Kamis, 26 April 2018

Jangan Bilang Siapa-siapa, Ini Rahasia

Istana Bogor
Alumni 212 dan Jokowi


Jadi ceritanya begini..

Karena mantan Wakil diperkarakan dan kasus Bank besar mau buka-bukaan, maka meradanglah sang mantan. "Wah, ini ujungnya gua yang akan diserang.."

Akhirnya mantan pun keliling kemana-mana memperkuat barisan. Sambil keliling ia berkata, "Kayaknya rakyat menghendaki saya kembali menjadi Pemimpin.." Maksudnya nambah lagi, belum kenyang.

Mantan memang ahli strategi yang jempolan. Perkataan itu hanyalah pengalihan.

Tahu bahwa re-match antara si X dan si Y nanti akan berakhir dengan kekalahan, maka diaturlah koalisi baru untuk berperang. Dan calonnya adalah "seseorang yang tidak boleh disebut namanya" tapi siap dengan uang trilyunan karena berteman dengan salah satu dari 9 musang.

Dan siapa yang akan mereka pakai sebagai pasukan garis depan ? Tentu kelompok angka togel yang berjalan..

Ini berbahaya, karena akan terjadi lagi konsentrasi massa yang bisa berakibat keributan. Pokoknya negeri dibuat tidak aman, supaya ada alasan bahwa seharusnya dari kalangan militer yang memimpin kedepan.

Tahu bahwa ada masalah yang jauh lebih besar dari sekedar pemilihan, maka harus dilakukan pecah barisan. Dipanggillah satu kelompok angka togel yang berharap mendapat simpati dari masyarakat karena sudah berhasil memasuki sarang.

Tanpa angka togel sadari, mereka masuk perangkap. Pertemuan itu dipublikasikan. Dan kelompok angka togel lainpun meradang. "Kami kok tidak dapat bagian ??" Jumpa pers-lah mereka, "Kami juga akan mendapat panggilan.."

Seperti lagu kecil Joshua Suherman, "Diobok-obok airnya diobok-obok.. Banyak ikannya kecil-kecil pada mabok.." begitulah yang terjadi. Saling memaki terjadi didalam barisan sendiri. Angka togel saling mengklaim bahwa angka merekalah yang paling diakui..

Strategi pecah barisan ini memang membingungkan. Angka togel saling curiga mana kawan dan mana lawan. Akhirnya mereka mengambil jalan sendiri-sendiri.

Mantan kebingungan. Strategi mengumpulkan kekuatan harus dipikir ulang. Papan catur ditata kembali dari awal. "Tidak bisa begini, harus atur kembali strategi.."

Politik itu memang seperti memainkan bidak-bidak catur. Apa yang tampak lemah, bisa jadi adalah kekuatan. Supaya lawan merasa jumawa, tapi sesungguhnya ia terancam. Tanpa disadari ia akan terus memakan umpan..

Jadi minum kopi sambil menyaksikan "the art of war" memang mengasikkan. Sambil seruput, kita bisa melihat mana yang pertahanannya lemah dan mana langkah yang sulit dihadang..

Dan.. ssssttt.. ini rahasia, jangan bilang-bilang. Nanti ketahuan.. Kan gak seru jadinya permainan..

Sudah malam, saya tidur dulu ya. Mau mimpi mengejar 72 bidadari yang sedang dipantai jemuran.

Tapi seruput dulu ah.. sebelum terbang ke awan..