Sabtu, 22 September 2018

Jangan Biarkan Mereka Menghancurkan Ruang Sosial Kita

Medsos
Whatsapp

Dan keributan itu terjadi lagi..

Whatsapp Grup atau WAG sekolah-sekolahku dulu, kembali ramai dengan postingan politik. Persis seperti tahun-tahun politik lalu. Situasi yang sempat memecah teman-teman masa kecil menjadi dua kubu. Dan akhirnya mereka membentuk grup-grup baru yang sevisi dengan mereka.

Tetapi kali ini ada yang berbeda..

Ada kejenuhan terhadap keributan politik disana. Dan ketika beberapa orang dengan seenaknya memposting fitnahan dan hoax terhadap satu kubu di dalam grup utama, beberapa orang yang selama ini diam dan netral mendadak marah.

Mereka kali ini tidak diam dan mulai bersuara. "Ini grup untuk kita silaturahmi, untuk bersenang-senang, untuk bercanda, bukan untuk politik. Kalau mau bicara politik, bikin grup sendiri disana, berantem disana. Jangan libatkan teman lainnya. Disini bukan tempat kampanye apalagi menshare fitnah. Kalau tidak mau ikut peraturan, kami sepakat menendang anda..."

Luar biasa. Aku yang selama ini aktif sebagai pengamat grup tanpa terasa senyum melihat situasi disana.

Memang ada kelompok teman yang kerjaannya mendominasi grup sekolah dan teman lama. Mereka biasanya mulai dari posting-posting ayat, hadis maupun kata-kata nasihat berbau agama. Mereka tidak perduli dengan teman lain yang tidak seagama. Postingan itu lebih sering berupa copasan panjang yang memenuhi ruang pembicaraan.

"Sampaikan walau satu ayat.." Kata mereka. Mereka lupa, bahwa diri mereka sendirilah yang perlu disampaikan satu ayat terkait etika.

Dan mereka yang dulu sering-sering posting yang berbau agama, sekarang mulai posting copas dukungan politik mereka. Tidak lupa fitnah dan hoax sebagai bumbunya.

Tetapi tahun ini berbeda. Ada perlawanan dari mereka yang selama ini diam tak bersuara. Mereka yang diam ini bukan tidak kesal, tetapi ingin tetap menjaga hubungan baik yang sudah terjalin lama. Hanya, semakin dibiarkan malah semakin ditekan. Mereka sekarang muak dicekoki hal-hal yang membuat mereka saling bermusuhan.

Dan akhirnya satu teman ditendang. Teman lama yang ngotot ingin memposting apa yang dia bela, tanpa perduli perasaan lainnya.

Mungkin yang ditendang tidak perduli, tetapi yang penting grup aman. Biarlah dia membentuk grup sendiri, disana dia bisa posting-posting sendiri, maki-maki sendiri, hoax-hoax sendiri. Biar menjadi pelajaran juga buat lainnya bahwa dalam kehidupan sosial ada yang bernama aturan untuk menghormati orang sekitar..

"Jangan diam.. " Kata saya dahulu. "Lawan mereka. Karena jika mereka mengira kalian menerima dominasi mereka, mereka akan terus menguasai ruang sosial kita.." Dan teman-temanku baru menyadari kata-kataku setelah sekian tahun berlalu.

Kembalikan ruang sosial kita ke ruang seharusnya.

Seandainya kita sudah dewasa, dan politik itu hanya ejek-ejekan becanda seperti masa kecil kita, tentu tidak akan begini jadinya. Tapi banyak yang belum dewasa, berpolitik dengan ceria. Mereka sibuk dengan hoax dan memaksakan pilihannya dengan kasar dan penuh amarah. Jadi lebih baik kita cari percakapan yang aman-aman saja..

Mending seperti saya. Kalau pengen bicara politik, cukup di facebook saja. Silahkan mau komen apa saja, yang penting tidak masuk ke ruang privat kita.

Sudah malam. Masih ada sebatang tapi koreknya habis gasnya. Mau seruput kopi, air panasnya tidak ada. Ya sudah, tidur saja.