Minggu, 05 November 2017

REFORMASI GILA-GILAAN SAUDI..

Kerajaan Arab Saudi
Prince Alwaleed bin Talal
Menarik melihat reformasi di Arab Saudi ini.

Terpicu oleh anjloknya harga minyak dunia, Saudi mengalami kebangkrutan luar biasa karena selama ini mereka tergantung pada penjualan minyak.
Putra Mahkota yang diangkat Juni lalu, Mohammed bin Salman, merasakan bahwa Saudi akan hancur jika dia tidak mereformasi ekonomi dan sosial di negerinya.

Reformasi sosial yang dia lakukan sangat ekstrim, yaitu mengusir dan menangkapi ulama-ulama ultra konservatif dan memperbolehkan wanita menyetir dan menonton di stadion.

Ulama-ulama ultra konservatif selama ini memang menjadi biang terorisme di Saudi. Mereka mengajar dan merekrut pemuda2 untuk melakukan terorisme yang mereka anggap sebagai jihad. Bin Salman ingin Saudi dipandang sebagai negara Islam moderat sehingga memudahkan investasi asing ke negaranya.

Begitu juga keterbatasan wanita dalam melakukan banyak hal. Ketika masih kaya, Saudi memberlakukan kebijakan bahwa wanita tidak boleh menyetir mobil. Ini membebani negara dan rumah tangga karena harus menyediakan supir khusus buat wanita itu sendiri.

Belum selesai, Mohammed bin Salman melakukan reformasi gila-gilaan lagi. Ia menangkapi banyak pangeran dan menteri dengan tudingan korupsi.

Seorang pangeran yang sangat kaya dan terkenal, Al waleed bin talal, pemilik Kingdom Holding pun ditangkap. Al Waleed bin Talal ini pemilik banyak saham perusahaan terkenal seperti Twitter, Apple, Citigrup dan Time Warner. Beredar rumor bahwa penangkapan Al Waleed sehubungan dengan cara Muhammed bin Salman menguatkan kekuasaannya.

Pertanyaannya, apakah reformasi ini tidak mempunyai dampak?

Sejarah di Saudi berbicara bahwa pengaruh ulama-ulama konservatif dan radikal sudah sangat mengakar disana. Tahun 1979, terjadi pemberontakan di Saudi karena negeri itu sudah dianggap “bobrok”. Pemberontak menilai pemerintah Saudi sudah melenceng dari Islam.

Pemberontakan ini berhasil dikendalikan Saudi sesudah meminta bantuan militer Perancis. Para pemberontak dipenggal kepalanya sebagai peringatan untuk tidak makar.

Dan reformasi ini akan mengulang sejarah pemberontakan yang sama, tapi kali ini akan mendapat dukungan dana yang sangat besar yang kemungkinan berasal dari uang Waleed bin Talal yang baru saja ditangkap itu..

Pertentangan antara putra kerajaan di Saudi ini mirip dengan yang tertuang dalam film Syriana yang diperankan George Clooney.

“Lalu bagaimana nasib bang Toyib di Saudi yang gak mau pulang-pulang itu, bang ???”

Krik krik krik... Sepi.

Hanya terdengar cecapan lidah bertemu secangkir kopi..