Rabu, 17 Januari 2018

JALAN PANJANG JOKOWI MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Jokowi
Pertanian
Seorang Visioner selalu tahu apa yang akan ditujunya, apa yang akan dilakukannya dan bagaimana memulainya..

Jokowi adalah salah satu pemimpin visioner yang dimiliki Indonesia. Ia pekerja yang mengerti apa yang dikerjakannya..

Salah satu target Jokowi untuk negeri ini adalah membangun kedaulatan pangan. Sebagai negeri agraris, sungguh memalukan jika Indonesia selalu impor untuk menutupi kekurangan.

Dan untuk itu, Jokowi memulai dari langkah yang paling dasar yang menjadi akar masalah selama ini, yaitu pengairan.

Pengairan di Indonesia memang menjadi masalah. Tidak tertatanya infrastruktur air, membuat petani di beberapa wilayah harus bergantung pada hujan yang kadang datang kadang enggan.

Lalu dibangunlah bendungan-bendungan raksasa dan embung-embung kecil untuk menampung air sekaligus menyalurkannya ke sawah-sawah.

Ada 65 bendungan raksasa di seluruh Indonesia yang rencana akan dibangunnya. Tujuh diantaranya sudah selesai. Sedangkan embung -sebagai tempat penampungan air kecil- sudah 800-an terbangun selama 3 tahun dia memimpin.

Sesudah infrastruktur selesai, maka yang akan digarap adalah sistem pertanian. Mulai dari distribusi pupuk, benih sampai penjualan. Disinilah berkumpul para mafia pangan yang puluhan tahun menguasai sektor ekonomi Indonesia..

Naiknya harga beras beberapa waktu ini sama sekali tidak mensejahterakan petani, tetapi para mafia yang menimbun sebelum menggelontorkannya di panen raya. Itulah alasan kenapa terkadang masih ada impor beras, tidak lebih daripada menjaga stabilitas harga..

Ditunjuknya Jenderal Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden adalah bagian dari rencana besar Jokowi untuk mulai menggarap secara serius sektor pertanian. Moeldoko adalah Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia atau HKTI.

Jabatan Moeldoko sebagai Kepala Staf tentu merancang dan memastikan program-program nasional berjalan sesuai visi dan misi Presiden. Ini jabatan yang sangat strategis, karena ia harus mengkoordinasikan dengan baik bersama kementrian supaya tetap berjalan sesuai jalur yang sudah ditetapkan..

Inilah sebenarnya yang disebut keberpihakan..

Keberpihakan itu bukan kemudian menjadikan orang miskin supaya tetap hidup dengan melanggar aturan. Keberpihakan itu adalah bagaimana membangun sektor-sektor ekonomi potensial supaya tumbuh dan bisa menjadi lapangan kerja baru yang membanggakan..

Para petani di masa depan bisa berharap banyak dengan adanya pak Moeldoko di posisi ini. Ia seorang Jenderal yang petani. Ia tentu paham bagaimana mensinergikan secara bertahap karena pengalaman beliau mengatur tentara sebagai Pangdam dan Panglima TNI.

Jadi untuk yang selalu ribut-ribut “mana janji Jokowi??” sini saya ingatkan.

Bahkan untuk makan micin pun perlu tahapan. Beli micinnya dulu -boleh ngutang- trus sobek lalu leppppp dilepok micinnya. Kalian kebiasaan langsung makan sebungkus-bungkusnya sih. Seruput kopinya, selamat bertugas Jenderal.