Jumat, 16 Februari 2018

SEL-SEL TEROR ITU BANGUN DARI TIDURNYA

Probolinggo
M Lutfianto

Masih ingat cerita kita tentang "Lone Wolf Di Gereja Sleman"?

Sejak awal saya sudah menduga bahwa kasus penyerangan Gereja Sleman kemaren bukan semata2 tindakan intoleransi, tapi lebih kepada terorisme. Teroris ini menyerang siapa saja yang dia anggap kafir, kebetulan dalam radar mereka kemaren ada Gereja.

Di Probolinggo, baru saja seorang pria ditangkap membawa pedang panjang masuk ke Polres. Namanya Lutfianto. Ia memang berniat untuk membunuh polisi di dalam Polres.

"Polisi itu orang kafir, jadi saya harus memeranginya.." begitu katanya.

Seperti yang kita bahas kemaren, model terorisme sekarang berkembang, bukan lagi membawa bom seperti yang sudah2 karena akses mereka untuk membuat bom sudah dibatasi oleh aparat..

Mereka menggunakan senjata apa saja untuk memulai perang, kebetulan pedang adalah senjata yang termurah, sedangkan di Eropa dan di Amerika teroris menggunakan truk dan mobil untuk beraksi.

Mereka ini tidak berafiliasi dengan jaringan apapun, baik lokal maupun global. Tetapi terinspirasi oleh gerakan2 teroris dengan mimpi yang sama yaitu "kawin dengan bidadari di surga". Karena itu mereka biasa disebut Lone Wolf.

Mereka siap mati karena memang itu impiannya.

Sasaran Lone Wolf ini luas. Bisa saja mereka tiba2 membawa pisau dan menusuk orang2 di pasar karena dianggap kafir. Karena buat mereka, siapapun yang rela tinggal di negeri kafir, otomatis dia kafir.

Hati-hati, karena mereka adalah sel tidur yang bisa saja bergerak ketika melihat ada "jihad" yang berhasil. Peristiwa gereja Sleman kemaren bisa jadi adalah sebuah tanda bahwa mereka mulai bangun dan bergerak untuk memulai kerusuhan ini.

Yang penting kita hrus ingat, ini sama sekali bukan tentang agama. Karena meskipun mereka mengaku bahwa petunjuk mereka adalah Alquran, mereka sama sekali bukan representasi Islam. Mereka pun akan membunuh orang2 beragama Islam yang tidak sejalan dengan mereka..

Entah kenapa saya merasa, sel-sel itu sedang bangun dari tidurnya selama ini dan sedang merencanakan sasaran berikutnya di dekat mereka...

Mungkin itu kita.