Senin, 30 April 2018

KAMPRET & CEBONG FREE DAY

Car Free Day
Car Free Day

Peristiwa intimidasi saat acara Car Free Day di bundaran HI minggu pagi, sebenarnya bukan hal yang mengherankan..

Peristiwa seperti itu pasti akan terjadi tinggal masalah waktu dan tempat saja. Pekikan takbir dan agenda politik melantun seakan-akan mereka sedang jihad, padahal sedang berusaha memenangkan salah satu paslon yang sampai sekarang belum kelihatan..

Banyak dari kita memang masih belum dewasa dalam berpolitik. Banyak yang masih memandang bahwa "kalau berbeda, dia musuh kita..". Dan ini jika dibiarkan akan mencapai puncaknya, ketika emosi tidak tertahankan dan benturan fisik akan terjadi.

Banyak negara yang sudah mengalami itu. Terbanyak di timur tengah dan afrika, dimana politik bisa menjadi pondasi kehancuran..

Tapi sebenarnya insiden CFD tadi malah memunculkan ide baru..

Sesuatu yang terlalu dicegah, dipisah-pisahkan, malah akan memunculkan kotak-kotak bersekat yang menjadi masalah baru dikemudian hari.

Saya punya usul..

Melihat energi berlebih antara kedua pendukung yang sama-sama militan, bagaimana jika disalurkan dalam bentuk perlombaan ? Seperti acara 17 Agustusan, tinggal dikemas saja dalam bentuk balap karung, galah asin ataupun permainan masa kecil yang sudah banyak terlupa.

Kedua pendukung gak perlu terlalu dijaga supaya terpisah, leburkan saja. Biar mereka bisa saling mengeluarkan keringat ketika berlomba dalam bentuk kelompok-kelompok sehingga tidak ada lagi energi kebencian yang masih tersisa. Olahraga selalu ada nilai sportifitasnya. Ya, mainkan saja sekalian..

Dan ini perlu difasilitasi oleh pemda dan aparat. Dihadiri oleh masing2 petinggi partai dan pejabat. Sehingga ketika saatnya masa pemilihan, perlombaan siapa yang menang akan seru dan meski saling membully tetap ada, anggap saja itu bagian dari keseruan..

Jika ini berhasil, maka Indonesia akan bisa menjadi contoh dunia bagaimana berdemokrasi dengan baik. Berbeda harus, membully silahkan, tapi tetap masih dalam koridor kebangsaan. Dan bisa jadi acara CFD mendekati masa pemilihan dijadikan atraksi yang mengundang turis sehingga negara mendapat pemasukan berupa devisa..

Ketika ini diadakan, maka semakin lama aura kebencian akan hilang karena sudah tersalurkan dalam perlombaan. Dan setiap minggu, kedua kelompok sibuk berpikir keras bagaimana bisa memenangkan perlombaan di minggu berikutnya.

Libatkan media televisi sebagai penyelenggara acara. Kan rame jadinya. Namanya ganti, bukan lagi CFD tapi KCFD, Kampret & Cebong Free Day. Nama Kampret dan Cebong memang perlu dilestarikan..

Pada intinya, semoga kita bisa menjadi dewasa dalam setiap tahapan. Negeri ini terlalu indah untuk dirusak hanya karena "saya dan anda tidak sama". Toh alam sudah mencontohkan bahwa air, pohon, batu, udara adalah elemen2 berbeda yang menjadi satu menghadirkan kenikmatan.

Jangan ada balas dendam, apalagi pengerahan massa untuk menunjukkan kekuatan. Tidak akan pernah habis, malah mengundang kekuatan asing untuk semakin memecah kita.

Seperti secangkir kopi. Ada yang hitam pahit, manis, tambah susu, cappucino, expresso ataupun keluar dr pantat musang, toh namanya tetap secangkir kopi.

Bukan namanya yang penting, kenikmatannya di lidah itu yang harus diutamakan.. Seruput eaaaa..