Rabu, 26 September 2018

Kalimat Tauhid di Pengeroyokan Suporter Persija

Pengeroyokan
Kasus pengeroyokan suporter Persija

Viral beredar statement seseorang di twitter bahwa saya mengedit sound video pengeroyokan suporter Persija..

Dalam video itu terdengar zikir kalimat tauhid, "Tiada Tuhan selain Allah.." sambil mereka memukul korban yang sudah berdarah.

Awalnya mereka menolak, "Gak mungkin Islam mengucapkan kalimat tauhid sambil membunuh orang..".

Ketika ada orang-orang yang mengupload video pengeroyokan dan ternyata memang ada suara yang zikir itu, sontak mereka bilang, "Wah itu editan !" Begitu mudahnya mereka bicara bahwa saya melakukan fitnah.

Mereka memfitnah saya melakukan fitnah..

Sebenarnya saya tidak heran ketika ada video pembunuhan itu sambil mengucap kalimat tauhid. Toh, banyak beredar video di youtube anggota ISIS menggorok leher seseorang mereka mengucap kebesaran nama Tuhan..

Apa yang beda ? Yang beda hanya tempat kejadian, pelaku dan waktu peristiwa. Selebihnya sama, sama-sama menghina nama Allah..

Tapi mereka menolak keras. Mereka menganggap tidak mungkin orang yang beragama Islam melakukan itu, dan kalau ada itu pasti fitnah terhadap Islam. Lucu, kan ? Kayak anak kecil gak mau kalah..

Sama seperti seorang tua yang tidak percaya anaknya kecanduan narkoba, padahal sudah tertangkap tangan oleh polisi sedang teler karena menggunakan narkoba.

Begitulah kita. Kita berpandangan bahwa jika apa yang kita pegang baik, maka semuanya akan baik. Padahal sejatinya antara "agama" dan "penganutnya" jelas berbeda. Agama itu petunjuk berisi kebaikan, sedangkan penganut agama tersebut belum tentu melakukan kebaikan.

Jadi apa yang diherankan?

Dan sekarang dengar-dengar saya mau diadukan ke polisi karena saya menulis "Para Suporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir mengucap nama Tuhan". Apanya yang mau dipolisikan jika buktinya ada?

Nanti kalau terbukti bahwa ternyata mereka salah dan saya tidak menyebar hoax, lain lagi cerita mereka, dibilang saya dilindungi penguasa.. Halah.. susahnya bicara sama kampret2 yang durhaka.. Semua salah. Ga ada yang benar di mata mereka.

Model-model orang seperti ini yang keras dan kaku dan tidak mau disalahkan, banyak beredar di sekitar kita. Mereka akan selalu menganggap bahwa dirinya selalu benar dan orang lain selalu salah. Dan mereka biasanya selalu menggunakan tekanan massa untuk mencapai tujuan mereka..

Sesudah saya teliti, hampir semua mereka ada di kubu sebelah. Itu memperkuat analisa saya bahwa ideologi khilafah sedang berkumpul disana, karena modelnya sama mirip dengan yang di Timur Tengah.

Itulah yang memperkuat saya untuk memenangkan Jokowi, karena saya tidak bisa membayangkan orang-orang seperti itu yang akan menguasai negeri ini..

Mau minum kopi tapi kok ngeriii.