Selasa, 26 Desember 2017

ULAMA PECINTA DUNIA

Akhirat
Dunia
“Dunia dan akhirat itu bertolak belakang, sangat berbeda..

Dari sifatnya saja sudah berbeda. Dunia itu adalah materi dan akhirat adalah dunia non materi. Tidak bisa disatukan keduanya, seperti air dan minyak yang selalu berpisah..

Jadi untuk mengenal mana ulama dunia dan mana ulama akhirat, lihatlah kepribadian ulama itu.

Jika ia masih duniawi, sedikitpun ia tidak mengenal akhirat. Jika ia mengenal akhirat, sedikitpun tidak tampak sifat keduniawian dalam dirinya..

Orang-orang yang terikat kuat pada akhirat, akan tampak dalam kesederhanaan dirinya dalam pakaian dunia.

Logika sederhana dalam akal seharusnya bekerja, bagaimana bisa seseorang yang dalam hidup kesehariannya menampilkan keterikatan kuat pada dunia, bisa berbicara akhirat sedangkan ia sendiri tidak mengenalnya?

Nah, carilah ulama akhirat karena nasihatnya akan membimbing kita menujunya.
Sayangnya, ulama akhirat itu sangat sedikit dan tersembunyi, karena dunia tidak menarik baginya. Yang banyak ulama dunia, karena ia membutuhkan popularitas demi isi perutnya.. “

Temanku termenung...

Ia selama ini menggeneralisasi konsep ulama dari kefasihan berbicara, pengetahuan ayat dan popularitasnya.

Ia baru paham bahwa kebenaran tidak bisa dilihat secara materi, tetapi dari NILAI-NILAI yang berwujud dalam bentuk tindakan dan bukan hanya teori..

Pencarian yang dikiranya sudah selesai, harus mulai dari awal lagi. Kuperhatikan ia sambil menyeruput secangkir kopi.

“Carilah teman, ilmu itu tidak sedangkal genangan air di halaman. Yang harus kau lakukan sekarang, jadilah rendah hati. Karena ilmu itu seperti air, ia tidak akan mengalir ke tempat yang lebih tinggi..”

“Zuhud itu bukan kamu tidak boleh memiliki sesuatu, tetapi sesuatu itu tidak boleh memiliki kamu..” Imam Ali as.


Zuhud adalah melepaskan keterikatan diri dari kepemilikan duniawi. Secangkir kopi sore ini nikmat sekali..