Rabu, 21 Februari 2018

PULANG MALU, GAK PULANG RINDU

Habib Rizieq Shihab
Pulang Malu, Gak Pulang Rindu

Saya dengar kemaren malam suasana di sekitar bandara Soekarno Hatta rame..

Menuju kesana macet total. Di dalam bandara banyak yang berpakaian gamis. Ada 3500 polisi yang dikerahkan. Semua itu karena isu bahwa RS pulang.

Saya heran, ngapain kepolisian mengerahkan aparat sebanyak itu hanya karena isu ? Masak intel polisi tidak bisa tahu RS pulang atau tidak ?

Masak harus saya ajarkan bahwa RS itu sebenarnya cuman cari perhatian. Gembar gembor dia pulang itu hanya supaya orang kembali ingat sosoknya yang pelan2 sudah terlupakan.

Bagi kelompoknya, sosok RS ini diperlukan untuk tetap ada supaya mereka bisa menjalankan agenda2 mereka. Apalagi belum ada sosok yang benar2 bisa menggantikan.

Mereka sudah coba banyak ustad untuk mereka naikkan, tapi belum ada yang menyamai RS. Karena itu sosoknya harus dijaga dengan memunculkan kabar bahwa dia akan pulang.

Kabar itu juga bagian dari test the water, bagaimana reaksi publik. Dia mah gak akan pulang beneran, karena siapa yang mau kesuciannya ditelanjangi di depan publik ?

Apalagi kalau gambar2 gak senonoh yang dulu beredar di internet muncul kembali di permukaan ? Belum lagi kalau ada gambar yang lebih parah yang masih disimpan sebagai "bom" di pengadilan disebarkan.. ( ihirrrrr )

Cara terbaik untuk "menghilangkan" sosok RS dalam peta perpolitikan Indonesia adalah lupakan dia. Anggap tidak penting dan masanya sudah usai. Kalau pas dia pulang, tangkap aja di imigrasi, apa susahnya ?

Kriminal jangan diistimewakan. Jadikan pesakitan..

Salah satu kelemahan aparat kepolisian adalah masih bernegosiasi dengan hal-hal seperti ini padahal punya kemampuan "membunuh" karakter seseorang dengan kemampuan yang ada.

Biarkan sosoknya di kejauhan sana, tapi habisi karakternya dengan membuka fakta otentik siapa dia dan apa yang pernah dia lakukan. Sebarkan. Niscaya, dia mingkem kalau diadili secara sosial..

Situasi ini malah menurunkan kewibawaan polisi sampai ke dasar. Pantas saja, anak2 buah RS teriak2 di podium, "Kalau polisi menangkap Imam besar, kita akan lawan !!" Ini adalah akibat dari sebuah sebab, karena dibiarkan maka reaksinya adalah pelecehan..

RS mau pulang atau tidak, sudah seharusnya jangan lagi dijadikan urusan besar. Biarkan hasrat itu tertulis di bak2 truk "Pulang malu, gak pulang rindu".

Semoga aparat kita lebih matang dalam bertindak. Jangan mau diseret2 dalam pusaran mereka. Kentuti saja, beres perkara..

Ahhh.. jadi pengen minum kopi kalo ginii..