Jumat, 03 November 2017

BALADA GRUP WAG

Whatsapp
Whatsapp
“Bang, saya masukin di whatsapp grup ya?”.

Saya biasanya bengong kalau disapa kayak gitu. Ciri khas orang timur adalah santun, sehingga gak enak menolak permintaan seperti itu. Entar dikira sombong...

“Ya sudahlah, silahkan..” Dengan berat saya mengiyakan, meskipun yang menyapa tadi saya gak begitu kenal. Tapi mau gimana lagi?

Akhirnya terdaftarlah saya sebagai anggota Wag. Dan ini grup yang ke 30 yang saya ikuti, mulai dari grup SMP, grup SMA, grup Kuliah sampai grup masak memasak..

Itu masih sopan minta ijin. Ada lagi yang dengan tiba-tiba buat grup baru dan memasukkan saya kesana tanpa permisi. Main add aja seakan saya rela di masukin. Anggota grupnya juga itu-itu aja, minus orang yang dimusuhin di grup sebelumnya.

Ini dampak ketika kita terdaftar di satu grup, nomer hp kita kelihatan sehingga mudah di add..

Dan pembicaraan pun dimulai. Notifikasi terus muncul saling sapa menyapa. Aneh, padahal mereka ya berteman di grup sebelumnya, ngapain coba nyapa lagi di grup yang baru?

Pembicaraan cepat pun terjadi. Satu orang komentar tentang baju. Dibawahnya muncul komentar tentang mobil. Dibawahnya lagi muncul komentar tentang rumah. Saling gak berhubungan komentarnya. Eh si baju, baru dikomentari sesudah ketumpukan 6 komentar yang berbeda.

Makin bingung, saya pegangan celana yang sudah mulai kendor karetnya...
Pelan-pelan saya masuk ke grup info dan scroll ke bawah mencari tanda exit grup. Ketemu, saya pun exit..

5 detik kemudian, masuk wa dari seseorang yang lebih saya gak kenal. “Abang kenapa exit?” Dan saya pun menjawab dengan banyak alasan bla bla bla. Entah kenapa mesti ditanya begitu, mestinya kan tahu kalau orang exit itu berarti ada sesuatu..

Lalu diapun menjawab, “Gak enaklah bang, teman-teman nanyain abang kenapa exit bla bla..” dan diakhiri “Saya masukin lagi, ya bang ?”
Rasa gak enak muncul lagi, “Ya sudahlah..”.

Ting! Saya kembali ke grup itu lagi dan disapa kembali, “Halo, bang Denny selamat datang...” Ngapain coba saya disapa lagi?? Terlalu basa basi.

Dan saya pun menjawab dengan basa basi juga, “ Wah rame ya...” Komentar saya baru ada yang jawab sesudah ketimpa 6 komen lainnya dengan topik yang berbeda...

Saya tidak paham bagaimana bisa orang-orang rebutan bicara sehingga nyaris tidak ada yang membaca..

Bentar lagi ribut lagi antar sesama anggota, karena orang bilang “kalau hubungan jauh itu bau wangi, kalau terlalu dekat bau tai..”

Dan sesudah keributan, tiba-tiba muncul lagi grup baru yang anggota-anggotanya si dia-dia juga minus orang yang dimusuhi tadi.. Dan saya di add lagi, seakan saya pro sama dia..

Begitu terus gada habisnya..

Ingin saya banting gelas kopi yang sudah habis isinya, “Pokoknya kalau ada yang ngundang ke grup lagi akan saya tolak mentah-mentah !!”

Ting! ada pesan masuk, “Bang, boleh kami undang ke grup whatsapp kami? Rame nih kalau ada abang disini..”

Hhhh...