Selasa, 04 September 2018

Beredar Lagi Video Sandiaga Uno & Wishnutama

Wishnutama
Sandiaga Uno

Ketika Kyai Maaruf Amin digaet Jokowi sebagai pendamping, peta peperangan Pilpres 2019 sesungguhnya sudah berubah total..

Isu agama jadi tidak menarik lagi digoreng oleh kelompok oposisi, karena "mbah"nya ada disamping Jokowi. Dan ini membuat kepanikan tak terkira di kubu sebelah.

Apalagi ketika isu Yusuf Mansur digaet jadi timses Maaruf Amin, ramai-ramai pendukung Prabowo berteriak layaknya inang-inang di pasar Senen menawarkan jualan.

"Pokoknya aku keluar dari Paytren !" Begitu komen-komen bertebaran. Paytren adalah bisnisnya Yusuf Mansur. Entah apa hubungannya bisnis ma pilihan politik. Tapi bagi kampret semua menjadi mungkin, semungkin mereka tidur dengan posisi kepala dibawah dengan jari mengupil.

Karena tidak mungkin bertarung diwilayah agama lagi, akhirnya fokus diarahkan pada kelompok pemilih milenial.

Menurut data, pemilih milenial yang berusia 17-38 tahun, tahun 2019 nanti akan berkisar di angka 51 persen dari total pemilih.

Dan angka ini menarik untuk diperebutkan. Jokowi juga tahu ini. Maka ia kemudian memainkan persepsi bahwa ia bagian dari milenial dengan menggunakan jaket jeans, naik motor besar dan terutama namanya terangkat ketika ia sukses menggelar Asian Games 2018, dengan opening ceremony yang aduhai.

Jelas langkah Jokowi ini membuat geram barisan gigi runcing yang sudah mempersiapkan jagoannya sebagai tokoh milenial. Jargon "Muda, Kaya, Santun dan Santri" yang disematkan ke Sandiaga Uno seakan terampas dalam hitungan hari, padahal mereka sudah mempersiapkan sejak lama pencitraan ini.

Karena semua orang terfokus pada Asian Games 2018, maka kubu oposisi mencoba mengambil momen ini. Dan fokus mereka ada pada sosok Wisnhuthama, yang disebut-sebut sebagai sosok muda kreatif dibalik kesuksesan pembukaan Asian Games 2018.

Maka, dimunculkanlah video lama ketika Wishnutama sedang bersama Sandi. Video tahun 2016, disaat Sandi main ke Net TV. Di video itu Wishnutama menyapa kaum milenial dan mengajak untuk melihat Sandi sebagai calon alternatif dalam pilkada DKI.

Video lama itu diviralkan kembali, membajak kebekenan Wishnutama dan diposting seakan-akan baru terjadi. Wishnutama jelas membantah dan jengah karena dia seperti diseret-seret dalam arus pilpres 2019 ini.

Lucu juga memang. Sebelumnya Wishnutama dicaci-maki karena dianggap "menipu" mereka dengan menggunakan stuntman untuk Jokowi. Sekarang Wishnutama dibawa-bawa untuk merebut suara milenial yang sudah condong ke Jokowi.

Kalau kata temanku orang Jawa, "Isuk dele, sore tempe.." yang artinya kemarin bilang begini, sekarang begitu. Plin plan..

Tapi ini tahun politik. Apapun harus disahkan. Bahkan jika harus tidur dengan kepala diatas pun akan dilakukan, meski capek dan tegang. Jangan sampe suara Milenial yang menjadi andalan juga diambil Jokowi.

"Trusss yang milih jagoan kita siapaaaa ??" Terdengar jerit histeris dari dalam goa di tengah hutan.

Yang menarik adalah hasil survey Lingkaran Survey Indonesia Agustus kemaren.

LSI melakukan survey dengan melibatkan 1.200 responden, dimana lebih dari 40 persen adalah generasi milenial. Ternyata dari pemilih milenial itu, hanya 34 persen yang memilih Sandiaga Uno.

"Loh, milenial sisanya memilih siapa??"

Jangan ketawa ya, nanti dosa. 44 persen milenial memilih Kyai Maaruf Amin.

Entah kenapa saya seperti mendengar tawa keras Jokowi dari kejauhan. "Ama Kyai aja kalah, gimana tanding ama guaaaa.."

Dan semua orang di istana juga terdengar ketawa terbahak-bahak sambil berseru, "Masook pak Ekooooo..."

Rasanya saya harus nambah secangkir kopi..