Kamis, 14 Juni 2018

MANUSIA YANG BERKUBANG

Mudik
Lebaran

Kenapa lebaran disebut Hari Kemenangan?

Sejatinya bulan Ramadhan bukanlah bulan kewajiban, itu bulan fasilitas. Dibuat menjadi kewajiban, supaya manusia menjadikannya sesuatu yang penting untuk dikerjakan..

Untuk siapa ? Untuk Tuhan ?
Jelas bukan. Itu bulan rahmat untuk manusia..

Anggap sajalah perjalanan kita selama di dunia ini dihitung dalam setiap waktu setahun berjalan. Dalam perjalanan, kita sibuk membungkus diri kita dengan kenikmatan duniawi. Kenikmatan menurut ukuran manusia, bukan ukuran Tuhan.

Sama seperti seekor babi yang menganggap berkubang dalam lumpur adalah kenikmatan luar biasa, kita mempunyai ukuran kenikmatan sendiri. Ukuran kenikmatan yang kita ciptakan dari sudut pandang yang salah..

Tanpa kita sadari, dunia yang kita anggap kenikmatan hakiki, sejatinya adalah lumpur tempat kita berkubang. Dan kita jelas kotor, meski sudut pandang kita sebagai manusia menganggapnya bersih dan suci.

Lalu Tuhan menyediakan sebuah terminal - selama sebulan - sebagai sebuah tempat pembersihan diri. Manusia bisa mencuci dirinya disana supaya lumpur yang berkarat yang menempel di dirinya, luntur dan menghilang.

Tentu saja syarat untuk "membersihkan diri" adalah membersihkan perut dan pikiran dengan berpuasa, supaya prosesnya bisa lebih sempurna. Karena berpuasa sesungguhnya adalah cara untuk menekan hawa nafsu yang selama ini kita pelihara..

Inilah perwujudan dari Kasih Sayang Tuhan. Tanpa adanya bulan Ramadhan, bayangkan, satu waktu kita akan menghadapNya dalam kondisi penuh kotoran. Tentu tidak layak ketika kita menemui Sang Pencipta yang Maha Suci dalam kondisi kotor dan berantakan, bukan ? Karena sesuatu yang suci hanya akan bertemu dengan kesucian..

Lalu, apa yang disebut hari kemenangan ?

Hari kemenangan tentu adalah hari dimana kita menjadi bersih kembali, sesudah proses pencucian diri yang kita lakukan dalam waktu sebulan.

Itulah kenapa banyak orang yang mengatakan, "Kembali kosong ya..". Maksudnya tentu sudah tidak ada lagi lumpur atau dosa yang menempel dibadannya..

Tapi benarkah sejatinya kita sebersih yang kita perkirakan ?

Tentu tidak, karena kita adalah manusia ceroboh dan sombong yang sulit membersihkan diri kita sebersih-bersihnya. Kita hanya menggosok beberapa bagian tubuh saja, tapi tidak semua. Kita yang masih kotor ini, hanya menganggap diri kita bersih. Dan kita akan memasuki bulan-bulan dimana kita mengotori diri kita kembali..

Karena itu, meski hari ini adalah hari kemenangan, saya tidak pernah menganggap diri saya memenangkan sesuatu. Karena saya jauh dari kriteria itu.

Meski begitu, tidak ada salahnya saya memohon maaf atas apa yang pernah saya perbuat yang menyakiti hati banyak orang. Saya tidak terlepas dari ketidak-sempurnaan, seperti anda dan kita semua..

Selamat Iedul Fitri, semoga satu waktu kita berhasil menjadi manusia kembali..

Besok saya sudah bisa seruput kopi lagi..