Sabtu, 06 Januari 2018

PUISI CINTA UNTUK JONRU

Hukum
Sidang Jonru
Melihatmu duduk di kursi itu
Sendiri dan termangu
Aku menjadi terharu

Aku tahu kau ingin teriak dengan keras
“Kemana teman-temanku yang dulu?
Kemana satu setengah juta folowerku?
Kemana ribuan orang yang selalu menshare statusku?
Apakah kalian lupa dengan aku??”

Aku, Jonru..
Yang dulu kalian puja-puja
Yang kalian anggap sebagai corong suara
Dendam dan sakit hatimu.

Kalianlah yang memberiku informasi
Bahwa Presiden sekarang PKI
Aku hanya meneruskannya
Dan aku juga yang harus menerima akibatnya..

Kalian kemana?

Kalianlah yang memberiku informasi
Dan ibu Presiden pun kumaki
Aku kena dampaknya
Kalian kemana??

Bahkan untuk sekedar pendamping hukumpun kalian tak mau
Kalian kira aku orang kaya?
Yang bsa menbayar kalian jutaan rupiah?
Hanya untuk sekali datang saja??

Kalian kira berapa hasil dari jualan sprei anti ngompol di page ku??
Kalian hitung berapa hasil dari pelatihan menulis ketika yang hadir hanya sepuluh orang..
Dan sembilan dari peserta adalah panitia semua?
Coba hitung berapa hasilnya???

Sebel.. ih.. cuihh.. huekk..

Apa?? Potongan 30 persen dari donasi kalian katakan cukup untuk jadi penghasilanku??
Itu hanya cukup untuk membayar tim dan operasional kantorku!!

Ya, ada lahhh sedikit aku makan buat keluargaku.. Tapi itu gak banyak!!!

Sudahlah..
Aku memang orang yang terlupa
Dari hiruk pikuknya kejayaan
Ketika aku menjadi raja medsos dulu..

Selamat tinggal, dunia..
Jangan pernah cegah aku..
Jangan pernah larang aku..
Hanya micin sekarang teman setiaku..

Aaakkk... Nyam nyam.. uenyakkk..