Sabtu, 04 Agustus 2018

SURAT TERBUKA UNTUK PARA RELAWAN

Jokowi
Relawan Jokowi

Kepada teman-temanku relawan, dimanapun berada.

Kita memasuki tahun politik, dimana pemilihan Presiden segera tiba. Situasi akan semakin panas karena ada kubu yang sudah menggunakan "ayat-ayat perang" untuk merebut singgasana.

Mereka akan menggunakan segala macam jargon, mulai perang badar, perang uhud, bahkan perang terhadap dajjal yang mereka pakai sesuai kepentingan mereka..

Percayalah, jargon-jargon itu sangat efektif pada masyarakat kelas menengah bawah. Kelompok masyarakat yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, tetapi dicuci otak seolah-olah mereka sedang menghadapi kejahatan yang luar biasa.

Narasi ketakutan sedang ditebar dimana-mana. Takut terhadap asing dan aseng, takut terhadap hutang, takut terhadap PKI, terhadap ekonomi yang merosot dan segala macam ketakutan akan dipompakan ke otak mereka.

Ada kubu yang sedang memainkan konsep kebaikan melawan keburukan. Dan kalian akan dicitrakan sebagai monster yang harus dilawan..

Kalian, wahai para relawan, boleh saja berkumpul dan membangun kekuatan untuk melawan narasi mereka. Tetapi ingat, perang sesungguhnya bukan di udara, tetapi ada di darat. Di tempat-tempat ibadah, di majelis-majelis, bahkan di perkumpulan reliji akan penuh dengan segala macam ancaman yang dibangun seperti paku ditebar di jalanan..

Sudahilah pesta hura-hura di tempat-tempat mewah, di mall-mall dengan segala macam atraksi, yang menguatkan bahwa kalian adalah kelompok kapitalis yang harus dilawan. Mereka sedang mengkondisikan sebagai kaum lemah melawan kaum kaya, para perampok negara.

Mulailah fokus pada gerakan seperti halnya gerakan mereka. Bangun jaringan-jaringan keagamaan seperti mereka. Perkuat model dakwah dengan ustad-ustad yang mengumandangkan kecintaan pada Bhinneka. Bukan ustad yang sibuk mengobarkan khilafah..

Mereka pakai agama, kita juga pakai agama. Tetapi agama kita pakai bukan untuk menebarkan kebencian, melainkan sebagai perekat kesatuan. Jangan biarkan mereka pakai tempat ibadah untuk politik praktis, kita kembalikan sesuai fungsinya.

Jika melihat, mendengar, dan menemukan ada kelompok yang menyebarkan kebencian di mimbar-mimbar dakwah, videokan dan viralkan di media sosial, lengkap dengan nama, tempat dan tanggal kejadian..

Sudah saatnya kita kembalikan demokrasi di negeri ini, dengan cara yang seharusnya. Semua orang punya hak memilih, tidak boleh ada yang memaksa. Apalagi pemaksaan dengan cara kebencian dan memakai baju agama..

Mereka ingin mengulang kesuksesan seperti Pilgub di Jakarta. Ayat dan mayat akan kembali bergema. Jangan diam, saatnya kita bersuara dengan senjata yang kita punya, yaitu gadget, media sosial dan kuota.

Ini perang. Mereka militan, kita jangan kalah militan juga..

Ini bukan tentang Jokowi, Prabowo atau siapapun juga. Ini tentang menjaga Indonesia dari kelompok yang menunggangi politik untuk tujuan besar mereka. Petunjuknya mudah, lihat dimana HTI berada, maka pilihlah lawannya..

Jangan biarkan mereka menang. Karena mereka membutuhkan inang untuk berkembang. Meskipun organisasi mereka sudah dilarang, tetapi ideologi tetap mereka pegang..

Kepada temanku relawan dimanapun berada, selamat berjuang. Semoga secangkir kopi tetap menyatukan..

Seruput..