Jumat, 17 Agustus 2018

NEGERI AJAIB ITU BERNAMA INDONESIA

Bendera Merah Putih
Bendera Merah Putih

Ketika diundang sebagai pembicara, saya selalu mengajak yang hadir untuk sejenak menengok kebelakang..

Melihat kembali keajaiban negeri ini yang terdiri lebih dari 1.300 suku bangsa, beberapa agama dan kepercayaan, tetapi bisa bersatu menjadi negara kesatuan Republik Indonesia.

Apakah mudah menyatukan itu semua?

Tentu tidak. Bayangkan jika semua suku, semua wilayah, apalagi masing-masing agama, meletakkan ego mereka diatas meja. Tidak mungkin negeri ini berdiri. Paling mungkin kita akan menjadi negara serikat. Atau malah menjadi negeri kesultanan. Bukan negara kesatuan..

Inilah keajaiban yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Indonesia. Keajaiban yang diletakkan lewat dada para pahlawan yang mengorbankan semua yang mereka punya demi cita-cita. Cita-cita supaya anak cucu mereka kelak, bisa hidup berdampingan dengan kebanggaan sebagai manusia merdeka.

Dan kita bisa hidup seperti sekarang ini karena perjuangan mereka..

Para pahlawan tidak banyak menuntut, hanya berpesan, "Jagalah kemerdekaan yang sudah kami rebut dengan airmata dan darah. Bukan untuk kami, tapi untuk kalian juga. Supaya apa yang sudah kami korbankan tidak sia-sia.."

Jadi ketika saya melihat ada kelompok-kelompok yang ingin menjadikan negeri ini seragam, hanya berlandaskan satu agama saja, disitulah nasionalisme saya terangkat. Tidak boleh ada satu orangpun yang boleh mengganggu warisan yang sudah diberikan.

Ini amanah, harus saya jadikan tameng dan senjata...

Dan mulailah saya berjuang dengan tulisan, dengan pikiran, gagasan-gagasan, bukan lagi dengan bambu runcing dan senjata perang. Medannya sudah berbeda..

Hari kemerdekaan ini sejatinya selalu mengingatkan kita, bahwa dibalik semua kenikmatan secangkir kopi yang terhidang, ada rasa pahit didalamnya. Rasa pahit yang menguatkan, bahwa dibalik sebuah peristiwa, ada proses yang menjadikan sesuatu itu kaya.

Saya, anda, kalian dan kita semua yang berjuang untuk mempertahankan warisan kebhinekaan ini adalah pahlawan. Meski tidak harus terlihat, tetapi geraknya terasakan seperti sebuah gelombang besar..

Merdeka!