Rabu, 21 Februari 2018

UMAT BUIH DI LAUTAN

Umat
Buih dilautan

Saya tuh kasian lihat umatnya RS..

Mau aja digoblokin bosnya dengan janji pulang yang tidak pernah terbukti. Alasannya macam2, yang shalat istikharahlah, yang keamanan tidak terjaminlah..

Umat RS ini seperti buih di lautan. Bergerombol tanpa ada tujuan jelas. Seperti layang2 putus yang dibawa kemana angin berhembus. Seperti anak ayam kehilangan induk.

Mereka bahkan sudah tidak mampu berpikir dengan akal, bahwa orang yang sudah melanggar janjinya beberapa kali sudah tidak layak dipercaya lagi. Seorang pemimpin itu memegang lidahnya, menggenggam janjinya.

Kalau bilang pulang, ya pulang, apapun resikonya. Kalau takut, mending netek lagi aja..

Julukannya sih boleh, "Singa Allah". Kalau singa itu mengaum meski musuh didepan mata. Bukan menggonggong dari kejauhan tapi terkaing ketakutan sambil menyembunyikan ekornya.

Masak kalah oleh Ahok "si kafir" yang dengan gagahnya berada dipersidangan dan menerima hukuman - yang meski tidak adil baginya - dengan kepala tegak dan mata menyala ?

Ahok itulah singa sebenarnya. Tidak pake alasan rupa2 dan tidak berlindung di balik nama Tuhan sambil menistanya. Ia lelaki, bukan banci yang suaranya keras tapi gada nyali..

Memalukan nama Islam saja, membawa2 kesucian agama dengan kepengecutan luar biasa. Tidak sedikitpun tampak gagah. Semakin ditelanjangi saja bagaimana sifat sebenarnya.

Kalau saya - ini kalau saya lho ya - mending cari Imam baru lagi aja.. Yang gagah berani, yang menjadi tauladan, yang diam tapi berwibawa. Masak Imam kok mau pulang pake terkencing segala ?

Malu kali bah!