Jumat, 09 Februari 2018

NILUH DJELANTIK

PSI
NILUH DJELANTIK

Nama NILUH DJELANTIK mungkin tidak terlalu dikenal disini, tetapi namanya mendunia dengan model sepatunya yang banyak disukai oleh artis maupun bule2 modis..

Dari wikipedia saya menemukan nama2 artis dunia yang memakai produknya mulai dari Uma Thurman, Paris Hilton sampai Julia Roberts. Niluh Djelantik memang sudah menjadi icon tersendiri di dunia mode sepatu.

Jangan tanya harganya, bisa demo para buruh karena harga satu sepatu bisa lebih besar dari UMR yang mereka terima..

Niluh Djelantik yang bernama asli Niluh Putu Ary Pertami ini akhirnya melangkah lebih jauh dari sekedar mendesain sepatu. Ia dikabarkan mencoba mendesain Senayan dengan menjadi calon anggota legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI..

Partai muda ini memang sedang giat2nya menggandeng nama terkenal untuk menaikkan namanya. Sesudah Tompi, Guntur Romly dan Giring Nidji bergabung dengan mereka, sekarang Niluh pun ikut meramaikan bursa.

Hanya berbeda dengan partai lainnya yang lebih mengandalkan artis dengan muka lebih dan otak tanpa isi, PSI menggaet nama yang punya potensi. Kader2 muda yang biasa tampil dengan kepala penuh ide dan idealis tinggi untuk ikut meramaikan kompetisi.

Perjalanan Niluh Djelantik, Giring dan Tompi memang belum teruji, begitu juga partai muda bernama PSI. Apalagi Senayan penuh dengan serigala buas yang bisa memakan para newbie sampai ke tulang belulangnya.

Tetapi setidaknya nama2 baru akan menyegarkan dunia politik karena sungguh saya jenuh dengan gayanya Fadli dan Fahri.

Saya kebayang, di ruang parlemen besar yang penuh dengan intimidasi itu, seorang Niluh yang seniman dan terbiasa coret2 desain sendirian di ruangan, mendadak harus tampil arogan dengan suara yang dikeras2kan supaya mendapat sedikit perhatian.

“Interupsi !!” Teriak Niluh ditengah gemuruh suara lebah yang mendengung keras dengan nada yang sama, “Duit, duit, duit...”. Bisa jadi Niluh akhirnya menyerah karena idealismenya salah ruangan, sehingga akhirnya ia disana jualan sepatu saja kepada anggota dewan yang terhormat.

Apakah bisa suara Niluh sekeras waktu ia membuka aib Jonru yang mengambil prosentase sebesar2nya dari hasil sedekah ? Mari kita lihat petualangan di dunia barunya.

Apapun itu saya harus mengapresiasi langkah Niluh Djelantik yang berani melangkah di dunia yang berbeda dari dunia yang dia kenal selama ini.

Dibutuhkan keberanian lebih untuk melangkah ke Senayan, karena disana - bagi yang mengerti - sejatinya adalah tempat pembantaian. Anda harus mendayung lebih kuat karena arusnya sangat hebat, atau akhirnya anda terombang-ambing tanpa tujuan, duduk, diam dan pulang.

Selamat bertarung Niluh, ukirlah Senayan nanti dengan idealismemu.

Kalau nanti akhirnya bisa satu ruangan sama Fahri dan Fadli, tolong buatkan mereka sepatu pria berhak tinggi. Supaya mereka paham, bahwa ketinggian itu bukan ada di hati, bukan juga di mulut yang terus berbuih miskin prestasi..

Seruput kopinya dulu...