Minggu, 18 Februari 2018

BLUNDER DI PIALA PRESIDEN

Anies
Piala Presiden

Ceritanya begini..

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade bilang, Anies sebenarnya sejak awal sudah diinfokan untuk mendampingi Jokowi turun menyerahkan piala pada pemenang. Tapi last minute namanya dicoret oleh panitia.

Makanya Anies ditahan oleh Paspampres.

Andre yang kemaren mendampingi Anies menyayangkan sikap panitia terutama Maruarar Sirait, sebagai Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018 kenapa mesti terjadi seperti itu.

Saya juga menyayangkan sikap panita yang cenderung lebay.

Entah karena ketakutan nama Anies meroket jika ia memanfaatkan kemenangan Persija itu, tapi jelas apa yang dilakukan panitia itu menjadi blunder. Ini jelas-jelas menampar wajah Jokowi yang tidak tahu menahu adanya masalah itu.

Dan Anies -harus diakui- malah mendapat simpati dengan adanya insiden yang seharusnya tidak terjadi itu. Pendukungnya memanfaatkan sekali situasi untuk memainkan peran sebagai korban bahwa Jokowi memperlakukan Anies tidak layak..

Seharusnya ini tidak terjadi lagi. Terlalu kasar cara bermainnya yang membuat malah Jokowi kehilangan poin di mata masyarakat.

Pramono Anung dalam cuitannya kemaren pun berkomentar:

"Politik seharusnya merangkul untuk menambah kawan, bukan terus menerus menambah musuh. Politisi seharusnya menanam catatan diri yang baik, bukan malah mengumbar tabiat dan sifat yang menuai kritik. Pilihannya sederhana, tapi sering dibuat susah dan rumit sendiri. #potretkita"

Entah ini menyindir siapa, tapi sikap Pramono Anung jelas adalah sikap tidak setuju ketika kesalahan dibalas dengan kesalahan juga.

Dan saya merasa, cuitan Pramono Anung ini suara dari kemarahan Jokowi karena ia bukan pendendam apalagi membuat keputusan bodoh dengan tidak memperbolehkan Anies mendampinginya di acara penyerahan piala.

Semoga para politisi di samping Jokowi bisa lebih pintar dan bijaksana, bukan malah menikamnya di belakang..

Sepakat?

Seruput dulu jika pikiran kita sama..