Selasa, 06 Februari 2018

TITIK TERLEMAH MANUSIA

Ayah
Jalan Hidup

“Nak, ujian itu sesungguhnya adalah pengorbanan..

Ia hadir ketika kamu mencintai sesuatu secara berlebihan. Karena cinta berlebih adalah kelemahan. Dan semakin menguat rasa cintamu, semakin melemah pula pertahanan..

Begitulah yang akan terjadi pada hartamu, pada rupamu, pada keluargamu dan semua yang mengikat dirimu di dunia ini..

Berhati-hatilah ketika engkau mencintai sesuatu, karena ujian hanya menghantam titik terlemahmu.. “

Nasihat itu selalu terngiang di telingaku, walau pemilik perkataan itu sudah lama berlalu.

“Gelombang ujian yang datang tidak akan melemah, justru semakin menguat. Ia akan terus menggerus kebanggaan sampai pada level penyerahan dirimu yang terkuat..

Lututmu akan tertekuk dan wajahmu menghantam bumi. Lalu luruhlah semua emosi. Engkau akan merasakan bahwa dirimu bukan siapa-siapa lagi. Hanya debu kecil yang tak berarti...”

Ah, papa. Aku rindu padamu..

“Cara Tuhan menundukkan manusia memang luar biasa. Dalam proses itu ada kengerian, kecemasan, rasa takut yang hebat dan ketidak-berdayaan.

Tetapi disana juga engkau akan merasakan kasih sayang, kelembutan, kesejukan dan kecintaan sejati yang bukan duniawi lagi...”

Ku seruput secangkir kopi malam ini..

“Proses itulah yang akan menjadikan dirimu seorang lelaki sekaligus manusia sejati. Pada fase engkau menguasai dirimu kembali, maka tampaklah ketenangan dan kestabilan jiwamu yang membuatmu jauh lebih matang...”

Ayahku tersenyum waktu itu. Guratan wajahnya menunjukkan ia pernah melalui prosesnya yang membuatnya mengerti.

Selamat malam, guru sejati. Lanjutkanlah kembali perjalananmu malam ini...