Minggu, 08 April 2018

NEGERI SI TUKANG KAYU

Politik
Jokowi dan Gatot Nurmantyo

Entah kenapa sebagian masyarakat masih memandang bahwa militerlah yang cocok memimpin Indonesia..

Mungkin karena kita pernah dipimpin 32 tahun oleh militer ditambah 10 tahun oleh seseorang yang punya background militer, sehingga masih ada yang beranggapan bahwa hanya militer yang punya kapasitas memimpin negeri ini.

Militer memang gagah, terutama Angkatan Darat. Dengan seragam hijau loreng ditambah wajah yang dicoret menyeramkan jika ia seorang anggota Kopassus, timbullah persepsi bahwa Indonesia akan aman jika berada ditangan mereka.

Keamanan. Rasa aman. Itulah yang memang dibangun supaya militer kembali bisa berkuasa penuh di negeri ini. Itulah kenapa bangunan persepsi bahwa PKI akan bangkit kembali, Indonesia dalam kondisi bahaya, selalu muncul untuk menimbulkan ketakutan dan pada akhirnya hanya bersama militerlah kita aman...

Jadi entah siapa lawan Jokowi di pilpres nanti, baik itu Prabowo maupun Gatot Nurmantyo, akan sama2 bermain di isu itu. Dan keluarlah gambar-gambar kegagahan mereka di masa lalu..

Pertanyaannya, benarkah Indonesia butuh pemimpin berlatar belakang militer saat ini ?

Indonesia sejujurnya tidak atau belum perlu pemimpin yang bergaya militer, karena belum ada ancaman apapun yang bisa meruntuhkan negeri ini..

Permasalahan Indonesia sejak puluhan tahun lalu, sampai sekarang ini, adalah ekonomi. Ekonomi Indonesia sampai saat ini berada pada lampu merah. Hutang begitu besar sejak zaman dulu, pembangunan infrastruktur yang tidak merata mengakibatkan distribusi dan transportasi terhambat, membuat negeri ini terpuruk tidak majupun tidak.

Gak usahlah bandingkan dengan Singapura, sama Malaysiapun kita kalah. Padahal kalau dibandingkan besarnya wilayah dan jumlah penduduknya, kita jauh lebih digdaya.

Indonesia lebih butuh seorang pengusaha, seorang praktisi ekonomi yang bisa memperbaiki masalah, bukan pengamat yang sibuk dengan angka2 tanpa kerja nyata. Di tangan seorang berjiwa pengusaha, Indonesia akan menjadi perusahaan raksasa yang disegani oleh tetangga..

Milter tentu tidak mampu berfikir bagaimana bisa membayar cash minus di negeri ini yang mencapai 200 triliun per tahun ? Bagaimana bisa meningkatkan pendapatan ekonomi supaya bisa membayar hutang2 ? Militer terlatih di sektor keamanan bukan bagaimana membangun perusahaan..

Hadirnya Jokowi bisa dibilang sesuai dengan konsep "the right man in the right place at the right time". Negeri ini menuju keterpurukan luar biasa awalnya karena ketidakmampuan mengelola dengan benar dan pemborosan dimana2.

Apa yang sudah dikerjakan Jokowi dengan membangun sumber ekonomi baru di didaerah-daerah, benar konsep seorang pengusaha, seorang praktisi ekonomi, yang berpatokan pada pemanfaatan potensi negeri.

Negeri ini butuh tangan dingin pengusaha, militer sementara ini menjaga keamanan negeri saja.

Betul begitu, birgaldo si dragon?
"Loh kok, si dragon?"
"Ya biar kerenlah marga lu di englishin, Birgaldo Sinaga.. seruput kopinya dulu.."