Kamis, 22 Februari 2018

HABIB YANG TERIRIS HATINYA

HRS
Pulang Kampung

"Terus terang saya ingin pulang karena hati ini amat sakit dan teriris tatkala saksikan bahwa sejak saya hijrah situasi negeri semakin kacau balau.."

Subhanallah, mulia sekali hati yang mulia Rizieq Syihab ketika menyampaikan alasan ketidak-pulangannya itu. Meski ia berada dikejauhan, ia masih memperhatikan betapa kacau balaunya negeri ini ketika ia sefang hijrah.

Memang Indonesia ini kacau balau sejak ditinggal hijrah sang Singa. Pembangunan infrastruktur dimana-mana menunjukkan ada orang yang ingin merusak Indonesia yang dulu masih alam asri dan jalanan yang becek dan basah.

Di Papua, di Sumatera, Kalimantan yang dulu perjalanan butuh berhari2 sampai ditujuan, sekarang rusak dan kacau karena ditempuh hanya beberapa jam.

Semakin rusak dan kacau ketika Papua sudah mulai menerapkan BBM satu harga. Ah, harga sudah tidak bisa dipermainkan lagi dong nantinya. Kacau, kacau...

IHSG meroket mencetak sejarah, menambah kekacauan negeri ini. OTT KPK dimana-mana, membuat korupsi jadi tidak bisa lagi tampak Islami.

Semakin rusak dan kacau negeri ini ketika perbatasan dipercantik dan banyak yang ingin menghutangi Indonesia karena mereka sekarang sudah percaya bahwa Indonesia ke depan akan semakin digdaya.

Tidak ada lagi antrean di pom karena harga bensin stabil. Listrik mulai menyala dimana2 di daerah yang dulu terlupa. Duh hancur sekali negeri ini sejak Imam besar hijrah.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia semakin terukur, dan ini menambah kekacauan karena kan seharusnya keadilan untuk golongan mayoritas saja. Daerah2 berlomba meningkatkan investasi asing yang masuk karena ekonomi mulai menggeliat.

Yang bikin lebih kacau balau, ini semua terjadi hanya dalam waktu 3 tahun saja. Gimana coba dalam waktu 10 tahun ? Tentu berantakan semua..

Bachtiar Nasir berkata, "Rizieq tidak mau pulang karena akan menambah Indonesia semakin kacau.."

Teriris hati ini melihat pengorbanan dari seseorang yang jasanya sangat besar untuk negeri ini. Ia yang dulu berperang melawan Belanda, yang mempersatukan rakyat Indonesia dari semua suku, ras dan agama, harus terasing di negeri orang lain.

Tidak usah pulang, bib. Tidak usah. Kami tidak ingin engkau terluka. Nikmati saja masa tuamu disana, tempat dimana engkau menikmati semua. Di Indonesia kacau balau dan menderita.

Habib tidak akan kuat tinggal disini. Biar kami saja..

Jangan pulang, bib. Selamanya. Engkau tidak akan pernah kami lupakan. Percayalah.

Semoga disana ada secangkir kopi, dengan singkong goreng tipis2 dan tahu isi yang terhidang panas menggugah selera.

Apa ? Disana gada seperti itu ? Mamp.. eh maksudku, sungguh malangnya. Nanti akan ada yang kirimkan, tenang2 saja disana..

Seruput dulu gahwanya bib, jangan pake sedotan ah, kurang jantan..