Jumat, 22 Desember 2017

BALI, PULAU TOLERANSI

Kepolisian
Denny Siregar
Saya merasa sangat terhormat ketika pemikiran-pemikiran saya selama ini di apresiasi oleh jajaran kepolisian RI.

Tulisan-tulisan saya tentang “Indonesia menuju Suriah”, bagaimana penggiringan opini publik oleh kelompok radikal, bisa sejajar dengan tindakan-tindakan lapangan oleh Satgas Anti Teror Densus 88 dan BNPT.

Saya berperang di dunia maya, mereka berperang di dunia nyata. Semakin tahu dalamnya kinerja kepolisian kita yang sekarang menjadi acuan banyak negara dalam mencegah terorisme.

Banyak hal yang tidak tampak dari luar tentang tindakan Densus 88 dan dinas intelijen kepolisian kita. Mengagumkan dan sangat berani. Kita masih bisa haha hihi di medsos sekarang ini, berkat kerja cerdas dan cepat mereka.

Salah satu buah pikiran yang menarik adalah ketika kita sepakat untuk membentuk komunitas mahasiswa cinta NKRI.

Mahasiswa kita ajak “berperang” dengan membentuk komunitas di kampusnya, melawan pemikiran radikal yang berkembang di kampus mereka.

“Pertahankan rumah kalian..” kata saya kepada seorang mahasiswa dari universitas terkenal.

Seharusnya Badan Eksekutif Mahasiswa bisa membuat divisi komunitas cinta tanah air, yang terkoneksi antar kampus seluruh Indonesia bekerjasama dengan Rektor dan Dosennya. Jangan malah demo “harga cabe mahal..”, ini mahasiswa bukan emak-emak yang sedang belanja.

Dan apresiasi saya kepada Polda Bali dan Direktorat Kriminal Khusus yang sedang membangun Counter Cyber Terorism, dengan melatih intelijen-intelijen muda supaya bisa menguasai media sosial, tempat kaum micin kiloan berjibaku membentuk opini sesuai pesanan.

“Mereka jihad ingin mendirikan negara agama, kita jihad juga mempertahankan negara.. “ kata saya. Kita lihat siapa nanti yang mendapat kesempatan mencium bau surga, kita atau mereka...

Bali adalah pulau yang indah..

Toleransi tumbuh tinggi disana, meski PR terbesar masih narkoba. Sudah seharusnya Bali menjadi acuan dalam menerapkan pencegahan terorisme sesudah mereka dihajar bom besar dua kali, tetapi tetap tidak meruntuhkan keberagaman mereka..

Salam buat warga Bali yang sudah mempertontonkan kekuatan meski pernah dihajar habis2an oleh kaum radikal. “What doesnt kill you, makes you stronger..” begitu kata orang bijak. Yang artinya, berakit2 ke hulu... halah.

Kapan-kapan saya ingin duduk dan kembali mendengarkan cerita menegangkan dari teman-teman di Densus, Satgas anti Teror, BNPT, unit Cyber Crime yang pasti akan mengasikkan jika di buat film berdasarkan kisah nyata mereka..


Seruput dulu, Bali... Saya pasti kembali kesana.