Jumat, 03 November 2017

KETIKA TERTAWA SAJA DI POLISIKAN

Humor
Meme
Orang bilang semakin lama hidup semakin sulit. Kompetisi yang ketat, ruang kerja yang kurang, ketrampilan yang pas-pasan, membuat begitu sulitnya hidup bagi sebagian besar orang.


Tuntutan kebutuhan orang rumah, jam kerja dari mulai subuh sampai tengah malam karena habis di jalan, belum lagi menghadapi hardikan debt colector karena cicilan motor sudah lewat dua bulan, membuat wajah dimana-mana tertekuk muram.

Tapi selalu ada waktu tertawa, ketika masuk ke media sosial dimana kita banyak ketemu orang dari segala penjuru daerah. Apalagi pas momen seru, meledek kejanggalan.

Dan ledekan yang sebenarnya bersifat lucu-lucuan itu biasanya tertuang dalam meme (baca: mim). Dari wikipedia saya tahu bahwa meme itu adalah gagasan..

Meme adalah gagasan yang bersifat menyindir. Disana proses kreatifitas terasah. Karena biasanya dalam bentuk perpaduan gambar, dibutuhkan juga kemampuan menggunakan program. Meme selalu gratis, karena bayarannya adalah kepuasan ketika banyak disebar orang.
Meme bukan fitnah. Gambar fitnah beda lagi. Biasanya gambar fitnah berupa editan dengan tujuan menjatuhkan seseorang dan tidak ada unsur lucunya. Kasar dan sama sekali tidak elegan. Orang bisa membedakan mana meme dan mana gambar fitnah..
Anehnya, polisi masih tidak bisa membedakan mana meme yang buat lucu-lucuan saja dan mana yang berisi fitnah. Tiba-tiba saja polisi memburu para pelaku penyebaran meme sakitnya SN yang sempat viral.


Ada 32 akun yang diincar dan rata-rata mereka hanyalah penyebar, karena pembuat memenya juga tidak jelas siapa. Bahkan salah seorang ditangkap di Tangerang.

Tambah lebay ketika sang pengacara mengatakan, ada indikasi sebuah partai ingin menjatuhkan kliennya dengan menyebarkan meme, hanya karena yang ditangkap itu petugas partai..

Saya tidak tahu yang mana yang lebih lebay, pengacaranya atau polisinya. Karena polisi tampak begitu giat dan cepat memburu pelaku penyebar meme, sedangkan disisi lain menangkap yang betul2 pemfitnah saja butuh waktu tahunan..
Semakin lama semakin sulit tertawa pada waktu sekarang ini, hanya karena mereka tidak punya sense of humor. Dengan kunci “UU ITE” maka siapapun dilarang punya rasa humor di media sosial.
Entah seberapa penuhnya penjara nanti ketika polisi sibuk menangkapi penyebar meme. Entah berapa duit negara yang keluar dengan bahasa “biaya operasional” hanya untuk menangani kasus ecek-ecek seperti ini, melayani mereka yang tidak punya rasa humor sama sekali..

Semoga polisi ke depan lebih bijak dan smart dalam menanggapi laporan. Tidak semua laporan ditanggapi dengan keras, filter dulu supaya jangan malah jadi bahan tertawaan.


Mungkin sekarang menyebarkan lucu-lucuan ditangkapi. Kedepan, yang ketawa karena melihat meme malah bisa dipenjarakan juga.
Pak polisi, jangan renggut rasa humor kami..

Mungkin bapak perlu sekali-kali minum kopi..