Rabu, 08 Agustus 2018

BALADA SI SOMAD

Politik
Balda si Somad

Pernah nonton acara "Termehek-mehek"?

Itu drama yang dikemas dengan konsep reality show. Kejadian seolah-olah nyata tapi sebenarnya semua settingan belaka, mulai kejadian sampai artisnya segala.

Nah kalau pernah nonton, berarti kalian sekarang sedang menonton acara Termehek-mehek versi Politiknya. Judulnya, "Balada si Somad".

Somad si ustad hiburan ini, memang penggemarnya banyak meski gak sampe ratusan juta seperti kata si ibuk yang mengeluarkan airmata di acara ILC tadi malam. Terutama penggemarnya ada di kalangan emak-emak.

Singkat cerita, diangkatlah nama Somad ke permukaan sebagai calon Wakil Presiden alternatif Prabowo.

Proses kemunculannya juga dramatis, ia digambarkan mirip dengan Panglima Besar Sudirman, meski saya gak tahu, dimana yaaaa miripnya. Pokoknya harus ada kata "Besar"nya untuk mendampingi si Imam yang "Besar" juga.

Mereka emang suka gitu, kalau gak pake kata "Besar" pasti kata "Juta" untuk menggambarkan kedahsyatan versi mereka.

Nah "dipanggil-panggillah" si Somad dengan bahasa lebay, "NKRI memanggil Abdul Somad.." Seakan-akan negara membutuhkan seorang Somad untuk menyelesaikan semua masalah di Indonesia.

Kalau bisa, rombongan Malaikat pun turun untuk menyambut kedatangannya. Harus dramatis dong, namanya sinetroooon.

Somad gak mau ketinggalan. Dia kemudian berkata, "Izinkan saya memohon petunjuk Tuhan dulu..". Dan ia pun seperti menghilang sejenak dari keramaian untuk bertapa mencari kesucian diri. Lalu ia keluar dari pertapaan dan berkata lirih, "Saya tidak bisa..".

Maka menangislah seluruh umat (umat kampret tepatnya), dengan ketidakbersediaan Somad memanggul "amanah" yang berat.

Kemudian muncullah sebuah pembenaran, "Dia memang rendah hati, sudah tidak tertarik lagi pada dunia.."

Udah mulai geli, kan? Jangan ngakak dulu...

Diperbuaslah drama itu dengan acara ILC. Ada seorang ibuk berurai airmata, meminta Somad untuk bersedia menjawab panggilan hati mereka. Harus ada airmatanya, kalau gak bukan sinetron namanya...

"Memangnya kenapa harus disetting begitu sih, bang?'.

Ya, untuk ngangkat nama Prabowo. Disaat masa statis ini, dimana dia belum deklarasi Capres, harus ada drama dulu supaya namanya tetap eksis di pemberitaan. Selain itu, supaya fans Somad, para ibuk-ibuk dan bapak-bapak berkumis yang lebay, nanti akan teringat dan memilihnya.

Dunia politik juga adalah dunia entertain. Artis banyak yang mau jadi anggota DPR, jadi wajar kalau ustad juga bermain sinetron.

Apakah Somad punya kemungkinan besar jadi Cawapres Prabowo?

Pilpres itu butuh logistik besar, brad. Prabowo sudah tidak punya, masak Somad disuruh bayarin dananya? Makin kurus dia entar.

Dan itu lumrah, selumrah acara Termehek-mehek yang masih tetap tayang karena tinggi ratingnya. Ada penonton, tentu ada tontonan.

Jadi, gak usah terlalu serius, apalagi ikut termehek. Mending ngopi aja melihat sinetron oposisi yang makin lama makin baper dan lebay ini.

Seruput dulu ah.