Sabtu, 30 Desember 2017

SIAPA WAKIL JOKOWI NANTI?

Chairul Tanjung
Chairul Tanjung
Mencoba mengamati pendapat seorang pakar Intelijen seperti AM Hendropriyono selalu menarik.

Karena prediksinya pasti berdasarkan banyak masukan dan laporan, bukan sekedar meramal ala dukun abal-abal..

Dari acara PKPI kemarin di Cipayung, pak Hendro memberi sinyal calon wakil yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres nanti.

Sinyal ini bukan sinyal sembarang, karena kita semua tahu pak Hendro termasuk orang di belakang layar banyak strategi Jokowi selama memerintah..

“Wakil presiden adalah seorang muda yang dinilai publik sebagai INTERNASIONALIS di bidang EKONOMI dan PERDAGANGAN untuk membawa kebijakan MIKRO dan sektor RIIL serta BISNIS. Elektabilitasnya datang dari PARTAI ISLAM..” Begitu prediksi beliau.

Nah, penasaran kan siapa dia kira-kira orangnya?

Jika sudah begitu, kita coba singkirkan calon lain seperti Said Agil Siradj, Cak Imin, Mahfud MD dan politikus lainnya.

Jokowi mengambil langkah seperti SBY ketika memasuki periode kedua, yaitu mencari orang profesional di bidang kerja bukan seorang politikus maupun ahli hukum.

Sri Mulyani Indrawati dong kalau bicara ekonomi?

Bukan juga sepertinya. Iklim politik Indonesia belum memungkinkan untuk memilih perempuan dan yang non muslim. Itu akan menjadi titik lemah bagi Jokowi. Lagian SM lebih kaya di ekonomi makro, bukan sektor riil dan bisnis..

Sesudah diskusi panjang dengan teman-teman pers yang kebetulan ada disana, kami mencoba mengambil kesimpulan bahwa orang yang dimaksud dan cocok dengan kriteria itu adalah Chairul Tanjung..

Lah kok Chairul Tanjung (CT)??

Jika melihat rekam jejaknya selama pemerintahan Jokowi, CT termasuk orang yang sangat membela program infrastruktur Jokowi.

Buat CT -si anak singkong itu- 5 tahun awal pemerintahan Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur. Dan 5 tahun ke depan, fokus untuk membangun ekonomi riil dari hasil terbangunnya infrastruktur itu.

CT -yang pernah menjadi Menko Perekonomian era SBY- adalah pengusaha besar yang jaringan usaha riilnya ada di mana-mana. Mulai grup finansial yang bernama Mega, grup properti bernama Para dan grup hiburan bernama Trans.

Ia bukan jenis orang yang hanya cukup dengan modal teori, tetapi pelaku bisnis usaha riil. Meski begitu, teori ekonominya dianggap berhasil sehingga pernah dikukuhkan sebagai Guru besar kewirausahaan oleh Unair di tahun 2015.

Dan yang menarik, CT juga pernah mendapat penghargaan MUI award, karena berkontribusi dalam syiar Islam.

Mungkin maksudnya MUI, CT adalah salah satu dari sedikit sekali pengusaha “pribumi” dan beragama Islam yang berhasil di bidang ekonomi.

Dalam diskusi, kami mencoba mencari nama lain sesuai kriteria Hendropriyono seperti Gita Wirjawan bahkan Mendag Thomas Lembong. Tapi tidak ada yang lebih mendekati kriteria selain CT, karena Gita Wirjawan dan Thomas Lembong bukanlah praktisi di bisnis riil.

Dan salah satu kriteria CT yang pasti menarik bagi Jokowi adalah “orangnya tidak berisik”.

Sudah jadi rahasia umum, Jokowi tidak suka orang berisik dan selalu berusaha tampil di media daripada sibuk bekerja.

Banyak orang yang diawalnya disangka pekerja profesional, eh ternyata politikus juga. Seperti RR, AB, SS dan lainnya. Ya, ditendang jauh-jauh lah..

Meskipun Pilpres masih setahunan lagi, tapi Hendropriyono sudah mulai memanaskan suasana. Sebuah langkah cerdik dari Sang Don memainkan isu kriteria wakil, sekaligus promosi partainya..

Oke, sebentar lagi tahun 2017 selesai sudah.

Pesan saya di tahun 2018 nanti, “Jangan kebanyakan makan micin apalagi yang curah. Itu tidak baik bagi kesehatan otak anda..”


Secangkir kopi pun kuseruput tandas...