Sabtu, 25 November 2017

THE SHADOW COMMANDER

Komandan Garda Revolusi Iran
Qassim Sulaemani
Namanya Qassim Sulaemani..

Sejak lama saya mengikuti sepak terjang Jendral satu ini, karena dia adalah legenda hidup yang dicintai rakyat Iran dan dihormati Jenderal-Jenderal NATO yang notabene adalah musuh-musuhnya.

Qassim Sulaemani adalah Komandan pasukan elit Garda Revolusi Iran, Quds Force. Ini adalah satuan khusus urusan luar negeri yang dikabarkan juga membawahi milisi Hizbullah di Lebanon.

Nemesis
Jenderal Qassim jarang terlihat di depan publik. Ia disebut sebagai “The Shadow Commander” oleh media AS. Itu karena pergerakannya yang sulit terdeteksi. Satu waktu terlihat di Irak, dan tidak berapa lama tiba-tiba muncul di Suriah.

Bahkan koran di AS, Guardian, menyebut Jenderal ini sebagai Nemesis. Nemesis adalah nama dewi dalam kisah mitologi Yunani yang terkenal membalas orang-orang yang lancang kepada para dewa.

Amerika mengenal sosoknya ketika mereka menginvasi Irak. Peran Qassim Sulaemani lah yang membuat AS gagal total menguasai Irak dengan rencana pemerintah bonekanya. Qassim Sulaemani berhasil membuat Irak mengadakan pemilu untuk menentukan nasibnya sendiri.

Shadow Commander
Ketika Suriah sedang gawat-gawatnya karena diserang dari berbagai penjuru oleh ISIS dan FSA, Presiden Suriah Bashar al Assad akhirnya menyerah karena tidak mampu berperang sendirian. Ia mengontak Iran untuk membantunya.

Tanggal 24 Juli 2015, sebuah pesawat komersil Iran mendarat di Rusia. Wartawan mencium ada seseorang yang istimewa di pesawat itu. Sang Jenderal ternyata berkunjung ke Rusia. Ia datang menemui Putin dan melobi Rusia untuk perang membantu Suriah.

Lobinya berhasil. Rusia sepakat mengambil peran di udara, sedangkan Suriah dan Iran perang di darat. Dan seperti kita lihat, Suriah berhasil di bebaskan dari kekejian ISIS yang dibelakangnya ada peran besar Amerika.

Selesai dengan Suriah, Jenderal Qassim Sulaemani dikabarkan sudah berada ke Yaman.

Kehadiran Qassim Sulaemani terlihat, ketika Rusia mendadak hendak masuk dan terlibat dalam perang Yaman. Saudi yang selama ini dengan bebas memborbardir masyarakat Yaman mulai ketar ketir dan meminta bantuan AS untuk melindungi dirinya.

Itulah kenapa Saudi mereformasi total negaranya sesuai dengan kehendak AS, supaya ia semakin dekat dengan “sahabat”nya.

Yaman akan menjadi medan perang selanjutnya, antara dua koalisi besar yang kemarin bertarung di Suriah..

Nama Qassim Sulaemani semakin bersinar karena peran-peran pentingnya dalam masalah global. Harga kepalanya semakin naik karena dia adalah tokoh utama dalam menjegal kepentingan imperialisme Amerika dan koalisinya.

Membaca kisah dan sepak terjang Jendral Qassim Sulaemani yang terkenal di kalangan ahli strategi perang negara barat, seperti membaca sebuah kisah kepahlawanan yang tidak terlihat wujudnya, tapi terasa perannya.

Secangkir kopi sore ini nikmat sekali rasanya...