Kamis, 25 Oktober 2018

BANSER NU BATALKAN APEL AKBAR DI JOGJA

Ansor
Apel Kebangsaan Banser
Ternyata memang peristiwa pembakaran bendera itu adalah bagian dari sebuah rencana besar..

Ada kelompok yang sudah memetakan bahwa Banser NU akan mengadakan apel akbar sekaligus deklarasi Sumpah Pemuda di Jogjakarta tanggal 26 Oktober hari Jumat yang melibatkan 100 ribu anggotanya. Acara ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi.

Apel akbar sebagai puncak dari Kirab Satu Negeri ini berdekatan dengan Hari Santri Nasional. Disanalah pintu masuk kelompok itu untuk membangun kerusuhan.

Bermula dari perayaan HSN, dilaporkan ada pengibaran bendera HTI di beberapa titik acara di Jawa Barat saat perayaan hari santri. Laporan intelijen menemukan satu truk berisi bendera HTI membagi-bagikan bendera kepada orang tak dikenal yang kemudian diketahui menyusup ke dalam barisan Banser saat hari santri dan mengibarkan bendera itu disana untuk memancing emosi.

Di beberapa wilayah, bendera-bendera itu disita oleh Banser NU. Tetapi di Garut, Banser terpancing emosi membakar bendera itu. Kejadian itu diviralkan dengan senang hati dan tahap kedua dilaksanakan, yaitu demo besar mengutuk aksi pembakaran itu.

Demo lebih besar dirancang di Jogja saat apel akbar Banser NU. Dimaksudkan ada provokasi yang berakibat rusuh dan meledak ke seluruh daerah. Sebuah skenario yang sempurna pada awalnya..

Yang tidak disangka para provokator ini adalah mendadak Banser membatalkan acara di Jogja meski ribuan anggota Banser sudah ada disana. Pasukan ditarik karena ada laporan sekelompok besar massa akan demo dan memaksa masuk untuk memicu keributan.

Seperti pernah dikatakan Gus Yaqut, "Saya tidak takut sama mereka. Yang saya takutkan adalah ribuan anggota Banser yang tidak sabar dan ini berbahaya..." Karena itu supaya tidak terjadi masalah, Banser menarik diri karena tidak ingin ada kejadian yang merugikan bangsa ini.

Banser pasti rugi besar dengan pembatalan acara karena biaya-biaya sudah keluar jauh sebelumnya. Tapi itu jauh lebih baik bagi bangsa. Gorengan provokasi ini memang tujuannya untuk mengacaukan Pilpres 2019. Dengan mundurnya Banser dari acara, maka gorengan itu berakhir dengan sendirinya.

Salut buat Banser NU yang mampu menahan diri dari semua provokasi ini..