Selasa, 21 Agustus 2018

BENCANA NASIONAL GEMPA LOMBOK, PERLUKAH ?

PKS
Hidayat Nur Wahid

"Bagaimana menetapkan status Bencana Nasional?"

Coba lihat peristiwa tsunami di Aceh tahun 2004. Pada peristiwa mengerikan itu, seluruh organ pemerintah daerah lumpuh total. Hampir tidak ada yang tersisa.

Karena lumpuhnya pemda Aceh, maka pusat menetapkan status "bencana nasional". Dengan begitu pemerintah pusat mengambil alih penuh penanganan bencana, baik secara bantuan, pendanaan, maupun pemulihan kembali.

Jadi penetapan status bencana nasional, bukan hanya dilihat dari jumlah korban dan total kerusakan akibat bencana saja. Tetapi juga melihat secara keseluruhan, apakah Pemda setempat masih mampu atau tidak dalam penanganan bencana ? Tentu pemerintah pusat juga akan membantu sepenuhnya..

Ini menjelaskan, kenapa bencana di Lombok tidak dalam status bencana nasional. Karena pemerintah daerah bersama pemerintah pusat, masih mampu untuk menangani situasi.

Bahkan menurut Sri Mulyani, pemerintah pusat menyiapkan dana 4 triliun rupiah khusus untuk penanganan gempa Lombok..

Jika kita masih bisa menangani, untuk apa menetapkan bencana nasional pada suatu daerah, yang akan membuka akses bantuan asing kesana ? Kita masih belum perlu bantuan asing, karena masih bisa ditangani sendiri..

"Lalu, apa yang terjadi jika Pemerintah pusat menetapkan gempa Lombok sebagai bencana nasional ?"

Yang pasti, travel warning dari negara-negara akan keluar. Dan travel warning ini akan berpengaruh besar pada daerah sekitar yang tidak terkena bencana.

Kegiatan ekonomi Lombok - dan juga berdampak pada Bali - yang tergantung pada pariwisata akan terhenti. Wisatawan tidak ada. Bencana yang tadinya terlokalisir di daerah bencana, meluas dalam bentuk bencana lain yaitu bencana ekonomi.

Dan jika begitu, jelas kerugian akan lebih besar bagi pemerintah Indonesia, karena bencana jadi tidak lagi terkonsentrasi di Lombok. Pemerintah akan jadi lebih sibuk karena selain menangani bencana alam, juga menangani dampak ekonomi di daerah sekitar..

Jadi gak mudah menetapkan status "Bencana nasional" semudah nyocot di medsos seakan-akan simpati padahal niatnya cuman ingin menyalahkan Jokowi karena dianggap tidak perduli..

Ibarat yang luka di jari, tapi yang dipotong seluruh kaki. Lihat darah mengucur karena ibu jari terantuk batu kali, langsung teriak, "amputasi !!"

Saya kembali berdoa malam ini, "Ya Tuhan, bisakah para kampret dikasih kepintaran, sedikitttttt saja ?"

Kudengar jawaban, "Denny boy, cuci kaki dan bobok sana. Mbok kalau minta itu yang pasti-pasti.. Minta bagaimana Raisa bisa jatuh cinta padamu, itu jauh lebih mudah bagiku.."

Secangkir kopi tertawa terbahak-bahak melihat keluguanku..