Sabtu, 18 Agustus 2018

ERDOGAN, SI SULTAN GAMANG

Erdogan
Erdogan

"Kalau mereka punya dollar, kita punya Allah!". Begitu seruan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, kepada rakyatnya. Seruan Erdogan ini dimaksudkan untuk membangkitkan perlawanan kepada Amerika yang menyebabkan rontoknya mata uang lira Turki terhadap dollar.

Erdogan panik memang, karena Lira Turki mencapai titik terendahnya. Karena itu ia mulai menyeret nama Tuhan supaya ia tidak disalahkan atas anjloknya ekonomi mereka.

Sebelumnya, Erdogan mengajak boikot Iphone, padahal ia adalah pengguna setia produk Apple. Erdogan juga mengajak rakyat Turki membakar uang dollar yang mereka punya.

Apa yang dilakukan Erdogan ini mirip-mirip dengan model mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dari PKS, yang juga suka menjual nama Tuhan demi menutupi ketidakberhasilannya dalam memimpin.

Kenapa mirip ?

Karena mereka dibesarkan oleh kelompok yang sama, yaitu Ikhwanul Muslimin. Partai Erdogan, AKP, memang dekat sekali dengan gerakan Ikhwanul Muslimin. Bahkan bisa dibilang AKP sudah dikuasai orang2 IM.

Partai AKP kalau di Indonesia, ya mirip PKS itu. Makanya para Turkiyem - pendukung Turki di Indonesia - sangat mengagumi Erdogan. Itu karena program cuci otak Ikhwanul Muslimin melalui PKS, yang menggambarkan Erdogan sebagai "khalifah" muslimin.

Eh, belum sih sebenarnya, karena Erdogan masih diposisikan sebagai Sultan, setingkat dibawah khalifah 😂😂

Jadi kalau kita pengen lihat bagaimana negara kita nanti dipimpin PKS, ataupun dipimpin Presiden yang diusung PKS, yah kita bisa lihat Turki itu. Selalu membawa-bawa nama Tuhan dan agama setiap kali ada masalah.

Bukan karena mereka percaya bahwa Tuhan itu Maha Kuasa atas segalanya, tapi supaya bisa bersembunyi dan tidak disalahkan atas kegagalannya. Mereka tahu, banyak orang kalau dihadapkan nama "Tuhan" langsung gagap karena Tuhan tidak mungkin disalahkan.

Meski membawa nama Tuhan sebagai tamengnya, sesungguhnya Turki sudah menemukan Tuhan baru sebagai penyelamatnya. Yaitu, China.

Ya, hanya China yang mau datang menolong Turki. Bukan menolong sih sebenarnya, tapi menguasai ekonomi Turki dengan membeli harga murah banyak aset-aset Turki supaya mereka bisa sekedar bertahan hidup saja.

Dengan uangnya, China mendapat pembelaan habis2an dari PKS, eh partai AKP, yang sekarang memerintah. "Turki akan hancurkan kekuatan anti China di negara ini.." begitu seruan Menlu Turki sambil berjabat tangan dengan Menlu China.

Padahal sebelumnya, pendukung Erdogan di Turki - juga di Indonesia - sering memaki2 China sebagai negara komunis, yang bagi mereka komunis itu adalah atheis, atau tidak berTuhan. Sekarang, eh China malah jadi Tuhan

Nah, kalau tidak ingin negeri kita dapat pemimpin semunafik Erdogan, mulai sekarang mari kita serukan, "Guremkan PKS dan koalisinya!".

Kalau mereka berkuasa, nanti saat kita bahkan tidak mampu membeli secangkir kopi karena ekonomi anjlok, kita cuma dikasi seruan, "Mereka punya kopi, kita punya Allah. Boikot kopi!!".

Seruput dulu sebelum diboikot ahhhh.