Sabtu, 17 Februari 2018

CERITA TENTANG SABU

Sabu
Sabu

Pagi ini dapat kabar anak dan menantu pedangdut ES, tertangkap karena Sabu.

Ini tangkapan menarik karena melibatkan nama orang terkenal sesudah Fachri Albar dan Roro Fitria (saya gak jelas ini artis apa sih wong kerjaannya cuman pamer harta).

Sabu adalah amfetamin, obat buatan sebagai pengganti heroin yang sudah melambung harganya. Sekitar 2-3 juta per gram.

Sabu memang awalnya untuk kaum miskin yang gak mampu beli heroin, tapi efeknya jauh lebih merusak karena menyerang otak.

Dalam sejarahnya, amfetamin ini pernah digunakan oleh pemerintah Jepang supaya pilot pesawatnya berani melakukan Kamikaze, yaitu aksi bunuh diri menabrakkan pesawatnya ke kapal induk musuh pada saat penyerangan Pearl Harbour.

Sabu biasanya digunakan oleh para pekerja karena efeknya memang menghilangkan rasa lapar dan lelah, sehingga orang yang mengkonsumsi Sabu seperti "Superhero" yang terus aktif dan sulit berhenti.

Pertanyaannya kenapa kok banyak orang yang masih pake Sabu?

Pada awalnya biasanya adalah gaya hidup. Pergaulan yang luas membuat orang banyak bersentuhan dengan macam2 manusia. Makanya banyak artis yang kena karena memang pergaulan mereka menjadi luas sebab mereka terkenal.

Sesudah itu menjadi kebutuhan. Karena Sabu biasanya memecahkan masalah mereka yang cepat lelah karena stres dengan deadline kejar tayang. Jadi para artis biasanya adalah korban karena mereka hanya pengguna bukan pengedar. Mereka tidak mencari uang dari penjualan Sabu.

Nah pada saat sudah menjadi kebutuhan inilah, para pengguna biasanya ceroboh...

Karena terdesak, mereka jadi sembarangan membeli ke siapa saja dan meggunakannya dimana saja.

Padahal dibandingkan narkotika seperti Ganja dan Heroin, Sabu lebih mudah dikenali karena untuk memakainya mereka harus menggunakan alat yang biasa dinamakan Bong.

Saya harus mengakui anak saya waktu kecil pernah kecanduan Sabu..

Setiap pagi dia selalu "memerintah" orang tuanya untuk mencegat pengedar yang mangkal di perempatan jalan. Dan biasanya dia minta ayam suwirnya double tambah sate usus yang katanya terenak di dunia..

Dan karena sudah besar, saya suruh dia beli sendiri. Sayang pengedarnya sudah tua dan sering sakit2an jadi jarang mangkal.

Akhirnya dari kecanduan Sabu - Sarapan Bubur - anak saya sekarang berpindah ke Sarap - Sarapan apa adanya.

Begitulah cerita ngelantur karena di depan ada secangkir kopi dan sebatang rokok yang menggoda hati. "Bakar jangan.. bakar jangan..".

Alhamdulillah pagi ini berhasil tidak bakar rokok, semoga sampai siang berhasilnya..