Senin, 23 April 2018

IWAK PEYEK NASI JAGUNG

Presiden Joko Widodo
Jokowi

Pada masa puncak-puncaknya grup Peter Pan, Ahmad Dhani ragu untuk mengeluarkan album Dewa terbaru..

"Gak bisa dilawan, sekarang masanya Peter Pan.." Katanya. Dan melajulah Peter Pan dengan lagu-lagu hitsnya yang memang membuat banyak musisi terpaksa mengundurkan jadwal launching album terbaru mereka karena sulit melawan kedigdayaan Peter Pan saat itu..

Hal yang sama terjadi pada masa pemeritahan Jokowi..

Survey terbaru litbang Kompas menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi meningkat mencapai puncaknya, yaitu 72 persen lebih. Padahal setahun lalu tingkat kepuasan baru diangka 63 persen.

Meningkatnya kepuasan masyarakat pada pemerintah, seiring dengan meningkatnya elektabilitas Jokowi yang berada pada posisi hampir 56 persen. Sedangkan Prabowo dan kandidat lainnya elektabilitas mereka terus turun.

Kenapa masyarakat puas terhadap pemerintahan Jokowi?

Mudah jawabannya. Karena mereka merasakan langsung dampak pembangunan di era pemerintahan Jokowi. Dan ini bukan pembangunan artifisial, atau pembangunan yang hanya mengandalkan seremoni gunting pita tapi pada akhirnya mangkrak puluhan tahun lamanya..

Masyarakat langsung merasakan mulusnya jalan tol, megahnya bandara, beroperasinya pelabuhan dalam kerangka tol laut dan pembangunan bendungan-bendungan besar di banyak daerah.

Dan ini memunculkan harapan baru, bahwa pemerintahan kali ini bukan lagi pemerintahan lipstik, hanya bisa bicara tapi gak bisa bekerja. Jokowi benar-benar bekerja..

Jokowi menaikkan standar pemimpin pada posisi yang sangat tinggi, bahwa pemimpin itu yang dilihat adalah karyanya bukan wajahnya saja. Jokowi juga memainkan konsep membumi, bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat tanpa protokoler berlebihan.

Tidak ada jarak antara pemimpin dan yang dipimpin, ini membangun tingkat emosi di masyarakat bahwa mereka memiliki Jokowi..

Jadi wajar saja jika tingkat kepuasan terhadap Jokowi semakin tinggi, karena ia berhasil memenangkan emosi masyarakat. Dan ini sulit dibendung meski ia difitnah sebagai antek China, anak PKI, dan anti ulama.

Semakin lama masyarakat sadar - kecuali kampret yang durhaka - bahwa semua itu hanyalah fitnah belaka dan mereka tidak ingin menjadi bagian dari fitnah..

Sedangkan lawan politik Jokowi, lagunya tetap itu-itu saja. Selalu berhubungan dengan isu murahan sampe kaos murahan. Tidak kreatif dan membosankan. Mereka panik karena tidak punya prestasi dan rekam jejak yang bisa diandalkan..

Ibarat musik Indonesia, Jokowi adalah Peter Pan yang mengedepankan kualitas bermusik dengan syair-syair yang menerobos jaman. Sedangkan lawan politik Jokowi adalah grup penyanyi wanita yang hanya bermodalkan tubuh seksi, goyang hot tapi suara pas-pasan..

Tidak mudah mengalahkan Jokowi di pilpres kali ini. Ini memang eranya. Era kepemimpinan yang bekerja dan menjadi bagian dari rakyat. Bukan lagi pemimpin yang sibuk di belakang meja, maen twitter dan jualan proyek triliunan..

Seperti syair lagu dangdut..

"Iwak peyek, iwak peyekk..
Iwak peyek, Nasi Jagung..
Sampe Tuek, sampe tuek..
Sampe tuek, pengen manggung.."

Meeeelodiiiii....