Senin, 17 September 2018

Lawan Radikalisme Bersama Banser dan Ansor

Ansor
Ketum Ansor Pakai Baju Adat Papua

Tanpa banyak orang sadar, situasi politik sekarang ini sedang menuju ke arah perpecahan negeri. Ada kelompok-kelompok yang sedang memainkan propaganda "mayoritas dan minoritas" untuk kepentingan politik mereka. Dan yang mereka mainkan tentu agama Islam, sebagai agama mayoritas disini untuk menekan siapa yang mereka sebut sebagai kaum minoritas, atau non muslim tepatnya..

Kasus Meiliana adalah contoh buruk yang masih kita ingat, dimana hanya karena ia meminta supaya toa dikecilkan, ia malah dihukum penjara 1,5 tahun lamanya karena dianggap "menyinggung" si mayoritas..

Barisan Pemuda Ansor dan Banser yang pertama menyuarakan kegelisahan ini. Mereka merasa bahwa situasi akan berjalan ke arah yang lebih buruk jika ini dibiarkan..

Hari ini, tanggal 16 September, Ansor dan Banser sedang memulai perjalanan dari titik-titik ujung negeri dengan tema "Kirab Satu Negeri".

Mereka berjalan selama dua pekan, dengan start mulai dari Sabang, Miangas, Rote dan Merauke. Mereka membawa lambang-lambang Pancasila dalam perjalanan dan bendera Merah putih sebagai pengikat kesatuan.

Di tempat yang mereka kunjungi, Banser dan Ansor akan bekerjasama dengan mereka yang berlainan suku, agama dan ras untuk melakukan kegiatan kemanusiaan. Mulai dari membersihkan pantai sampai membentangkan bendera sepanjang 1.500 meter akan mereka lakukan.

Slogan yang mereka bawakan adalah #KitaIniSama.

Ini adalah sebuah pesan, bahwa di negeri ini kita semua sama, sama dalam kedudukan hak dan kewajiban sebagai anak bangsa. Tidak boleh ada yang mengklaim bahwa sukunya dan agamanya mempunyai hak yang lebih dari yang lainnya..

Dan titik berkumpul Banser dan Ansor adalah tanggal 26 Oktober di Yogyakarta, mendekati hari Sumpah Pemuda. Dipilihnya tanggal itu tentu untuk mengingatkan kita semua kembali, bahwa dulu pernah ada sekelompok pemuda yang menyuarakan kesatuan, Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Mereka para pemuda yang berlainan suku dan agama, mengumandangkan persamaan..

Saya berharap kita semua bisa hadir di Jogja pada tanggal itu bersama ribuan anggota Banser dan Ansor. Menyuarakan kegelisahan bersama, melangkah bersama, dan mendeklarasikan kembali Sumpah Pemuda bersama. Kita bisa jadikan momen itu sebagai momen deklarasi terbesar sumpah pemuda Indonesia.

Jangan biarkan Banser dan Ansor sendirian. Kita iringi langkah mereka dan kita serukan bahwa kita bersama mereka. Melawan radikalisme yang sudah pada tahap sewenang-wenang..

Mari angkat cangkir kopinya!

#kitainisama