Senin, 19 Februari 2018

AKHIRNYA AKU BERHENTI MEROKOK

Berhenti Merokok
Rokok

Merokok itu sudah kulakukan sejak SMP..

Waktu itu sih masih gagah2an karena kegiatan lelaki pada masa itu hanya ada tiga, "musik cadas, enny arrow dan sebatang rokok".

Lama-lama merokok menjadi kebutuhan. Apalagi aku seorang pemikir, apa-apa dipikir. Seorang pemikir biasanya akrab berteman dengan sepi. Jadilah rokok dan kopi teman setia bersamaku ketika benak selalu bertanya2, "ini apa ? ini bagaimana ?"

Hingga akhirnya jatuhlah vonis supaya "Stop smoking or you will die !" ( Bagus nih kalo dijadiin judul.lagu )

Vonis itu datang dari doktet yang memeriksa sumbatan di jantungku yang akhirnya dipasanglah 3 ring untuk membuka kembali sumbatan itu.

Rokok menjadi tersangka utama dalam.kasus ini meskipun selama puluhan tahun aku adalah penyuka masakan padang bersantan dan es teh manis.

Akhirnya aku tekadkan untuk berhenti merokok, mulai hari ini. "Harus kucoba, atau tidak selamanya !!" Begitu aku berteriak kencang di tengah pasar ketika orang sedang sibuk belanja. Mereka menatapku heran sambil bergumam, "orang gila.. orang gila.. jangan2 PKI nyamar mau nyerang ulama.."

Aku pun melepas kemejaku, kuganti dengan tshirt "you can see my ketek" dan celana training merah muda yang sempit sehingga menonjolkan rudal balistik modern yang dilengkapi teknologi pencari panas.. Hot hot melotot.

Aku pun berlari sejauh yang aku mampu. Dengan tenaga tersisa hasil paru2 terkena polusi dari cerobong pabrik yang tidak pernah berhenti.

Hingga saat aku berhenti.
Dan aku merokok..

Aku berhenti. Aku merokok.
Aku berhenti merokok.

Mudah sekali berhenti merokok ternyata, tidak seperti yang kutakutkan..

Heran, kenapa ada orang yang begitu susah berhenti merokok ?

Apa enaknya merokok sambil berlari ?

Ah, saatnya aku mencari secangkir kopi..