Rabu, 07 Maret 2018

DEBAT PANAS FADLI ZON & TONI PSI

#ILCMCA
Fadli Zon dan Raja Juli Antoni

Tadi malam banyak orang mention saya, apakah saya menonton ILC? Saya jawab tidak, karena sedang banyak pekerjaan yang sedang saya selesaikan..

Siang ini saya nonton di youtube, khusus debat panas antara Raja Juli Antoni Sekjen Partai Solidaritas Indonesia melawan Fadli Zon dari Gerindra..

Sekali lagi saya melihat kelemahan Karni Ilyas sebagai pembawa acara yang tidak mampu mengambil posisi adil, dengan membiarkan FZ terus memotong pembicaraan Toni sedangkan ia sudah diberikan kesempatan bicara sendiri tanpa ada yang menginterupsi.

Maaf, bung Karni.. Bukan saya tidak mampu menari, tapi saya lihat lantainya memang harus diperbaiki. Sekedar saran sebagai sesama ahli hisap yang tak lekang akan larangan..

Fadli Zon tampak panik ketika Toni membuka wawasan bahwa partai oposisi tidak mampu bermain cantik dengan menawarkan program2 untuk melawan program Jokowi. Toni membuka fakta bahwa partai oposisi lebih senang bermain di isu2 agama, isu PKI dan isu-isu remeh lainnya.

Kepanikan FZ terlihat dengan terus menerus memotong pembicaraan Toni sehingga ia tidak bisa menyelesaikan dengan lengkap apa yang ia sampaikan.

Dan seperti biasa Fadli, dia memainkan intimidasi dalam berkata-kata seperti "anda partai baru lebih baik tunjukkan dulu..". Ini khas Fadli dan khas politisi dimana saja. Serang kelemahan lawan supaya bisa mengaburkan objektifitas tema yang dibahas.

Saya jadi teringat kata-kata Imam Ali dalam kasus ini, "Mereka yang akalnya melemah, kebanggaan dirinya menguat". Yang mengartikan, jika tidak mampu melawan dengan akal, pakai otot supaya menang.

Dan terus menerus FZ menyerang Toni -yang dibiarkan oleh bung Karni- sehingga yang ada hanyalah debat kusir tanpa ada hal yang menarik untuk dipelajari. FZ hanya memainkan citra dimata pendukungnya bahwa ia menguasai panggung, tapi sebenarnya ia kabur dari konteks pembicaraan yang ada.

Dan terakhir - Fadli mencoba menggiring Toni supaya ia mengaku bahwa ia sudah memfitnah Fadli dalam tweetnya. Toni pintar berkelit dari serangan karena ia tahu bahwa rekaman ILC bisa dijadikan pembuktian di persidangan.

Ah, jadi ingat Jonru nasibnya yang tidak sadar bahwa ia sedang dijebak mengaku di depan orang banyak.. Jonru,Jonru, kamu kurang lihai nak...

Dari debat Fadli dan Toni, terlihat bahwa Toni mencoba menjelaskan dengan argumentatif, sedangkan Fadli destruktif. Tidak ada kesimpulan apapun karena ILC sendiri hanyalah ring tinju untuk menunjukkan siapa yang kuat bukan siapa yang benar. Penonton kembali ke rumah dengan pemahaman masing2.

Dan saya yakin, sesudah debat dengan Fadli di awal acara, Toni pasti bosan menunggu habisnya waktu di ruangan dingin. Saya dulu aja bulak balik merokok di ruangan sebelah dekat dengan bang Karni dan cerutu besarnya..

Eh jadi pengen merokok lagi. Rokok? Jangan.. Rokok? Jangan.. argggghhhh..

Seruput kopi dulu mendingan.