Selasa, 17 April 2018

CERITA SEBELUM NGOROK

Amien Rais
Karikatur Pak Tua

Saya punya teman.

Tiap hari dia mengeluhkan mertuanya yang selalu saja membuat sensasi dan bentrok dengan warga kampungnya. Ada saja yang dibuatnya.

Pernah mertuanya tiba-tiba memelihara anjing besar padahal rumah mereka ada di gang sempit. Ya gaduh tetangga karena gonggongan si anjing keras setiap kali orang lewat yang juga pasti ketakutan.

Temanku dan istrinya jelas malu, tapi gimana lagi mereka tinggal di Pondok Mertua Indah. Akhirnya mereka hanya bisa menggerutu dalam hati sambil senyum-senyum karena gak enak sama tetangga.

Telisik punya telisik, ternyata sang Mertua itu caper aja. Dia mantan pejabat di sebuah instansi pemerintahan. Sudah lama pensiun tapi masih selalu membangga2kan prestasinya dulu saat dia berkuasa..

Nah, melihat gaya pak Amien Rais, saya jadi teringat mertua teman itu..

Pak Amien Rais bulan April ini usianya sudah 74 tahun. Usia yang sebenarnya sudah masuk pada tahapan berserah diri dan seharusnya banyak meninggalkan nafsu duniawi. Tapi dia tidak bisa...

Kebanggaan Amien Rais adalah bahwa dia dulu dijuluki "Lokomotif Reformasi". Entah siapa yang memberi julukan itu, meski saya curiga beliau yang menjuluki dirinya sendiri begitu...

Prestasi tertingginya sebagai ketua MPR satu periode saja, meski sebenarnya ambisi tertingginya adalah menjadi Presiden. Tetapi ia tidak pernah sampai kesana, karena ditelikung Gus Dur yang akhirnya dijatuhkannya sendiri dengan membentuk poros tengah..

Dan memasuki usia sepuh ini, bisa jadi ia sedang cari perhatian dengan terus membuat sensasi supaya orang melihat kembali padanya. Ia terjebak pada masa lalunya dimana ia dulu dielu-elukan sebagai orang pintar, berkuasa dan calon pemimpin yang potensial. Apalagi ia Doktor ilmu politik dari Universitas di Amerika..

Apa yang kurang coba ? Yang kurang cuma keberuntungan saja..

Yang kasihan memang kolega dan kader di partainya yang harus terus menutupi kelemahannya. Seperti teman saya yang harus selalu membela mertuanya, kalau tidak bisa diusir dari kenyamanan...

Jadi, melihat tingkah laku pak Amien Rais, kita cukup senyam-senyum saja. Kita ini seperti tetangga si mertua yang gondok tapi gimana lagi, dia orang tua. Entar kualat kalo terus menerus mencacinya..

Akhirnya temanku punya ide jahat. Dia "meracun" si anjing besar tadi sampe mencret-mencret di dalam rumah. Rumah jadi bau dan si mertua marah-marah. Terpaksa si anjing diungsikan entah kemana..

Jadi kayaknya, itu solusinya. Diracun.. eh, maksudnya, internal partainya mengingatkan, "Pak tua, sudahlah.. diluar banyak angiiiiinnn.."

Saya gak kebayang, beliau setua itu harus masuk penjara karena didakwa menyebarkan kebencian..

Mau seruput tapi kopinya gak ada.. Ya udah, tidur aja..