Minggu, 19 Agustus 2018

ASIAN GAMES, PEMBUKAAN YANG MENGAGUMKAN

Jokowi
Asian Games

Spektakular !

Itulah yang bisa saya serukan sesudah lebih dari 2 jam menonton pembukaan Asian Games 2018. Saya tidak menyangka, kreasi anak bangsa bisa begitu mengagumkan.

Seperti bukan menonton di Indonesia, tapi di negara maju yang biasa menggelar even Internasional seperti piala dunia.

Saya harus angkat secangkir kopi pada Wishnutama, Creative Director acara, yang mampu menyuguhkan pertunjukan dengan indah. Memukau dan memanjakan mata. Menumbuhkan kekaguman dan kebanggaan.

Bahkan nada heran, "Benar ini karya orang Indonesia ??"

Seorang teman dengan sinis berkata, "Ah, Asian Games hanya bagian dari pencitraan Jokowi aja.." Saya tergelak. Memang pencitraan. Siapa sih tokoh yang tidak bermain pencitraan, apalagi sekelas Presiden ?

Tetapi Jokowi bermain pencitraan dengan sangat elegan. Ia menaikkan standar pencitraan sekelas Internasional. Bukan pencitraan kampungan yang mengandalkan haru biru khas sinetron kejar tayang. Ini seperti nonton film Hollywood kelas mahal.

Jokowi juga terlihat berusaha keras merebut pemilih milenial. Usaha yang cerdas dengan membuat film pendek dimana dia bergaya seperti Tom Cruise dalam film Mission Impossible, terbang dengan sepeda motornya bak sedang beraksi kebut-kebutan di jalanan.

Dan saya rasa dia berhasil. Apa yang disuguhkan dari awal sampai akhir, membuat semua mata terpana dan menggelengkan kepala.

Acara pembukaan Asian Games 2018, jelas tidak akan hilang dalam pembicaraan dalam waktu sehari dua hari saja, tapi menjadi kenangan manis seperti gemerlap kembang api yang menari cantik di stadion GBK.

Jokowi kukuh menancapkan dirinya sebagai "Pemimpin Generasi Milenial". Semua unsur teknologi dan masa depan dia hadirkan disana. Pupus sudah kesan "tua dan ketinggalan zaman" yang sempat terhadirkan dengan terpilihnya KH Maaruf Amin sebagai pendampingnya.

Dan yang menarik lagi, dari awal sampai akhir, pesan yang ingin disampaikan dalam pembukaan Asian Games 2018 ini jelas. Yaitu, Persatuan.

Ajang Internasional ini dimanfaatkan Jokowi sebagai pesan persatuan, rantai yang sedang hilang dalam perjalanan demokrasi Indonesia, sesudah kita terbelah akibat permainan politik SARA. Itulah tema utamanya. Terlihat mulai dari koregrafi tarian sampai lagu yang dinyanyikan..

Selamat, mister Presiden. Selamat, kang Wishnutama. Selamat ribuan pendukung acara. Dan selamat kepada seluruh rakyat Indonesia..

Sesudah sibuk menepis keinginan sebagian kelompok yang ingin menarik mundur Indonesia mundur jauh kebelakang dengan memainkan isu agama, pertunjukan pembukaan tadi membuka mata bahwa ada usaha yang dilakukan supaya kita tetap memandang ke depan..

Angkat secangkir kopi untuk "Negeri Masa Depan".

Merdeka !