Sabtu, 23 Desember 2017

DEDI MULYADI STRIKES BACK!

Pilgub Jabar
Dedi Mulyadi
Mirip judul sequel Star Wars, situasi Pilgub Jabar semakin seru. Kang Dedi Mulyadi yang awalnya harus keluar gelanggang karena “ditendang” dari percaturan Pilgub Jabar, sekarang balik menyerang.
Pasca perubahan ketum Golkar, DM -yang gada badaknya- kembali digadangkan oleh partai Golkar. Ia menjadi kandidat nomer satu, sesudah sebelumnya Golkar mendukung RK.


Tentu sakit bagi DM karena ia kader Golkar. Dan semakin sakit, ketika Nurdin Halid membuka rahasia kenapa RK dan DM tidak dipasangkan saja?

“Ketika saya menawarkan Pak Dedi sebagai wakilnya, Pak Ridwan Kamil menolak..” kata Nurdin Halid. RK lebih memilih Daniel Muttaqin dari Golkar sebagai gandengannya.

Kenapa RK menolak?

Tentu hanya RK dan DM yang tahu, apa penyebab hubungan keduanya dingin sekali. Baru-baru ini saja di sebuah acara di kampus UI, ketika keduanya satu panggung jadi pembicara, mereka tidak banyak bertegur sapa. RK datang, DM pamit pulang.

Jadi pernah ada “kisah kasih di sekolah” sebelumnya antara mereka berdua. Dan itu menjadi penyebab RK “menendang” DM dari kandidat Golkar.

Itu pun belum selesai. RK dikabarkan pernah menghubungi PDIP juga supaya mencalonkannya meski ia tahu bahwa DM sedang didekati PDIP ketika tidak ada harapan dengan Golkar. Maksudnya, biar PDIP juga menendang DM keluar.

Tiba-tiba keajaiban terjadi di menit-menit terakhir bagi DM. Setnov jadi tersangka..


Jelas ini posisi bagus bagi DM yang kemaren dilirik Setnov pun tidak. Dengan strategi total football ala pemain sepakbola Belanda tahun 70an, DM berjibaku supaya Golkar munaslub.
Dan akhirnya terpilihlah ketua baru..

DM sebagai Ketua DPD Golkar Jabar, tentu memanfaatkan situasi ini. Lobi2 pun berjalan, dan Golkar menarik dukungan ke RK. DM diatas angin sekarang..

Belum selesai rupanya DM. Tahu bahwa ada masalah perebutan wakil Gubernur di koalisi RK antara PPP dan PKB, DM pun memantau situasi..

Benar saja, dalam konvensi “mencari Cawagub” yang dibuat RK sendiri, ternyata RK condong ke Uu Ulum dari PPP yang juga Bupati Tasikmalaya.

Ini menyakitkan bagi Maman Imanulhaq dari PKB. Apalagi menurut kabar burungnya si Sugik, kang Maman ini hasil skor konvensinya lebih tinggi dari Uu.

Sakit hatinya kang Maman membuatnya lebih rapat dengan Dedi Mulyadi, yang langsung menariknya untuk dekat dengan Golkar..

Ini jelas memperparah situasi RK. Keluarnya PKB membuat posisinya miring sebelah. Lha gimana, dia bisa terancam tidak bisa mencalonkan diri jadi Gubernur karena kurangnya suara pendukung yang disaratkan harus minimal 20 kursi?

“Roda berputar, cuk“, kata Sugik yang baru pulang dari Hongkong. “Kadang diatas, kadang dibawah. Kadang diatas lagi, terus dibawah lagi.. uenak pokoke lek gendakan.”


Gak nyambung ya si Sugik yang di kalangan gendakannya dipanggil Abi.

Dan PKB pun terlihat sudah semakin rapat dengan DM yang rencana didukung Golkar dan kemungkinan besar juga PDIP.

Tinggallah RK yang sibuk menjahit komunikasi dengan partai lain. Masih ada Hanura - meski Hanura kayanya ke DM juga. Ada PKS yang juga belum menentukan suara.

Kalau Partai Idaman sedang sibuk merubah warna partai yang kata orang mirip iklan kecap bango. “Judi! Teeetttt...” begitu suara bang Rhoma Irama tiba-tiba. Bikin kaget aja..

Dedi Mulyadi memang politisi ulung, beda dengan RK. Rekam jejaknya sejak jadi anggota DPR, Wakil Bupati, Bupati Purwakarta dua kali dan ketua DPD Golkar Jabar, bukan rekam jejak yang main-main. Dia tahu kapan diam, kapan bertahan dan kapan saatnya menyerang.


Maaf, kang RK, untuk masalah strategi politik, anda masih harus banyak belajar dari yang sudah lama bermain disana. Politik itu seni mengatur langkah, bukan banyak-banyakan follower di media sosial..

Serunya Pilgub Jabar membuat banyak manuver dan kejutan baru yang mengasikkan untuk diamati dibandingkan tempat lain..

“Matamu picek!!” Kata Sugik yang kemaren pinjam uang ke TKW belum bayar.

Lho, ada apa kok ngamuk, Gik?

“Aku durung ngombe kopi. Kurang gantengku iki. Kate lapo kon lek aku ganteng?”.

Iyo Gik, rupamu ganteng kok. Koyok peyek kelindes ban.. Seruput sek kopine, Gik...