Minggu, 26 Agustus 2018

Gerakan "Ganti Presiden" Itu Kampanye Terselubung Gerindra & PKS

Politik
Kaos

Penolakan terhadap sebagian orang yang mengusung tagar #2019GantiPresiden" terjadi dimana-mana..

Sesudah Neno Warisman dihadang masuk di Babel, kemudian diusir di Pekanbaru, di Surabaya juga terjadi penolakan yang sama.

Bahkan di Surabaya nyaris ricuh, ketika ada kelompok pro Jokowi kemudian merangsek ke lokasi acara untuk membubarkan kumpulan orang yang siap berorasi itu.

Kalau melihat siapa-siapa di balik "Ganti Presiden" itu, kita bisa memastikan bahwa gerakan itu sejatinya kampanye terselubung. KPU sudah menetapkan bahwa mulai Februari sampai 23 September 2018, peserta pemilu tidak diperbolehkan kampanye apapun.

Tetapi aturan ini ditabrak oleh kelompok oposisi, dengan model "ganti Presiden". Mereka berkilah bahwa ini bukan kampanye yang dilakukan peserta pemilu, tapi kehendak rakyat yang ingin mengganti Presiden.

Hanya pihak kepolisian tentu tidak bisa dibodohi dan dibohongi. Jelas sekali itu adalah kampanye terselubung karena dibelakang orang-orang yang ingin menggerakkan ganti Presiden, adalah tokoh-tokoh dari Gerindra dan PKS, seperti Fadli Zon dan Madani Ali Sera.

Seandainya dilakukan di ruang tertutup tentu tidak ada masalah. Tetapi kelompok oposisi ini ingin memanfaatkan area publik seperti Car Free Day untuk kampanye mereka.

Jadi selain mencuri start kampanye, mereka juga mencuri ruang publik yang bebas dari politik. Tentu saja ini membuat publik marah, karena ruang mereka dirampok untuk kepentingan sebagian golongan demi nafsu berkuasa mereka.

Karena ini kampanye terselubung, maka seharusnya Bawaslu turun tangan untuk menyelidiki gerakan ganti Presiden ini. Dan harus ada sanksi kepada para peserta pemilu yang melanggar ketentuan itu, jika tidak maka masyarakat yang akan bergerak sendiri. Dan jika begitu, dipastikan akan terjadi kerusuhan..

Jadi sudah benar pihak kepolisian membubarkan mereka. Kalau perlu semua gerakan kampanye termasuk yang terselubung itu dilarang sebelum masuk masa kampanye.

Sudah curi start, kemudian curi ruang publik, jadi kita akhirnya bisa melihat bahwa kelompok ganti Presiden ini sejatinya adalah para pencuri. Mereka tidak mau bermain fair dalam kegiatan demokrasi ini. Mereka memainkan massa demi mencapai tujuannya..

Mari kita halangi gerakan para pencuri ini. Tanggung jawab kita menjaga iklim demokrasi supaya tetap tenang.

Bermain ada aturannya, jangan pake cara kasar hanya untuk menang, karena permainan kasar hanya akan melahirkan permainan kasar pula. Mau pada main kasar kah ini?

Seruput kopinya?