Rabu, 18 Juli 2018

ROCKY GERUNG, PROFESOR LINGLUNG

ILC
Rocky Gerung

Gegara banyak yang membicarakan acara ILC tadi malam, saya pun membuka youtubenya.

Temanya keren tentang divestasi Freeport. "Ini pasti penjelasan teknis dengan bahasa-bahasa perjanjian yang bikin mumet kepala.." begitu pikir saya. Menarik, saya ingin mempelajarinya..

Tapi, wait, ngapain ada Rocky Gerung sebagai pembicara? Tahu apa dia tentang perjanjian divestasi? Apakah dia seorang ekonom atau praktisi? Atau paham tentang skema finance dan akuisisi?

Ternyata dia masih orang yang sama. Yang dulu pernah jadi pembicara di acara yang sama, sebagai narasumber dengan tema kriminal, politik, bahkan -mungkin- hubungan pasutri.

Saya dulu pernah bertanya pada seorang teman, "bisnis apa sekarang?" Dia menjawab dengan sungkan, "Palugada. Apa lu mau gua ada.." Yang berarti, teman saya siap mengerjakan apapun permintaan asal ada kerjaan baginya.

Rocky Gerung jadi mirip dengan teman saya itu, dalam model sebagai pembicara. Apapun temanya, dia bisa. Mau bicara tentang rumitnya pembelahan atom, dia paham. Atau tentang kompleksnya alam semesta, dia siap sedia.

Bahkan mungkin jika Dr Boyke mengundangnya untuk bicara tentang, "Bagaimana membuat wanita klimaks dengan hebat.." dia jagonya.

Semua dia bisa. Dia pintar segala hal. Bahasanya bahasa langit, yang mungkin hanya penduduk Wakanda yang paham. Dan untuk yang tidak mengerti, dia kasih stigma "Dungu". Makanya pengikutnya mengangguk-angguk saja, supaya tidak dicela, tapi sesungguhnya mereka tidak paham setititpun apa maksudnya..

Gelarnya dia Profesor, meski datangnya entah darimana. Dan ia menikmati gelar itu sebagai pengakuan terhadap kepintarannya yang membuat kagum dewa-dewa, dan dibawanya kemana-mana.

Ketika UI membantah bahwa lembaganya mengeluarkan gelar itu untuknya, UI pun dikecilkannya. Ia jauh lebih besar dari lembaga yang sudah menelurkan banyak orang pintar.

Tapi itulah Rocky Gerung. Ia menerima apa saja tema yang ditawarkan bang Karni Ilyas padanya. Karena ILC baginya adalah panggung dirinya. Sumber penghidupannya. Dari sanalah ia dikenal. Dan dari sanalah ia dapat panggilan di banyak tempat sebagai pembicara.

Ia harus tetap eksis di acara yang membesarkannya, supaya orang tetap mengingatnya dan jika bisa mengundangnya untuk sepatah dua patah kata, dimana para penonton akan terus mengangguk-angguk meski gak tahu kemana arah maksud dan tujuannya.

Dan benar saja, di acara itu "sang Profesor" bicara ngalor ngidul dengan bahasa asing yang hanya dia dan Tuhan yang tahu maksudnya. Bahkan ia merendahkan pembicara dari Inalum yang diutus perusahaannya untuk berbicara.

"Saya mau bertanya, tapi saya tidak mau dijawab.." begitu tegasnya. Apa maksudnya coba? Saya tanya pada semut merah yang berbaris di dinding dan menatapku curiga, mereka juga geleng-geleng kepala.

Dan pada akhir acara, entah kenapa saya ketawa. Keras dan lepas.

Seorang Profesor beneran muncul, Rhenald Kasali namanya. Ia tanpa tedeng aling-aling bicara tentang "kompetensi". Suatu teguran sekaligus tamparan, supaya orang bicara sesuai kapasitas ilmunya.

Rocky Gerung terhenyak, mencibir, sambil merasakan tonjokan di hatinya. Ia sudah terlalu jauh mengambil peran, hanya karena kebutuhan, ia bersedia berbicara diluar kemampuan.

Dan ILC pun senang. Mereka tidak perduli jika Rocky Gerung gamang dan canggung sekalian. Kamera menyorot wajah kaku mendadak dengan posisi closeup. Buat ILC, "Wah ini pasti jadi pembicaraan. Rating naik lagi dan iklan pasti datang berebutan.."

Rocky Gerung adalah korban dari ganasnya panggung drama. Ia merasa menunggangi, tapi ternyata ia termanfaatkan. ILC panggung yang membesarkannya, dan juga menghancurkannya dalam semalam..

Seharusnya Rocky Gerung menganut filosofi kopi. Biarkan orang berbicara tentang dirinya, tentang kenikmatannya, tentang sensasinya, dimana saja.

Kopi tidak pernah merendahkan secangkir teh, hanya karena ia merasa paling diterima. Ia ada karena ia dibutuhkan, bukan karena ia memaksakan.

Coba seruput kopinya dulu, bang Rocky.. sekedar untuk menyadarkan. Dari si Dungu yang tidak merasa kepinteran..