrie. Golkar tidak bisa dipandang enteng, ia memegang 91 kursi di DPR RI atau 14 persen, nomer dua di bawah PDIP.

Sesudah kemenangan Jokowi, otomatis parlemen terbelah dua dengan kekuatan sama besarnya. Yang satu adalah koalisi pemerintah atau KIH dan satunya lagi koalisi oposisi KMP. Di KMP ini, Golkar bersama Gerindra dan PKS.

Pada situasi parlemen terbelah ini, sulit sekali menjalankan roda pemerintahan. Karena banyak keputusan pemerintah harus melalui DPR, seperti masalah anggaran. Kebayang jika sebagian besar anggota DPR tidak menyetujui anggaran yang diajukan pemerintah, maka pemerintahan Jokowi akan stagnan, tidak bisa bergerak kemana-mana.

Oleh karena itu disusunlah strategi untuk menguasai Golkar. Dengan berbagai “bujuk & rayu” akhirnya Ical - Ketua umum Golkar saat itu - bersedia mundur teratur. Situasi ini tidak terlepas dari turun gunungnya para sesepuh Golkar seperti LBP dan JK.

Akhirnya digelarlah Munaslub Golkar di tahun 2016.

Belum selesai sampai disitu, dalam munaslub inipun terjadi adu kekuatan antara “dua gajah” di Golkar, yaitu para sesepuh tadi. Satu memegang Setnov dan satunya lagi Ade Komarudin. Memegang Golkar sama dengan memegang kekuatan untuk menaikkan posisi tawar...


Dan Setnov menang. Secara otomatis, ia mendeklarasikan bahwa Golkar pro pada pemerintah. Satu masalah selesai. Roda pemerintahan pun berjalan dengan aman tanpa ada konflik berlebihan di parlemen..

Mendekati 2019, aura pertarungan muncul kembali.. Ini dikarenakan koalisi di pemerintahan mulai menyusun kekuatan masing-masing.

Arah politik JK di Pilpres ke depan ini berseberangan dengan Jokowi. Dan itu tampak jelas pada Pilgub DKI kemaren, dimana JK secara terang-terangan mendukung pasangan Anies-Sandi.

Posisi Golkar saat ini strategis. Dengan mengantungi 14 persen kursi di DPR, cukup bergabung dengan satu partai lagi (PKS misalnya) maka Golkar dan koalisinya bisa mengusung capres sesuai ambang batas yang diatur dalam Presidensial Threshold.

Dan melihat arah politik JK di Pilgub DKI, jika ia berhasil menguasai Golkar, maka kemungkinan besar Anies akan diajukan sebagai calon Presiden untuk melawan Jokowi. Prabowo sudah gak laku dijual..

Dan cara untuk bisa menguasai Golkar, pertama-tama, adalah tendang dulu Setnov dari posisi ketua umum. Itulah kenapa JK sangat mendorong KPK untuk mulai menangkap Setnov.


Setnov tidak kurang akal. Kartu truf ia mainkan.

Dalam posisi Setnov sebagai tersangka, Golkar pun mendeklarasikan diri akan mendukung Jokowi di pilpres 2019. Sebuah langkah yang sangat licin, dengan mengirimkan pesan pada Jokowi, bahwa posisinya di Golkar akan jauh lebih berguna daripada jika ia menjadi tersangka.

Jokowi kembali harus memakan buah simalakama. Mendorong Setnov tersangka, bapak mati. Mendukung Setnov, ibu yang mati.

Dalam situasi yang lain, nama Setnov yang sudah identik dengan kasus korupsi, juga akan menjegal langkah Jokowi ke depan karena ia di dukung oleh orang bermasalah. Jokowi bisa menjadi bulan-bulanan..

Saya malah menunggu langkah sesepuh Golkar lainnya, yaitu LBP. Jendral loyalis Jokowi ini, pasti sedang menyusun cara bagaimana bisa menendang Setnov dari Golkar tapi Golkar tetap bisa dikuasai untuk mendukung Jokowi..

Ah, air dalam ceret sudah mendidih. Kopi panas siap tersaji di pagi hari. Seperti mulai panasnya Pilpres 2019 sekarang ini...

Seruput dulu ah...

NU, AKU PADAMU

Banser
Banser
Alhamdulillah, akhirnya saya diberi kehormatan untuk mengenakan jaket Banser yang terkenal itu. Dipakaikan langsung oleh Komandan Banser, H. Alfa Isnaeni.

Meskipun sebuah jaket hanyalah sebuah simbol, tetapi secara tidak langsung di dada saya terasa ditancapkan sebuah tanggung jawab besar untuk menjaga NKRI, seperti apa yang dilakukan Ansor dan Banser selama ini.

Sebuah tugas sebagai anak bangsa..
Secangkir kopi tidak cukup menggambarkan betapa terhormatnya diri saat ini...

Seruput.

Senin, 13 November 2017

PERLAWANAN ANANDA SUKARLAN

Pianis
Ananda Sukarlan
Menarik membaca siaran pers dari perkumpulan alumni Kanisius 86..

Di berita itu dikabarkan, bahwa Ananda Sukarlan -penerima penghargaan di bidang kemanusiaan dan seni musik- sempat walk out saat Gubernur DKI, Anies Baswedan, pidato. Dan tindakan Ananda ini diikuti banyak alumni lainnya.

Ananda balik lagi sesudah Anies selesai. Dan setelah menerima penghargaan, ia memulai pidatonya dengan sebuah kritik kepada panitia.

“Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami.

Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius.

Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan” kata Ananda.

Ananda Sukarlan adalah seorang pianis yang mendunia. Ia adalah orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang namanya tercantum di 2000 Outstanding Musicians of the 20th century.

Ia juga mendirikan Yayasan Musik Sastra Indonesia dengan tujuan memberikan pelajaran musik untuk anak-anak yang tidak mampu bayar. Ia juga menuliskan Rapsodia Nusantara, supaya para pianis dunia menemukan identitas musik klasik Indonesia.

Sederhananya, dalam sisi ke Indonesiaan, integritas Ananda sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Jadi sangat wajar jika ia merasa sakit hati ketika ada pihak-pihak yang ingin mengoyak kebhinekaan Indonesia yang kaya, hanya karena sebuah jabatan politik. Ia berjuang mempertahankannya, disisi lain ada yang merusaknya.

Ciri khas seorang seniman asli seperti Ananda Sukarlan adalah ia tidak mampu membohongi hati nuraninya. Mata batinnya dengan tegas menyala ketika ada ada yang mengusik rasa kemanusiaan dan ketidak-adilan.

Dan itu dilihat dan dirasakannya sendiri, bagaimana hanya karena ambisi politik, seseorang bisa dengan sangat mudah mengorbankan keutuhan bangsa.

Ananda Sukarlan melawan dengan caranya. Ia yang biasanya hanya berbicara melalui deretan hitam putih tuts pianonya, kali ini harus berdiri untuk menentukan sikapnya. Ia bukan tidak menerima kemenangan politik seorang pejabat, ia hanya tidak suka cara-cara yang dipakainya.

Ananda terbiasa menang dalam berbagai karyanya dengan cara yang elegan dan terhormat. Bertarung dengan karya, bukan dengan cara yang dipaksa.

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa “Lebih mulia kalah secara terhormat, daripada menang dengan penuh kecurangan..”

Manusia sejatinya harus berdiri tegak di atas harga dirinya.

Salam secangkir kopi untuk mas Ananda...

ISLAM & SEJARAH YANG BERDARAH

Gus Mus
Qoute Gus Mus
Kebodohan banyak penganut agama Islam, sebenarnya tertera dalam sejarah Islam itu sendiri..

Perang antar penganut agama Islam bahkan tercatat dalam sejarah, seperti perang Siffin dan perang Jamal. Inti dari perang itu adalah perebutan kekuasaan, siapa yang bisa menguasai umat Islam pasca meninggalnya Nabi Muhamad SAW.
Itu memang kenyataan yang menyakitkan yang tidak bisa ditolak.

Hanya banyak yang tidak paham sejarah mencoba menyalahkan bantai-bantaian itu kepada Yahudi. Padahal dalam dua perang besar itu saja, sama sekali tidak ada campur tangan Yahudi. Mutlak rebutan kelompok siapa yang harus jadi khalifah..

Yang menyakitkan lagi, sahabat Nabi yang juga sepupu beliau yaitu Imam Ali bin abu thalib, dibunuh oleh orang Islam juga. Beliau kepalanya dibacok dari belakang saat sedang menjadi imam shalat subuh.

Dan dari semua itu, sejarah yang banyak ditolak oleh umat Islam sendiri, adalah pembantaian anak Imam Ali atau cucu Nabi Muhammad Saw, yang bernama Husein bin Ali bin Abu thalib.

Husein bin Ali beserta 70 keluarga beliau, dibantai oleh puluhan ribu pasukan yang juga beragama Islam.

Kenapa Husein bin Ali dibantai? Untuk memutus keturunan Nabi Muhammad Saw, sebab sebagian umat Islam lain meyakini bahwa kekhalifahan pasca meninggalnya Nabi seharusnya dari keturunan beliau sendiri yang terpilih..

Dan situasi pembantaian antar umat Islam berlanjut terus dalam perebutan kekuasaan antara bani Umayah dan bani Abassiyah yang mengakibatkan korban jiwa ratusan ribu umat Islam. Horor lah pokoknya..
Pada masa sekarang pun begitu..

ISIS -yang beragama Islam- juga membantai orang Islam di Suriah. Siapa yang mengundang ISIS ke Suriah? Ya orang Islam juga. Yang bodoh dan menganggap bahwa ISIS adalah tentara Tuhan yang dikirim dari surga untuk mengembalikan kejayaan Islam..

baca: OH, MUNAROH

Taliban yang beragama Islam, membantai warga Afghanistan yang juga beragama Islam. Yang mengundang Taliban juga orang Islam di Afghan, karena menganggap bahwa Taliban menerapkan Islam yang benar dan “saudara sesama muslim”.

Saudi membom Yaman dengan korban jiwa ratusan ribu umat Islam. Boko Haram di Nigeria yang Islam membunuhi wanita dan anak-anak yang juga Islam..

“Wah kalau gitu agama Islam horor dong suka bantai-bantaian ?”

Pernyataan itu juga tidak benar. Coba baca lagi cerita dari atas.

Meskipun perang terjadi antar agama Islam, itu sebenarnya adalah perang antara yang jahat dan yang baik. Yang jahat ingin menguasai umat Islam, sedangkan yang baik ingin mempertahankan agama Islam.

Jadi, ini sebenarnya bukan “apa agamanya”, tetapi bagaimana kekuasaan bisa membutakan siapapun mereka.

Dan kekuasaan itu bungkusnya bisa macam-macam, tetapi bungkus yang terbaik tentu saja agama. Karena atas nama agama, maka kamu akhirnya punya segerombolan kaum fanatik yang siap mati untuk membela kursi kekuasaan..

Kebodohan banyak umat Islam ini sudah diingatkan bahkan oleh Nabi Muhammad Saw sendiri. Beliau menyebutnya sebagai “kaum buih di lautan”.

Dalam beberapa sabda beliau pun jelas bahwa yang membodohi umat Islam nanti adalah orang-orang muda beragama Islam -yang mengaku ustad- para pembaca Alquran, yang bahkan dikutuk oleh ayat yang dibacanya sendiri..


Jadi, saya sebenarnya tidak kaget ketika melihat bahwa banyak orang Islam yang “akalnya lemah tapi kebanggaan dirinya menguat” di sekitar kita. Karena sejarah memang selalu berulang kembali, hanya beda tempat dan pelakunya saja.

Coba saja misalnya kelompok daster itu akhirnya menguasai negeri ini, yakinlah bahwa mereka nanti juga berantem antar kelompoknya sendiri, rebutan siapa yang jadi khalifah.

Dan pertempuran antar sesama Islam ini akan terus berlanjut sampai mendekati kiamat.

Menurut nubuat, ketika Imam Mahdi yang diyakini sebagai penegak keadilan muncul ke bumi, yang akan disapunya pertama kali juga adalah umat Islam sendiri, yaitu yang mengaku-ngaku sebagai ulama tapi hatinya sangat jahat.

Dari sejarah Islam inilah saya akhirnya paham bahwa arti kafir dan munafik yang tertera dalam ayat Alquran dan hadis-hadis, banyak yang ditujukan kepada umat Islam sendiri. Cuman ya karena gak mau mengkoreksi diri sendiri, lagi-lagi yang disalahin si Yahudi.


“Lho, apa tujuan abang menulis ini ? Ingin mengadu domba umat Islam ya ??”
Yah, biasanya begitulah tudingan yang ada ketika fakta menyakitkan terbuka, padahal saya ingin mengingatkan kepada saudara seiman saya untuk “hati-hati dengan iblis berbaju ulama”.

“Bu, kopi satu. Eh, iya siapa calon terkuat ketua RT kita ?”
“Oh si itu. Si kapir. Padahal Islam sudah melarang pemimpin kapir. Saya pasti akan menolaknya habis-habisan, karena itu bertentangan dengan agama Islam. Kecuali....”
“Kecuali apa, bu ?”

“Kecuali wakilnya anak saya sendiri...” Pipi memerah dan senyum malu-malu kambing..

Sabtu, 11 November 2017

KISAH MISTERI : SOSOK BIK NARTI

Wagub DKI Jakarta
Sandiaga Uno
Mungkin tidak banyak yang tahu siapa sosok cerdas dibalik program Jakarta 5 tahun ke depan. Dan pak Wagaberner akhirnya membuka rahasia itu. Namanya Bik Narti.

Bik Nartik nama aslinya adalah Narciella Suhartatik. Dia lebih suka memanggil dirinya Narti. Dan karena sudah bibik-bibik, maka dia dipanggil Bik Narti.

Bik Narti ini penjual kue lapis di Mampang Prapatan. Pertemuannya dengan para pejabat karena selain kue lapisnya maknyus, ia juga sering bercerita tentang rancangan kota bagaimana Jakarta dulunya.

Menurut Bik Narti, Jakarta pada masa kolonial adalah wilayah pribumi. Dan pada masa itu Jakarta sudah sangat macet. Kenapa? Karena begitu banyaknya pejalan kaki di trotoar yang meresahkan para pedagang Kaki Lima.

Para pejalan kaki ini, terutama ibuk-ibuk, sering noleh ke kanan tapi beloknya ke kiri. Inilah yang membuat kekacauan dan membuat pedagang merugi sehingga mereka tidak bisa mencari nafkah.

Para pejalan kaki ini juga menganggu para atlet yang berlatih di trotoar. Pada masa itu, atlet renang aja berlatih di trotoar.

Para atlet sangat sadar kalau di atas trotoar aja mereka bisa berenang, apalagi kalau di atas air. Saking hebatnya para perenang pribumi pada masa itu, mereka sangat ditakuti atlet catur..

Nah trotoar pada masa itu -kata Bik Narti- sebenarnya adalah tempat lewatnya Delman. Jadi trotoar dibangun berlapis, lapis pertama adalah PKL, lapis kedua pejalan kaki dan lapis paling bawah adalah untuk Delman.

Bik Narti juga cerita bahwa sejak dulu Jakarta sudah dirancang oleh Foke.

“Loh Fole kan baru menjabat tahun 2007 an, bu ?”. Ternyata Foke sudah sejak bayi merancang kota Jakarta. Dan ini diakui benar oleh Gaberner sekarang yang menganggap bahwa Gaberner sebelumnya tidak punya karya apa2. Itu karena masukan dari Bik Narti..

Bik Narti ini adalah salah satu dari The Avengers. Nama supernya adalah OverSpekulasi. Senjatanya adalah pembalut yang bisa membuat lawan2nya pingsan. Itulah kenapa dia dan teman-temannya di panggil ketika Jakarta membutuhkan pasukan langit..

Sampai sekarang Bik Narti masih jualan kue lapis di Mampang perapatan. Itu penyamarannya. Makanya Mampang Perapatan selalu macet total, itu karena kekuatan Bik Narti.

Dulu nama panggilan Bik Narti adalah si Komo..

Jadi itu hasil penyelidikan saya tentang siapa sebenarnya Bik Narti. Sosok misterius yang tidak pernah dimunculkan ke permukaan. Makanya sekarang rapat di Balaikota selalu tertutup.

Kenapa? Karena ada Bik Narti!!
Sudah sore, saatnya minum kopi. “Bu, kopi hitamnya satu yang panas ya...”
“Yang kemaren belum bayar, kemarennya juga belum. Ayo bayar dulu !!”
“Lho kok ibu tahu? Dikasi tau siapa?”.

“Bik Narti...”

Jumat, 10 November 2017

PAHLAWAN KINI BERBEDA

Hari Pahlawan
BungTomo
Pahlawan jaman old menggunakan bambu runcing untuk melawan Belanda. Pahlawan jaman now pake pentungan untuk melawan saudara sebangsa.

Pahlawan jaman old teriak AllahuAkbar untuk mengusir penjajah. Pahlawan jaman now teriak AllahuAkbar untuk mengusir orang ibadah.

Pahlawan jaman old bekerja dengan semua suku, ras dan agama supaya merdeka. Pahlawan jaman now nanya dulu “agama lu apa ?”

Pahlawan jaman old mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda “kita Indonesia”. Pahlawan jaman now benderanya hitam putih sambil teriak “khilafah!”

Pahlawan jaman old meletakkan ego pribadinya di atas meja supaya terwujud NKRI. Pahlawan jaman now berkata, “mayoritas difasilitasi, minoritas dilindungi”.

Pahlawan jaman old teriak “Kami sesama anak negeri !”. Pahlawan jaman now teriakannya beda, “kami pribumi !”

Pahlawan jaman old berkata, “jihad membela negara hadiahnya surga!”. Pahlawan jaman now, “kalo gak cingkrang, lu masuk neraka !”

Pahlawan jaman old sarungan sambil mengumandangkan “Merdeka atau mati !”. Pahlawan jaman now demo pake daster putih sambil nyanyi, “Woi, kami yang paling suci !!”

Pahlawan jaman old berkata dengan bangga, “kita tetap di negeri ini sampai mati !!”. Pahlawan jaman now kabur ke Saudi.

Pahlawan jaman old mengatur strategi perang sambil seruput kopi. Pahlawan jaman now “micin lagi, micin lagi..”

Kita berada di zaman berbeda, dimana masa old semua sibuk membela negara dan di masa now ribut membela agama.

“Tuhan, jayakanlah negeri ini..”

Tuhan menangis dan pergi.

Kamis, 09 November 2017

SEHAT TERUS KYAI-KYAIKU, JAGALAH KAMI DARI KAUM-KAUM SEPERTI ITU

NU
Habib Lutfi, Mbah Moen dan Gus Mus
Rasulullah Saw bersabda:

“Akan muncul suatu kaum dari umatku yang pandai membaca Alquran. Dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa kalian dibandingkan dengan puasa mereka.


Mereka membaca Alquran dan mereka menyangka bahwa Alquran itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka.

baca: GUS MUS


Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya”. (HR Muslim 1773)

OH, MUNAROH

Wahabisme
Qoute Gus Mus
“Anda mengadu domba sesama muslim. Nasrani dan Yahudi tertawa terbahak-bahak!!”. Wah, banyak banget komentar begituan ketika saya membongkar kedok kaum khilaf-ah ah-khilaf itu. Inbox saya penuh dengan omongan lebay kayak gitu.


Apa salah nasrani dalam kasus ini? Mereka bahkan tidak banyak yang tahu apa yang terjadi, malah mengira “kok Islam sukanya gontok-gontokan gini..”.

Apalagi nyalahin Yahudi. Emang berapa orang sih Yahudi di Indonesia? Parno bener ma nasrani dan yahudi.

Yang suka nanya gituan bahkan gak sadar. ISIS itu membawa agama apa? Dan siapa yang dibunuh oleh mereka? Islam, kan?

Taliban itu membawa agama apa? Siapa saja penduduk di Afghanistan yang mereka bunuhi? Sama-sama Islam, kan?

Saudi itu memborbardir Yaman, ribuan wanita dan anak-anak tewas. Apa agama mereka? Apa bukan sama-sama Islam?

Lalu, melihat fakta itu, apa itu tidak mungkin terjadi di Indonesia? Bahwa Islam akan bentrok dengan Islam juga?

Kalau hanya melihat dari sisi agama saja, memang “kaum buih di lautan” tidak akan pernah mengerti, bahwa apa yang terjadi di Suriah, Afghanistan, Yaman, itu bukan masalah AGAMA. Tuh, dah dikasi hurup kapital biar melek. Tapi masalah penguasaan wilayah.


Kenapa yang dipake agama Islam, bukan yang Kristen apa yang Yahudi?

Karena orang Islam banyak yang masih goblik dan tolil. Agama cuman sebatas aksesoris. Gampang dibodohin. Ngeliat orang cuman sebatas jenggot ma santunnya doang, langsung takluk kayak opa-opa dapet perawan.

Wong jelas-jelas HTI itu ingin mengimpor konflik luar ke Indonesia, kok ya ustad-ustadnya di belain. Jangan bodoh.

Di Suriah itu banyak orang Islam yang bodoh, yang membela ISIS eh akhirnya mereka sendiri kena gorok duluan.

Di Afghanistan, mereka yang Islam mengelu2kan Taliban, eh mereka duluan yang dilempar dari ketinggian.

Lha, disini HTI mau dibelain, apa supaya mereka bisa satu waktu bisa mengundang ISIS atau Taliban untuk menggorok leher elu, emak lu, anak lu, bokap lu?


Makanya jadi muslim tuh harus pintar, mata melek, wawasan luas, biar gak mudah dibohongin setan berbaju ulama. Banyakin ngopi sambil baca sejarah, jangan banyakin micin. Selain berbahaya buat keseimbangan otak, ntuh si buntil juga ntar layu sebelum berkembang.

Jadi jangan lagi bilang, “anda mengadu domba sesama muslim”, karena muslim beneran bukan domba jadi gak mungkin bisa diadu. Alquran menegaskan berkali-kali supaya pake akal, akal, akal.. biar tidak jadi seperti umat buih lautan..

Udah segitu dulu, Munaroh... Gua mau jalan kaki dulu ke tanah abang. Disana pejalan kaki pake ganjil genap. Kebetulan biji gua genap, jadi boleh liwat.

Celuputtttt...

Selasa, 07 November 2017

PENYUSUP DI DALAM ISLAM

HTI
Bachtiar Nasir
Kelompok khilafah ini memang sangat licik... Mereka menyusup ke dalam ormas-ormas dan menunggangi untuk tujuan jangka panjang mereka.


Di dalam, mereka berteriak-teriak “persatuan Islam”, tetapi sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah mencari simpati dengan mulut manis. Pada prakteknya, yang mereka lakukan adalah mengadu domba umat Islam sendiri dengan ceramah-ceramahnya.

Mereka mengklaim kata “Islam” dan kata “ulama” dan berlindung di baliknya. Ketika mereka di pukul mundur oleh kelompok lain seperti Banser dan Ansor misalnya, mereka teriak “persatuan”. Dan di sisi lain mereka menikam dalam-dalam.

Tidak mudah melihat pergerakan mereka, kecuali bisa membaca apa yang terjadi di Suriah pada awal-awal peperangan.


Di Suriah mereka melakukan hal yang sama, mengklaim persatuan Islam untuk melawan pemerintahan yang sah. Mereka menyusup ke militer dengan baju ustad dan ulama, memberi pengajian sekaligus mencuci otak militer untuk melakukan pemberontakan karena pemerintah yag sah sudah “melenceng dari jalur agama”.

Banyak yang tidak sadar di Suriah, karena mereka berbaju ulama. Tetapi salah satu ulama kharismatik Sunni yaitu Syaikh Ramadhan Al Bouthi, tahu siapa musang berbulu domba di belakang nama agama.

Dan apa yang mereka lakukan?

Pada bulan Maret 2013, ketika Syaikh sedang memberi ceramah di depan jamaahnya, bom bunuh diri meledak tepat di hadapan Syaikh, di dalam masjid, sehingga Syaikh Ramadhan Al Bouthi tewas seketika beserta beberapa jamaahnya.


Mereka membungkam orang-orang yang membuka kedok mereka..

Di Indonesia ini, salah satu kelompok ormas yang membuka kedok mereka adalah Nahdlatul Ulama. NU sudah tahu pergerakan mereka sejak lama. Bahkan almarhum KH Hasyim Muzadi pernah mengingatkan bahayanya kelompok transnasional ini.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah yang bernama BN. BN ini sepak terjangnya di Indonesia sudah lama. Dia termasuk penggerak dan ketua banyak ormas baru yang ekstrim. Ia menguasai jalur penyiaran televisi dan sumber dananya berasal dari gerakan-gerakan sosial yang dia ciptakan.

Salah satu rekam jejaknya yang menunjukkan siapa dirinya, adalah ketika di Indonesia ia keliling dengan membawa bendera pemberontak Suriah. Bendera yang berwarna hijau, putih dan hitam itu adalah bendera pemberontak yang diklaim sebagai “pemerintah yang sah”.

Kelompok pemberontak inilah yang menguasai jalur bantuan sosial ke Suriah. Dengan menjual gambar wajah memelas dan kata “Save Suriah” ia mengumpulkan banyak dana untuk kepentingan kelompoknya.

Belakangan diketahui bahwa pemberontak Suriah itu berdampingan dengan ISIS dalam melawan pemerintahan sah di Suriah, walau akhirny mereka juga perang sendiri rebutan siapa yang jadi khilafah.

Dan kembali BN ini mencari panggung dengan mendatangi beberapa daerah melakukan apa yang dia namakan tabligh akbar. Inilah yang hendak dicegah Banser dan Ansor dengan menolak kehadirannya.

Meski di permukaan tampak adem ayem, di bawah sebenarnya sedang panas2nya “pertarungan” antara kelompok pro khilafah dan NU sebagai benteng NKRI. Yang bisa melawan mereka cuma NU saat ini, karena NU sudah tahu apa yang mereka inginkan untuk negeri ini.

Lihat saja, bentar lagi akan banyak yang teriak ini status “adu domba” dan “memecah belah Islam”. Itulah yang mereka lakukan sambil terus bergerak dalam misi mereka, menjadikan Indonesia seperti Suriah..

Waspadalah..

SECANGKIR KOPI UNTUK NU

Banser
NU
“Banser NU kalau jagain gereja mau, kalau pengajian di bubarkan!”.

Begitu propaganda mereka yang disebarkan kemana-mana. Para kaum radikal dan pendukungnya ingin melemahkan kredibilitas NU yang sedang berjuang supaya paham garis keras tidak merasuk ke masyarakat di daerah-daerah.


NU paham seperti apa ketika ajaran itu masuk melalui pengajian-pengajian, masjid-masjid dan majelis-majelis. Pilgub DKI sudah cukup menjadi ukuran bahwa ketika ajaran garis keras masuk ke tempat-tempat ibadah, proses cuci otak akan berlangsung.

Orang waras manapun ngeri, ketika beberapa masjid di Jakarta tiba-tiba membentangkan spanduk “Tidak menshalatkan jenazah untuk para muslim yang mendukung penista agama”. Dan itu bukan hanya slogan, mereka benar-benar membuktikan dengan tidak menshalatkan jenazah sesama muslim yang terindikasi berbeda pilihan politik.

Bayangkan ketika itu terjadi di daerah-daerah yang tingkat pendidikannya belum setinggi Jakarta. Bisa terjadi bentrokan antar sesama muslim ketika ada masjid yang melarang menshalatkan jenazah bahkan melarang orang shalat disana ketika berbeda dengan mereka.


NU mencegah hal yang sama terjadi di daerah. Mereka tidak ingin hawa panas Jakarta masuk ke daerah-daerah. Karena itulah mereka dengan spontan menjaga wilayahnya masing-masing dari provokasi berbahaya itu.

Disinilah terlihat begitu pentingnya fungsi NU dalam menangkal ajaran-ajaran radikal. Aparat pemerintah sudah pasti gamang, karena mereka tidak ingin dituding “memusuhi Islam” ketika melarang ceramah-ceramah radikal yang dipompakan dengan gaya halus maupun kasar.

Propaganda utk melemahkan NU itu adalah bagian kepanikan kaum radikal. Mereka jelas tidak bisa berbuat apa-apa ketika NU menolak mereka ceramah di daerah NU.

Para kelompok garis keras itu sangat paham kekuatan NU yang militan dalam menjaga negerinya. Untuk bentrok secara langsung mereka berpikir panjang karena peta kekuatan jelas tidak seimbang.

Karena itulah kelompok ini memainkan perang melalui media sosial untuk mendiskreditkan NU. Mereka tidak bisa secara langsung menuding NU memusuhi Islam - seperti yang akan mereka lakukan jika aparat yang melarang - karena NU sendiri Islam.


Untuung saja NU, Banser dan Ansor, tetap pada pendiriannya untuk melarang kelompok garis keras ceramah di tempat mereka. Mereka tidak terpengaruh dengan propaganda untuk melemahkan mereka, bahkan itu malah menaikkan adrenalin mereka.

Jadi, jangan lagi berpandangan bahwa apa yang terjadi di negeri ini adalah karena agama Islam suka ribut sendiri, suka berperang dan lain-lain.

Lah, kalau bukan NU yang menjaga negeri ini dari kelompok mereka, lalu siapa lagi? Sedangkan kita yang dengan bangga menamakan diri silent majority, lebih banyak terdiam dan sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri.

Saya yakin, NU tidak membutuhkan penghormatan berlebih terhadap apa yang mereka lakukan. Mereka tidak gila hormat dan meminta balas budi. Kitalah yang seharusnya tahu diri.

NU, hanya kepada kalian sekarang ini keutuhan bangsa ini kami titipkan. Biarlah hujatan bahwa ini status mengadu domba atau memecah belah Islam mereka luncurkan. Lebih berbahaya jika apa yang mereka lakukan didiamkan.


Bravo, saudara-saudaraku.. Salam secangkir kopi untukmu...

MAJU TERUS, NU !

Ekstrimisme
Bachtiar Nasir
“Jika pihak PCNU kabupaten Garut tetap mengerahkan massa penolakan, maka kami lebih khawatir terjadinya pertumpahan darah antar sesama umat Islam antara massa yang pro dan massa yang kontra. Sehingga membuat situasi yang lebih tidak kondusif dari yang saudara khawatirkan”

Begitu isi surat yang beredar di grup whatsapp dengan memakai kop surat dari Laskar Pembela Islam.

Entah siapa laskar pembela Islam ini. Tapi jika melihat bahwa termasuk yang ditolak di Garut adalah Ahmad Shabri Lubis yang notabene adalah Ketua Umum FPI, maka tidak bisa disangsikan bahwa FPI-lah di belakang surat bernada ancaman itu.

Ahmad Shabri Lubis ini rencana akan berduet dengan Bachtiar Nasir dalam tabigh akbar Sabtu ini. Tabligh yang berjudul “Garut Bumi Islam” ini ditolak oleh NU karena dikhawatirkan akan membuat situasi di Garut menjadi panas dengan ceramah provokatifnya.


Penolakan di Garut ini adalah penolakan yang kesekian kali dari NU, sesudah sebelumnya Khalid Bassalamah di tolak di Surabaya dan Sidoarjo, dan barusan Felix Siaw ditolak di Bangil.

NU patut geram, karena mereka meyakini adanya penunggangan dalam acara2 yang berbau “Islam” oleh kelompok ormas yag dilarang di Indonesia yaitu HTI. Bachtiar Nasir dan Felix Siaw dikenal sebagai pentolan HTI, dan mereka menunggangi kelompok ormas garis keras lain yaiu FPI.

Dalam catatan, jauh sebelum pemerintah mensahkan Perppu pembubaran ormas anti Pancasila, NU melalui organisasi kepemudaannya yaitu Ansor & Banser, sudah berjibaku di daerah2 menolak kehadiran HTI. Mereka menghadang gerakan HTI yang ingin memperluas wilayahnya di beberapa daerah.

Yang menarik memang surat bernada ancaman itu yang dikeluarkan oleh Laskar Pembela Islam.

Seolah tantangan terbuka di keluarkan untuk NU, karena kelompok garis keras ini geram mereka dihadang dimana2 oleh NU. Mereka sudah sulit meluaskan gerakan di berbagai wilayah karena harus berhadapan dengan pagar betis NU yang sangat kuat.

Sejak aksi 411 dan 212 yang dijadikan panggung besar oleh kelompok garis keras untuk menaikkan nama mereka, ada kekhawatiran besar bahwa ajaran radikal mulai diperluas skalanya.


Dan untuk itu NU yang terkenal dengan slogannya “Membela negara adalah sebagian dari iman”, mulai bergerak sebelum banyak orang terpengaruh bahwa Islam yag dibawa kelompok radikal inilah yang dianggap sebagai Islam yang benar.

Memang hanya NU yang pas dalam menghadang gerakan mereka. Karena jika pemerintah yang menghadang, kelompok garis keras ini akan memainkan propaganda bahwa pemerintah anti Islam. Dan ini jelas merepotkan.

Prediksi saya, tekanan demi tekanan dari NU kepada kelompok garis keras yang dibelakangnya ada HTI itu, ke depan akan mendapatkan tantangan keras. Dan kemungkinan ke depannya akan ada gesekan fisik yang meluas.

Tetapi memang sudah seharusnya begitu. Panggung kelompok radikal itu memang harus dipersempit, dengan menekan mereka ke sudut ruang sehingga mereka tidak bisa bergerak bebas.

Belajar dari Suriah, kelompok seperti inilah yang memulai pemberontakan dengan menggunakan nama “Islam” untuk melegalkan tujuannya yaitu menciptakan kerusuhan. Dan mereka mendapat simpati dari beberapa komunitas masyarakat yang terbuai dengan janji khilafah..


Mendekati pilpres 2019 ini kita akan melihat gesekan-gesekan yang semakin meruncing antara dua kelompok yang disebut Rizieq Shihab sebagai pertarungan dua kelompok Islam besar, yaitu fundamentalis dan tradisional.

Dan jika akhirnya mereka bergesekan, anda pilih berada di kelompok mana?
Saya jelas, NU sajah !

Seruputtt...